
Tian Yan menghela nafas dan terlihat cukup kesal dengan Han Sen. Walaupun mereka hanya untuk hiburan demi mengisi kebosanannya tapi dia tidak memiliki rencana membiarkan mereka lari.
Han Sen perlahan berdiri dan menatap Tian Yan dengan dingin. Lengan kirinya sudah tidak ada dan pertarungan ini akan menjadi lebih sulit, dia memang berencana untuk kabur namun sebelum itu dia akan memastikan bahwa Tian Yan akan mengingat namanya dengan benar.
"Sekarang mereka sudah pergi dan tujuanmu sudah berakhir. Lukamu cukup parah dan aku pasti akan menyiksamu terlebih dahulu sebelum membunuhmu !" Kata Tian Yan dengan penuh percaya diri.
"Omong kosong... aku adalah Kesombongan Surgawi Han Sen yang akan berdiri diatas semua orang. Sampah sepertimu memang unggul saat ini... mereka tidak lebih dari sekedar penghalang untukku. Sekarang aku akan mengeluarkan semua yang aku punya, bahkan jika hari ini aku bukan lawanmu maka aku akan memberikanmu ingatan tentang apa itu yang disebut rasa sakit." Han Sen berteriak dengan keras dan Auranya melonjak.
Jiwa Naga Surgawi keluar dan meraung keatas langit. Tian Yan sangat terkejut dan setelah melihat Jiwa Naga Surgawi dia hanya bisa mengingat satu hal yaitu ramalan tentang seekor Naga yang akan menghancurkan kejayaannya.
Energi Alam dalam jumlah yang sanga5mt besar ditarik masuk kedalam tubuh Han Sen, Cincin Semesta mulai berdengung dan Aura Han Sen terus melonjak keatas langit.
Luka ditubuhnya perlahan mulai pulih dan menutup, bagian tangan kirinya yang terpotong disatukannya dengan paksa. Rambutnya perlahan berubah warna menjadi putih dan Tian Yan dapat merasakan fluktuasi kekuatan yang tidak dapat dia mengerti.
"Belum cukup." Han Sen menelan 3 Pil Roh yang dapat meningkatkan kekuatannya secara paksa.
__ADS_1
"Mana mungkin aku membiarkanmu selesai !" Tian Yan melompat kearah Han Sen dan mengayunkan Pedangnya.
Namun sebuah retakan ruang secara acak mulai terbentuk. Tian Yan yang melihat hal ini segera mundur mencari jarak yang aman, dia tidak menyangka kalau Han Sen akan menimbun semua energi sebanyak itu didalam dirinya sendiri.
Han Sen melesat keatas langit dan cahaya lima warna menyembur dari tubuhnya. Han Sen menembus awan dan Auranya menjadi lebih gila, kelima elemen saling berkumpul dan energi alam memperkuatnya.
*Groar.*
Naga Lima warna dengan ukuran yang sangat besar terbentuk, sebuah tali terhubung dengan tangan kanan Han Sen dan ini adalah serangan terbaik yang dia miliki.
Kultivasi Han Sen jauh dibawahnyan namun tekad dan keterampilannya sangat luar biasa, dia mengabaikan semua kerusakan ditubuhnya dan berniat mengakhiri semuanya dengan satu serangan besar.
Tekad seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki oleh orang biasa. Bahkan mereka yang mengatakan dirinya adalah Pria terhormat dan tidak takut mati hanya sebuah omong kosong, sekarang Tian Yan hanya dapat menilai bahwa sosok Han Sen ini sangat berbahaya dan harus segera dia bunuh.
"Tinju Raja Naga Elemen." Han Sen meninju kearah Tian Yan dan Naga itu menukik kebawah dengan kecepatan yang luar biasa.
__ADS_1
Tian Yan terlihat panik dan Qi Hitam membentuk sebuah kubah. Semua Artifak pertahanan dia keluarkan dan sejujurnya dia sangat takut menerima serangan ini secara langsung.
*Boom.*
Semua penghalang Qi dan Artifak hancur dibawah Cahaya Naga Lima Warna, gelombang ledakan lima elemen menciptakan gelombang Aura yang sangat besar seperti sebuah pusaran badai.
Lubang yang sangat dalam terbentuk dan didasarnya Tian Yan benar-benar terlihat berantakan. Kelima elemen yang ganas membombardir tubuhnya dan jika dia tidak memiliki perlindungan dari Pedang Dewa miliknya maka mungkin dia akan benar-benar mati.
Bukan hanya itu saja Jiwanya bahkan mendapatkan luka yang jelas, darah berceceran disekitarnya dan dia benar-benar menderita rasa sakit sekaligus malu.
Aura membunuh Tian Yan meledak dan dengan paksa dia keluar dari dasar lubang. Darah menetes dari luka ditubuhnya dan dia mencoba mencari keberadaan Han Sen.
Namun sayangnya dia sama sekali tidak bisa menemukannya dimanapun. Bahkan Kesadaran Ilahi miliknya sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaannya seolah Han Sen sudah lenyap dari dunia ini.
"Bocah sialan... Aku akan mencarimu... merobek tubuhmu dan meminum darahmu. Jika aku tidak melakukannya maka kebencian dan rasa malu yang aku terima hari ini tidak akan pernah hilang." Tian Yan berteriak sangat keras seolah seperti Petir yang menggelegar.
__ADS_1
Segera dengan semua lukanya Tian Yan pergi mencari tempat untuk memulihkan dirinya, jika harus menebak mungkin Han Sen memiliki Array Teleportasi dan berhasil mengambil kesempatan untuk melarikan diri.