
Wanita itu menatap Han Sen dengan tajam dan berkata, "Topengmu itu cukup menarik karena dapat menyembunyikan Auranmu. Tapi itu sama sekali tidak berguna untukku, tunjukan sekarang ?"
"Tunjukan apa ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Sepertinya kau tidak akan melakukannya jika tidak dipaksa. !" Wanita itu mengangkat jarinya dan ledakan Qi yang sangat besar menyembur kearah Han Sen.
Han Sen dengan panik mengeluarkan Pedangnya dan menebas gelombang Qi itu, namun Han Sen merasakan dampak yang besar dan tubuhnya terdorong kebelakang.
"Tunjukan atau aku akan melakukan hal yang lebih mengerikan dari ini !" Perintah Wanita itu dengan ekspresi yang dingin.
"Hei... hanya karena kau wanita bukan berati aku tidak berani memukulmu. Dari tadi kau menyuruhku menunjukan sesuatu, tidak bisakah kau mengatakannya dengan jelas ?" Han Sen terlihat kesal dan tidak mengerti jalan pikiran wanita ini.
Wanita itu mendesak Qi miliknya dan Aura dingin yang ganas meledak-ledak, dua tanduk tumbuh dikepalanya dan dia melakukan transformasi.
*Groar.*
Raungan Naga menggema kesegala arah dan tekanan Binatang Suci yang kuat sangat terasa disekitar tempat itu. Naga Biru yang sangat indah dengan sosok yang luar biasa membuat Han Sen sangat terkejut.
__ADS_1
Han Sen tidak menyangka kalau dia akan melihat Naga Sejati secepat ini. Jika dibandingkan dengan Long Zhu itu sudah seperti langit dan bumi, semua Binatang Suci yang sudah bertranformasi menjadi seorang manusia berarti memiliki basis Kultivasi Immortal Emperor.
"Manusia memiliki darah dan jiwa Klan Naga, dimana kau mendapatkannya ?" Tanya Wanita itu dengan ganas.
"Sejak dulu aku memang terlahir seperti ini !" Kata Han Sen dengan jujur.
"Omong kosong." Wanita itu menyemburkan nafas Api putih yang memancarkan Aura dingin yang ekstrem.
Han Sen yang melihat hai ini buru-buru menghindar dengan merobek ruang, namun lengannya tidak sengaja terkena Api putih itu dan membeku.
"Wanita kau sudah terlalu berlebihan !" Han Sen menyerap Qi Alam dalam jumlah yang besar dan Auranya meledak.
Aliran ruang dan waktu malai kacau dan hal ini adalah pertama kali dia rasakan. Kekuatan wanita itu berkurang sangat banyak karena penindasan garis darah yang kalah jauh, dia yakin bahwa Han Sen adalah seorang Manusia namun dia dapat mengambil bentuk Naga Sejati sungguh diluar akal sehat kecuali struktur tulangnya sudah berubah menjadi Klan Naga.
Kepala mereka saling berbenturan dan Han Sen mencengkram tubuh Naga wanita itu, dia melemparkannya kebelakang dan terus mendorongnya menjauh.
Qi Alam yang ganas meledak dan Han Sen menyemburkan cahaya lima warna. Gelombang ledakan yang besar membombardir tubuh Naga Wanita itu, namun kekerasannya dari pertahanan sisik Naga membuatnya terlihat biasa saja.
__ADS_1
Untuk sekarang didalam pikiran Han Sen adalah bagaimana cara lolos darinya. Jika dia tidak salah tebak wanita itu ditekan oleh keberadaan Jiwa Naga Surgawi, namun ketika waktunya habis maka wanita itu akan menunjukan kekuatan sebenarnya dari Immortal Emperor.
Bahkan ketika garis darahnya ditekan Han Sen tidak bisa menembus pertahanannya, untuk sekarang dia bukan lawannya dan Han Sen dipaksa untuk menyerah dengan keadaan perbedaan kekuatan.
Han Sen berbalik dan wanita itu sadar dengan apa yang akan dia lakukan, " Ingin lari !"
Wanita itu menjentikkan kukunya dan sebuah kupu-kupu pelacak jiwa melesat langsung kearah Han Sen. Kupu-Kupu itu menabrak langsung punggung Han Sen dan mengembun menjadi sebuah tato.
Han Sen merobek ruang dan segera pergi menjauh dari wanita berbahaya ini. Petir diatas langit berbintang mulai menggelegar, petir itu menyambar wanita itu dan dia mendapatkan penolakan dari Hukum Surgawi.
Medan Perang Kuno bukanlah tempat yang bisa dimasuki oleh Immortal Emperor, perlahan dia kembali kewujud manusianya dan menekan Kultivasinya.
"Jenis Naga macam apa itu... jika bukan karena aku memiliki tugasku maka aku pasti akan menyeretnya kembali ke Klan Naga. Tapi untungnya aku sudah memberikan kupu-kupu pelacak jiwa, kemanapun kau pergi aku bisa datang dan membawamu pergi nantinya !" Kata Wanita itu dengan santai.
Wanita itu mengeluarkan sebuah Token dan menuangkan sedikit Qi miliknya. Token itu perlahan menghilang dan informasi ini harus dibagikan kepada Tetua lainya.
Han Sen terbang sangat jauh dan merasa kalau dirinya sudah aman. Wanita itu benar-benar sangat ganas dengan tempramen yang tidak sesuai dengan penampilannya.
__ADS_1
Han Sen tidak tahu apa yang sudah wanita itu lakukan terhadapnya. Namun dia yakin kalau pada saatnya nanti dia akan mendatanginya lagi, walaupun tidak ada niat untuk membunuh namun jika hal ini menyangkut Jiwa Naga Surgawi maka itu sama saja menyangkut hidupnya.