
Banteng itu terkejut dengan Han Sen yang dapat berpindah tempat sejauh itu dalam sekejap mata, "Divine Dao Ruang Hampa ?"
"Kau tidak perlu tahu dan sudah saatnya bagimu untuk mati !" Han Sen mengeluarkan Pedangnya dan mendesak Qi Alam.
Cahaya lima warna menyelimuti Pedangnya dan Han Sen memompa terus Bintang Lima elemen didalam semesta kecil. Udara disekitarnya mengamuk dan ruang mulai terbuka, Banteng itu dikurung dalam sebuah Ruang dimana dia harus menerima serangan Han Sen.
"Sombong sekali... karena kau bermaksud mengakhiri ini dengan satu gerakan maka mari kita lakukan !" Telapak Tangan merah yang sangat besar menerjang kearah Han Sen.
Han Sen membentuk segel dengan tangan kirinya dan retakan ruang yang besar terbentuk didepannya. Telapak Tangan itu tersedot masuk kedalam dan perlahan menutup, sosok Han Sen menukik kebawah seperti meteor lima warna yang sangat kuat.
Han Sen menusukkan Pedangnya dan Naga lima warna mulai terbentuk dari Qi Pedangnya. Naga itu menerjang kearah Banteng dan membuat lubang besar ditubuhnya, ledakan penghancur yang kuat menyapu area itu dan membuat tubuh Banteng itu hancur berkeping-keping.
Sosok lima orang yang hanya berbentuk gumpalan jiwa muncul. Han Sen yang menyadari hal ini mendesak Qi milikinya dan rantai kegelapan menjerat kelima orang itu.
__ADS_1
"Tuan tolong ampuni kami... kami hanya menjalankan perintah dari Nian Wuji, jika kami tidak segera menemukan tubuh baru Inti Immortal kami akan segera hancur dan jiwa kami akan padam." Teriak mereka yang memohon dengan menyedihkan.
"Kalian tidak perlu repot-repot mencari tubuh... tidak peduli kalian diperintah oleh siapa. Ketika kalian sudah berani menyerangku maka aku akan mengakhiri hidup kalian disini !" Kata Han Sen dengan penuh niat membunuh.
Jiwa Naga Surgawi keluar dari tubuhnya dan melahap kelima Jiwa Kultivator Tahap Menengah Tingkat Immortal Bumi. Kekuatan jiwa yang kuat memenuhi Han Sen dan terus tumbuh, kekuatan spiritualnya juga meningkat dan Pohon Dunia menyerap semua Inti Immortal itu.
Han Sen baru menyadari hal ini dan sepertinya dia sudah menemukan sesuatu yang bagus. Laut Kesadaran Ilahi meluas dan Bintang-Bintang lima elemen mulai memancarkan Aura yang luar biasa.
Han Sen sudah berada diambang penerobosan dan tidak menyangka kalau akan secepat ini dia menerobos. Pedang Spiritual Emas perlahan melesat dari atas langit dan memancarkan energi yang luar biasa kuat.
Cincin Awan emas meledak dari tubuh Han Sen dan menyebar kesegala arah. Jiwa Naga Surgawi masuk kedalam tubuhnya dan Han Sen merasakan aliran energi yang kuat, dapat dipastikan bahwa dia sudah menerobos Tingkat Immortal Emas dan Han Sen tersenyum dengan puas.
"Hahaha... Nian Wuji... sepertinya kau bukan mengirim malaikat kematian kepadaku, pada saat nanti kita bertemu aku pastikan itu akan menjadi akhir bagimu !" Han Sen tertawa dengan keras dan merasa sangat puas.
__ADS_1
Han Sen masih belum tahu apapun tentang Pohon Dunia didalam semesta kecil ditubuhnya. Bertanya kepada seseorang juga merupakan hal yang sangat beresiko, dia tidak tahu apakah ini sesuatu yang umum atau sebuah harta.
Apa yang paling Han Sen takutkan adalah jika orang lain tahu dan ini merupakan sebuah harta maka dirinya akan mendapatkan masalah besar nantinya. Jadi pilihan terbaik yang bisa dia lakukan adalah diam dan mencari tahunya sendiri.
Han Sen mengeluarkan sebuah jubah dan topeng yang sengaja dia buat. Segera Han Sen terbang dengan kecepatan tinggi dan melintasi langit berbintang, dia benar-benar takjub dengan kepadatan Aura ditempat ini dan untuk sekarang dia akan menyembunyikan identitasnya.
Dari kejauhan Han Sen dapat merasakan Aura yang sangat kuat yang sedang bergerak kearahnya. Segera dia memutar arah dan menghindari benturan dengan orang kuat ini, setidaknya Kultivasinya berada di Tahap Akhir Tingkat Immortal Emas dan Han Sen tidak memiliki kepastian untuk menang.
Setelah seharian penuh terbang Han Sen merasa kesal dan berhenti disebuah Bintang. Sosok itu masih mengejarnya dan sepertinya ada maksud lain yang tidak Han Sen pahami.
Sosok itu berhenti dan menatap Han Sen dengan ekspresi yang dingin. Seorang wanita berambut putih yang memiliki kecantikan yang sangat alami, levelnya mungkin sebanding dengan kecantikan Yao Wu ataupun Lu Siyu dan Han Sen tidak tahu mengapa wanita ini mengejarnya.
"Akhirnya kau berhenti juga... apakah kau sudah lelah terbang seharian penuh ?" Kata Wanita itu dengan dingin.
__ADS_1
"Nona.... aku tidak ingat dimana kita bertemu dan kapan aku menyinggungmu. Tolong katakan apa niatmu yang sebenarnya sampai terus mengikutiku ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.