Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 44 - Latih Tanding


__ADS_3

Chai Ying keluar dari pengasingannya dan dia menerobos ke Tahap Akhir Tingkat Golden Core dengan kecepatan yang luar biasa. Bahkan kekuatan fisik dan jiwanya bisa disamakan dengan Kultivator yang berada di Alam Nascent Soul.


Han Sen melihatnya dan Chai Ying memberi hormat. Sekarang Chai Ying jauh lebih tinggi dan wajahnya terlihat bersinar dari sebelumnya, ketika seseorang menerobos bukan hanya umurnya saja yang bertambah tetapi semua ketidakmurnian didalam tubuhnya akan dibersihkan.


"Perkembangan yang bagus !" Kata Han Sen sambil menilai Chai Ying.


"Semua ini berkat Tuan." Chai Ying sedikit malu dengan Han Sen yang terus menatapnya.


Han Sen menjentikkan jarinya dan membuat sebuah penghalang yang sangat kuat, "Sekarang majulah dengan semua yang kau punya !"


Han Sen mengambil ranting pohon dan meminta Chai Ying untuk maju. Chai Ying sedikit takut jika serangannya nanti akan melukai Han Sen, lagi pula dia tidak benar-benar menggunakan Pedang dan Chai Ying sendiri memegang Artifak Pedang Tingkat Nascent Soul.


"Kau ragu hanya karena lawanmu menggunakan ranting. Apakah itu yang aku ajarkan kepadamu... jangan menilai buku dari sampulnya dan untuk memahaminya kau butuh waktu untuk membacanya. Bahkan jika kau mengeluarkan kemampuan penuhmu itu tidak akan bisa menggoresku sama sekali !" Kata Han Sen dengan niat membunuh yang meledak-ledak.


Chai Ying menelan ludah den berkata, "Kalau begitu Gadis ini akan sedikit lancang !"

__ADS_1


Aura Chai Ying meledak dan dalam sekejap sosoknya menghilang, kilatan cahaya yang sangat kuat melesat kearah Han Sen dan Pedang diayunkan langsung kelehernya.


Han Sen tersenyum dan puas dengan kemajuan Chai Ying, namun segera dia mengayunkan ranting dan Qi Pedang yang sangat kuat mendorong kembali Chai Ying.


"Sekarang coba kau hindari serangan ini !" Han Sen mengayunkan rantingnya dan bilah Qi Pedang yang cukup kuat melesat kearah Chai Ying.


Chai Ying tidak memiliki kesempatan untuk menghindar dibawah kecepatan Bilah Qi Pedang, dia menahannya dengan Badan Pedang yang dilapisi dan darah menyembur dari mulutnya.


"Pedang Aliran Cahaya." Chai Ying memusatkan Qi miliknya dan Auranya menyembur.


Dua Qi Pedang dengan Atribut Cahaya emas terbentuk dan samar-samar Han Sen dapat merasakan niat Pedang yang menakutkan. Tubuh Dao Pedang bukanlah sekedar omong kosong bahkan di Tingkatan yang sekarang Chai Ying dapat memunculkan sedikit Niat Pedangnya.


Namun Chai Ying dapat menggunakan Niat Pedangnya hanya dalam satu bulan pelatihan, keuntungan fisiknya dapat membuatnya mencapai tahap yang sekarang dan ini bisa disebut sebagai jenius yang terlahir alami dengan bakat.


Kedua Qi Pedang melesat kearah Han Sen dengan kecepatan yang luar biasa. Han Sen tidak memiliki pilihan lain dan maju kedepan sambil menghindari Qi Pedang, namun kedua Qi Pedang itu terus mengejarnya dan Han Sen memusatkan Qi miliknya.

__ADS_1


*Bang... Bang...*


Han Sen menghalau kedua Qi Pedang dan dengan kecepatan yang luar biasa dia sudah berdiri didepan Chai Ying. Ujung ranting berada tepat dilehernya dan Han Sen tersenyum puas.


"Memadatkan dua bentuk Qi Pedang Cahaya dalam waktu sesingkat ini. Bakatmu layak mendapatkan pujian, tapi sayangnya kau masih terlalu polos dan belum memiliki keterampilan nyata dalam bertarung. Teknikmu memang kuat namun kelemahannya sangat jelas dimana semakin cepat aku menghancurkannya maka kekuatan penuhnya tidak bisa ditampilkan."


Han Sen menurunkan tangannya dan berkata, "Kau harus belajar sendiri untuk menutupi kekuranganmu. Niat membunuh dan penilaianmu masih kurang, untuk mempelajari kekuatan yang nyata maka seseorang harus memiliki pemahaman penuh dengan Seni Beladiri miliknya sendiri."


"Baik Tuan." Chai Ying tersenyum dan akan mengingat baik-baik ajaran Han Sen.


Sesuai dengan harapannya bahwa Tuan yang dia ikuti sangat kuat. Chai Ying merasa senang dengan hanya mengikutinya dan jalannya masih sangat panjang untuk mendapatkan pengakuan.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan segera Chai Ying berlari untuk melihat tamu yang datang mengunjungi mereka. Tamu itu adalah Liang Yu dan Han Sen memintanya untuk masuk.


"Kau bersembunyi cukup bagus... bahkan untuk mencarimu saja membuatku sangat kesulitan !" Kata Liang Yu dengan kesal.

__ADS_1


"Ho... apa yang dilakukan Tuan Kota Kayu ditempat ini. Apakah ada sesuatu yang menarik sampai membuatmu datang sendiri secara pribadi ?" Tanya Han Sen dengan santai.


"Sesuai harapanku... kau bahkan dapat lolos dari kedua orang itu. Tapi sekarang masalahnya berbeda... Lihatlah ini dan kau akan tahu apa maksud dari kedatanganku !" Liang Yu memberikan sebuah kertas dengan lambang Kerajaan.


__ADS_2