
Selama tiga hari penuh Han Sen membantu Liu Shuang untuk menstabilkan jiwanya. Han Sen melakukan yang terbaik untuk membuat Liu Shuang bertahan, dia tidak akan membiarkan Jiwanya menghilang begitu saja.
Diluar Aura yang sangat kuat disertai gelombang panas yang mengerikan menyapu area itu. Sosok Burung Phoenix yang tubuhnya diselimuti api terlihat sangat indah, perlahan sosok Phoenix mengambil bentuk seorang wanita dengan mahkota merah dikepalanya.
"Ratu... Bocah itu didalam sana... tolong berikan bawahan ini keadilan ?" Kata Jiwa Gagak Neraka yang ada disampingnya.
"Kau sudah dengan itu Bocah... keluarlah dan beri Ratu ini penjelasan !" Teriak Phoenix dengan keras.
*Groar.*
Raungan Jiwa Naga Surgawi keluar dari dalam mulut Gua. Sensasi ini sudah lama tidak Phoenix rasakan dan dia mulai mengingat sosok yang sudah menghilang dari ingatannya.
"Qing Lian... tidak... apakah aku harus mamanggilmu Ratu Phoenix sekarang ?" Han Sen keluar dari dalam Gua dan matanya memancarkan niat membunuh yang tertuju kearah Gagak Neraka.
__ADS_1
Phoenix sedikit terkejut dan merasa sosok Han Sen sama sekali tidak asing baginya. Tidak banyak orang yang tahu namanya dan selain dari Binatang Suci lainya tidak ada yang tahu tentang hal ini.
"Masih tidak mengenaliku !" Jiwa Naga Surgawi keluar dari dalam tubuh Han Sen dan meraung kearah Qing Lian.
Tekanan ini sudah dapat disetarakan oleh dirinya dan Jiwa Naga Surgawi sudah tidak asing baginya. Gagak Neraka terus mengoceh untuk membunuh Han Sen, namun Qing Lian mengabaikannya dan sangat terkejut dengan hal ini.
"Jiwa Naga ini.... Kesombongan Surgawi Han Xuan ?" Kata Qing Lian dengan ekspresi yang terkejut.
Qing Lian tersenyum dan niat membunuhnya meledak, "Sudah sangat lama... Kesombongan Surgawi sekaligus Penguasa pertama Alam Mistik. Tapi sayangnya kejayaanmu sudah berakhir dan lihatlah kau jatuh ketingkat yang menyedihkan, kau pikir dirimu bisa mengalahkanku ?"
Gagak Neraka masih tidak bisa mencerna informasi ini. Ratu Phoenix mengenal Bocah ini dan dia menyebutnya sebagai Kesombongan Surgawi yang legendaris, jika dia tidak salah menebak maka orang yang sebelumnya dia lawan adalah Kesombongan Surgawi yang bereinkarnasi.
"Hahaha... mengalahkanmu itu masih sangat sulit untukku. Bahkan jika aku membunuhmu kau dapat hidup kembali karena Api Keabadian milikmu, tapi apakah kau yakin untuk bermusuhan denganku dan jangankan dirimu. Saat kematian Shui Jing tidak ada satupun orang didunia ini yang dapat menghentikanku, saat kekuatanku berada dipuncaknya maka konsekuensi yang kau dapatkan nantinya tidak akan bisa kau tanggung !" Kata Han Sen dengan penuh kemarahan.
__ADS_1
"Selalu ****** itu yang ada dipikiranmu !" Qing Lian mencengkram jiwa Gagak Neraka dan meremasnya sampai hancur berkeping-keping, "Jangan lupa bahwa kau sudah menipuku waktu itu untuk mengambil Api Abadi, dibandingkan dengan ****** itu aku sudah mengeluarkan banyak hal untukmu !"
Qing Lian melesat kearah Han Sen dan tangannya dipenuhi kobaran Api yang sangat menakutkan, Han Sen tidak terlalu memikirkan perbuatannya dimasa lalu dan tangannya berubah menjadi cakar Naga yang diselimuti oleh Api Hitam.
Han Sen melompat kearah Qing Lian dan kedua serangan mereka saling berbenturan. Api Phoenix adalah Api Spiritual terkuat dimana tidak ada tandingannya, namun Api Hitam Han Sen memiliki kekuatan penghancur dari Qi Kekacauan.
Benturan dari keduanya menciptakan gelombang panas yang kuat. Apa yang membedakan mereka adalah basis Kultivasinya, tangan Han Sen seolah terbakar dan dia tidak bisa bertahan dari serangan Qing Lian.
Tubuhnya terpental kebawah dan kobaran Api Phoenix membakarnya. Rasa sakit yang dia terima cukup membuatnya menjerit kesakitan dan Qing Lian terlihat sangat puas.
"Kekuatan fisik yang mengagumkan seperti biasanya. Jika ini orang lain maka tubuh mereka hancur menjadi abu !" Kata Qing Lian dengan santai.
"Siapa yang menyuruhmu menghancurkan Jiwa Bajingan itu. Jika kau ingin membunuhku maka lakukanlah... setelah kau puas maka tolonglah wanita yang ada didalam. Jiwa Burung Vermilion yang dimilikinya hampir hancur, berikan dia Api Keabadian milikmu dan aku akan menukarnya dengan nyawaku." Han Sen berkata dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1