
Selama dua hari mereka berdua duduk tenang didalam Gua sambil menunggu situasi aman, Lu Che memasang ekspresi yang penuh kesedihan dan Han Sen sama sekali tidak berniat menghibur.
Rekannya mengkhianatinya dan memintanya untuk mati, harusnya ini adalah pelajaran yang berharga untuk Lu Che dimana dia harus berhati-hati dimasa depan sebelum menaruh kepercayaan kepada seseorang.
Setelah merasa cukup aman mereka berdua memutuskan untuk keluar. Lu Che membawa Han Sen kembali dan menuntun jalan keluar dari Hutan itu.
Pagi harinya akhirnya mereka sampai di Kota dan masuk melewati gerbang. Lu Che membawa Han Sen ke Toko milik Kakaknya dan didalam seorang wanita terlihat sedang berdebat dengan seorang Pria Tua dengan jubah berwana hijau.
Wanita itu tidak lain adalah Lu Siyu yang merupakan Kakak dari Lu Che, telinganya yang sedikit panjang dan runcing menandakan dirinya adalah Ras Elves.
"Ada apa ini Kakak ?" Lu Che menyentuh bahu Kakaknya dan bertanya permasalahan mereka.
"Tuan Lu Che... saya ingin mengakhiri kontrak disini. Aku sudah cukup lelah memurnikan semua Pil Roh hanya berdua, walaupun pesanan Pil Roh hanya berada di Tingkat Heaven tapi jumlahnya sangat gila. Aku tidak bisa melakukan hal ini terus menerus !" Kata Pria Tua itu dengan kesal.
"Tolong sebutkan kondisi Senior... aku bisa menambahkan bayarannya !" Kata Lu Siyu dengan cemas.
__ADS_1
Sehebat apapun dirinya bekerja sendiri itu akan sangat sulit, terlebih permintaan Pil Roh ini diberikan langsung oleh Tuan Kota. Mengingat sifatnya maka dirinya dimasa depan akan sulit untuk melakukan bisnis.
Pria Tua itu menatap dada Lu Siyu dengan mesum dan berkata, "Jika Nona Lu Siyu menemani orang tua ini untuk satu malam aku akan mempertimbangkan untuk tidak keluar !"
"Bajingan." Lu Che merasa tidak senang dan menampar Pria Tua itu dengan keras hingga membuatnya keluar dari tempat itu.
Pria Tua itu segera lari dan mengumpat, "Sialan... tunggu saja pembalasanku saat tempatmu hancur maka itu akan menjadi akhir bagi kalian !"
Lu Siyu menghela nafas panjang dan merasa sangat jijik dengan Alkemis itu, jika bukan karena dia sangat membutuhkannya maka dia tidak akan mau memperkerjakan orang yang memiliki sikap yang buruk.
Han Sen menelangkupkan tinjunya dan memberi salam dengan sopan, dia menceritakan semuanya kepada Lu Siyu dan mengobrol untuk sementara waktu.
Lu Che menceritakan semua apa yang sudah dia lalui dihutan, namun dia tidak mengatakan pengkhianatan rekannya. Han Sen sendiri juga tidak memperdulikannya dan dia memperhatikan struktur Aura Lu Siyu.
Ras Elves terkenal memiliki kemampuan elemen kayu bawaan, namun Lu Siyu memiliki dua dan salah satunya Api yang memiliki energi kehidupan. Walaupun Han Sen memiliki batas pengetahuan di Alam Immortal, namun dia masih sangat tajam dalam menilai tubuh khusus.
__ADS_1
"Terimakasih karena sudah membantu Anak ini Senior Han Sen." Lu Siyu membungkuk dan berterimakasih dengan tulus.
Lu Che tersenyum kearah Han Sen dan berkata, "Saudara Han Sen tidak perlu menatapnya seperti itu, aku tahu kalau Kakakku adalah wanita yang sangat cantik. Jika kau ingin mengejarnya aku sama sekali tidak keberatan !"
"Jangan bertindak tidak sopan terhadap orang yang sudah menyelamatkan hidupmu !" Bentak Lu Siyu dengan malu.
Han Sen tersenyum dan berkata, "Maaf membuat kalian salah paham. Aku tidak bermaksud untuk melecehkan Nona Lu Siyu, melihat Auranya samar aku dapat merasakan elemen kayu dan api yang sangat mengagumkan. Jujur saja dia memiliki struktur tubuh yang sangat cocok dengan bakat Alkimia, aku tidak tahu standar Alkemis ditempat ini karena aku berasal dari Alam Bawah dan baru naik."
"Eh serius.... orang yang baru naik memiliki kekuatan hebat seperti ini, Saudara Han Sen bahkan bisa menendang Ular hitam tanpa kesulitan sedikitpun yang dimana Kultivator Tingkat Immortal Bumi tidak bisa melakukannya." Kata Lu Che dengan penuh keterkejutan.
"Aku tidak berbohong... setengah tahun yang lalu aku baru naik ke Alam Immortal dan terpaksa harus menambang di Tanah Suci. Aku juga memiliki keterampilan dalam menyuling dan memurnikan obat, kalau Nona Lu Siyu percaya kepadaku maka aku bisa membantu Toko ini. Tentunya semua itu tidaklah gratis !" Kata Han Sen dengan santai.
"Percaya... aku bisa memberikan Tuan Han Sen Kristal Sumber." Kata Lu Siyu yang sedikit memiliki harapan.
"Tidak... apa yang aku inginkan adalah pengetahuan umum tentang resep Alkima. Aku harap Nona Lu Siyu mau sedikit berbagi pengetahuannya denganku mengingat aku masih orang awam !" Han Sen mengajukan penawarannya.
__ADS_1