Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 226 - Berbagi Keluh Kesah


__ADS_3

Han Sen tidak pernah mendengar nama Gu Feiyan sebelumnya, namun jika dipastikan kemungkinan dia berada dibawah satu dari generasinya. Han Sen sendiri juga tidak bermaksud meremehkannya sama sekali hanya saja dia perlu memeriksanya sendiri sekaligus mengungkapkan rasa terimakasihnya.


Mereka yang dapat memasuki daftar surgawi adalah jenius yang sebenarnya. Tidak banyak orang yang tahu namun Alam Mistik sendiri tidak jauh berbeda dari Dunia Langit dan Bumi yang memiliki Prinsip serta aturannya sendiri.


Penilaian ini dilakukan berdasarkan aturan Prinsip Dunia yang menilainya sendiri. Jika ingin merebut posisi dan masuk dalam sepuluh besar daftar surgawi maka mereka harus membunuh atau mengalahkan pemegang peringkat dalam pertarungan adil.


Jika pemegang peringkat mati disuatu tempat maka nama mereka akan digantikan. Jika itu dirinya yang dulu maka Han Sen akan langsung mengincar posisi teratas, namun dia sudah terlahir dengan pengetahuan yang baru dan tujuannya adalah Alam Immortal.


"Kebetulan... Tuan Gu Feiyan juga ingin bertemu denganmu. Kita bisa kesana bersama-sama nanti !" Kata Chai Ying dengan penuh semangat.


Han Sen memeluknya dan tersenyum, "Maaf tapi tidak untuk sekarang... jika dia memperlakukanmu dengan baik maka tinggallah disana sampai aku datang menjemputmu. Aku sudah berjanji akan memperlakukan kalian berempat dengan adil, Liu Shuang belum ditemukan dan aku tidak bisa mengabaikan itu. Ini tidak akan memakan waktu yang lama dan jika kau senggang nantinya pastikan untuk melihat keadaan Yun Zhi di Sekte Langit Biru."

__ADS_1


Chai Ying merasa sedikit kecewa namun dia juga harus mendukungnya. Han Sen bukan miliknya seorang dan dia tidak bisa memonopolinya sendiri, Liu Shuang dan yang lainya adalah Keluarganya dan dia tidak boleh keras kepala.


"Jangan terlalu kecewa... aku memiliki banyak hal yang nantinya harus kau kerjakan. Dua minggu... aku akan menemanimu selama dua minggu sambil menunggu informasi dari Paviliun Sendai dan Ras Iblis." Kata Han Sen dengan jujur.


Paviliun Sendai cukup ahli dalam mencari informasi, walaupun pengaruh mereka hanya ada di Wilayah Ras Manusia tapi seharusnya itu sudah cukup.


Han Sen juga meminta Bei Xuan dan menunjukan wajah mereka semua. Dengan pengaruh Ayahnya yang merupakan Pemimpin Ras Iblis seharusnya dia dapat membantunya mencari mereka di Wilayah Ras Iblis.


Sekarang yang tersisa hanyalah Wilayah Ras Monster. Sepertinya Han Sen memang harus pergi kesana, Ras Monster memang dikenal sangat sombong namun jika Han Sen harus pergi kesana dan bertemu dengan teman lama.


Gu Feiyan ataupun Su Chen pasti memperlakukan mereka dengan baik. Namun Yun Zhi dan Chai Ying adalah Istrinya dan Han Sen tidak ingin mereka menerima belas kasihan orang lain.

__ADS_1


Chai Ying penasaran dengan beberapa tahun Han Sen dan yang lainya berpetualang. Han Sen menceritakan semuanya dan Chai Ying juga ikut berbagi cerita dengannya hingga larut malam.


Mendengar kemalangan yang diterima Yun Zhi dan Yao Wu membuatnya cukup khawatir, "Kakak Yun Zhi pasti sedih karena kehilangan salah satu anggota keluarganya dengan cara seperti itu, untungnya Wudie masih hidup dan dapat diselamatkan !"


"Karena itulah aku merasa tidak tenang jika belum mengumpulkan kalian semua. Untuk sekarang kau juga harus mengambil semua kesempatan yang bisa kau dapatkan, setelah kalian memiliki kekuatan dan mampu melindungi diri kalian sendiri itu sudah cukup untukku." Kata Han Sen sambil meminum tehnya.


"Aku bukan hanya Istrimu melainkan Pedangmu." Chai Ying berkata dengan penuh kebanggaan.


"Kau memang selalu bisa membuatku senang... tapi sayangnya malam ini kau bukan Pedangku." Han Sen mendekat kearah Chai Ying dan mendorongnya ketempat tidur.


Perlahan dia mencium bibirnya dengan lembut dan melepas pakaiannya. Chai Ying tidak pernah sekalipun menolak keinginan Han Sen, dia menerimanya dengan benar dan semalaman penuh mereka bercinta.

__ADS_1


Keesokan paginya Chai Ying tertidur pulas didalam pelukan hangat Han Sen, melihat wajah tidur Chai Ying membuatnya sangat tenang dan Han Sen memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan mereka besok.


Belum lagi setelah dia pulih Han Sen sudah merasakan tanda-tanda akan menerobos ke Alam Heaven, mungkin setelah dia bertarung dengan Kong Ming dan melampaui batasannya Han Sen mendapatkan keuntungan yang tak terduga.


__ADS_2