Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 103 - Monster


__ADS_3

Yao Wu, Liu Shuang dan Chai Ying bersorak untuk serangan balik Han Sen yang luar biasa. Pan Song dan Wu Sue memegang kepalanya dan sekarang Han Sen sudah menjadi sesuatu yang mengerikan dihati mereka.


Han Sen mengerutkan keningnya dan berkata, "Cincin semesta kelima buka !"


Aura Han Sen sekali lagi melonjak dan Gu Heng terjatuh ketanah dengan ekspresi ketakutan, dia hanya Kultivator yang berada di Tahap Menengah Divine Transformasi namun pancaran kekuatan Han Sen bahkan lebih mengerikan.


"Kalian semua jangan takut... kita hadapi dia bersama-sama !" Teriak Luo Feng dengan keras.


Semua orang mengangguk dan memberanikan diri mereka. Bentuk Jiwa mereka saling menyatu satu sama lain dan membentuk sebuah rantai yang melesat kearah Han Sen.


Luo Feng tahu benar kalau Jiwa Beladiri Han Sen sangat kuat, walaupun dia tidak tahu bentuknya tapi kekuatan 8 orang yang berada di Alam Divine Transformasi ini seharusnya bisa menahannya dengan benar.


Liang Jie dan yang lainya membuat sebuah penghalang besar. Semua ini sudah direncanakan oleh Han Sen dan mereka tidak mampu untuk membantunya sama sekali.


Han Sen diikat oleh rantai jiwa dan semua lawannya tersenyum percaya diri. Bahkan seorang Kultivator Tahap Awal Divine Sea membutuhkan beberapa waktu untuk melepasnya dan ini adalah kesempatan untuk membunuh Han Sen.

__ADS_1


Delapan orang bergegas maju tanpa instruksi dari Gu Feiyan, mereka ingin mengambil piala dan penghargaan untuk mengambil kepala orang kuat seperti Han Sen untuk diri mereka sendiri.


Han Sen menghentakkan kakinya dengan keras dan perlahan rantai Jiwa itu mulai berbunyi, "Seni Beladiri Peringat Surga... Raungan Naga Kematian."


*Groar.*


Han Sen meraung dengan keras dan menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat. Raungan Han Sen menciptakan sebuah badai yang dapat membuat pohon-pohon berterbangan.


Raungan itu disertai dengan kekuatan jiwa yang sangat kuat, satu persatu delapan orang itu jatuh dan jiwa Beladiri mereka dihancurkan bersamaan dengan Laut Kesadaran Ilahi mereka dan hanya Gu Heng sendiri yang masih hidup namun lukanya sangat parah. Luo Feng dan Gu Feiyan dipaksa untuk berlutut, kekuatan jiwa mereka lebih kuat dari delapan orang itu namun Laut Kesadaran Ilahi mereka seolah mendidih karena raungan Han Sen yang mengerikan.


Kedua tangan Han Sen berubah menjadi cakar Naga Surgawi yang mengerikan. Segera dia melesat kearah Luo Feng dan Aura membunuhnya meledak-ledak.


Luo Feng merasakan tekanan yang luar biasa dan dengan segala kemampuannya dia mengayunkan palunya. Han Sen menangkapnya dengan lengan kirinya dan meremasnya sampai hancur berkeping-keping.


Cakar yang tajam menusuk dadanya dan Luo Feng menyemburkan darah segar. Jiwa Naga Surgawi menarik Jiwa Naga Bumi yang ketakutan dan mengurungnya ditubuh Han Sen.

__ADS_1


Pecahan cahaya keluar dari tubuh Luo Feng dan berniat untuk melarikan diri. Namun Atribut Kegelapan Han Sen segera mengurungnya dan tidak berniat membuatnya kabur.


"Terimakasih." Han Sen mendengar suara didalam kepalanya dan sangat terkejut.


Namun dia segera fokus kepada Luo Feng dan berkata, "Ini adalah akibat jika kau berani memprovokasi diriku. Bahkan jika kau berlindung dibelakang salah satu Sekte Besar, jika aku menginginkan nyawamu maka tidak akan ada seorangpun yang bisa menghentikanku !"


"Jangan kurang ajar Bocah sialan !" Teriak Luo Feng yang mencoba meloloskan diri.


"Bahkan jiwa dari tubuhmu mengucapkan terimakasih kepadaku. Seharusnya kau malu merebut tubuh seorang bayi hanya karena bayi itu memiliki Jiwa Naga Bumi dan menjadikannya wadahmu. Lalu kenapa jika kau Kultivator Alam Virtual, bagiku kau adalah sampah yang tidak berguna. Aku akan menyiksamu perlahan-lahan sebagai bentuk pembalasan dendam dari Jiwa seorang Bayi yang sudah kau hancurkan." Teriak Han Sen dengan penuh kemarahan.


Segera dia mengeluarkan sebuah kalung giok berwarna merah. Han Sen memasukan Jiwa Luo Feng kedalam sana dan Api Merah secara perlahan membakarnya, Han Sen paling tidak suka dengan keberadaan orang seperti Luo Feng dan dia akan mengembalikan semua apa yang sudah direbut.


Semua orang terkejut dengan kebenaran ini dan Han Sen berjalan kearah Gu Feiyan, "Aku tidak terlalu suka membuly orang lemah sepertimu, menyerah sekarang dan aku akan mengampuni hidupmu atau kau lebih memilih mati menemani mereka semua. Putuskan sekarang pilihan mana yang akan kau ambil !"


Gu Feiyan merasa sangat kesal dan Han Sen tanpa perasaan membenturkan kepalanya ketanah dengan keras. Dirinya sudah cukup baik karena memberikan beberapa dari mereka kesempatan untuk hidup, namun dia harus tetap menanamkan rasa takut agar mereka tidak berbuat ulah dimasa depan.

__ADS_1


__ADS_2