
Perjanjian pertarungan sampai kepada Han Sen dan dia tidak terlalu mempermasalahkannya, hal ini hanya masalah mengundur waktu dan Han Sen akan menerima tantangan Shao Yan.
Banyak orang dari kubu mereka yang menolak hal ini, maksud Shao Yan sudah sangat jelas dan jika Han Sen tidak mengambil tindakan sekarang maka Pasukan musuh akan bertambah lebih banyak.
Namun Han Sen tidak memperdulikan pendapat orang lain dan lebih memilih untuk bermain dengan kelima Istrinya. Long Zhu dan Zhong Qing juga mengabaikannya, mereka tahu benar sikap Han Sen dan mereka sendiri juga tidak jauh darinya.
Melawan musuh yang setengah-setengah tidaklah menyenangkan sama sekali. Bagi mereka yang berada dipuncak ini adalah pertarungan yang menyangkut harga diri, ketika musuh memutuskan untuk berduel maka hasilnya mereka hanya menggunakan kekuatan mereka sendiri.
Tidak ada strategi ataupun siasat licik dalam duel ini, semuanya murni ditentukan siapa yang terkuat dan pantas berada diposisi pertama sebagai sang penguasa Alam Mistik.
Yao Wu dan Qing Lian memutuskan untuk keluar terlebih dahulu. Han Jing dan Han Qing dirawat oleh Yao Wu sedangkan Qing Lian akan menyiapkan Pasukannya.
Liu Shuang, Chai Ying dan Yun Zhi tetap tinggal untuk menemani Han Sen yang tak kenal lelah, mereka bertiga berada dibawah penindasannya dan secara bergantian memuaskannya.
Chai Ying bersandar ditubuh Han Sen dan berkata, "Suamiku... biarkan kami istirahat sebentar !"
__ADS_1
Han Sen mencium leher Chai Ying dan mengusap pinggangnya yang ramping, "Setelah berlatih ditangga Naga kalian bertiga hanya memiliki sedikit kemajuan. Untuk membuat Yao Wu dan Qing Lian benar-benar hamil aku membutuhkan waktu setengah tahun, ini baru sebulan dan kalian ingin menyerah semudah itu ?"
Yun Zhi berbaring lemas ditanah dan berkata, "Kau bahkan tidak memiliki waktu setengah tahun, bulan depan kau akan bertarung dan Suamiku harus menjaga staminanya."
"Benar sekali... sepertinya kita membutuhkan Saudari tambahan untuk mengatasinya." Kata Liu Shuang sambil mengangkat tangannya.
"Jangan bicara seolah aku mengumpulkan bunga indah dari berbagai tempat untuk diriku sendiri." Kata Han Sen dengan kesal.
Mereka bertiga menertawakan Han Sen dan tidak tahu lagi harus berkata apa. Sebagai Pria yang hebat dengan gelar Kesombongan Surgawi, Han Sen sangat buruk dalam urusan wanita.
Han Sen sendiri tidak peduli dengan semua itu, dia melompat ketengah danau dan membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian yang baru.
Chai Ying mengeluarkannya dan Han Sen memutuskan untuk bermain dengan kedua Anaknya sebelum berangkat. Han Sen juga membuat sebuah Token dan memberikannya kepada Qing Lian, tanda jiwanya masih ada didalam Token itu dan nantinya itu akan menandakan apa dia sudah mati atau tidak.
Seminggu sebelum pertarungan semua Pasukan sudah berkumpul yang dikomandoi oleh para petinggi. Mereka semua menunggu Han Sen berbicara dan sudah sepenuhnya siap untuk berangkat.
__ADS_1
"Aku tidak tahu hal apa yang sudah mereka siapkan untuk kalian. Jalan yang kita ambil akan berbeda, tapi intinya kita harus menang dalam pertempuran kali ini. Aku dengar mereka menculik orang biasa tanpa pandang bulu, aku tidak tahu apa yang mereka lakukan terhadap mereka namun yang pasti jika mereka dapat diselamatkan maka selamatkan saja." Kata Han Sen dengan tegas.
Semua orang mengangguk dan kali ini mereka harus melupakan dendam lama dan bekerjasama seperti apa yang sudah mereka sepakati. Klan Emosi memiliki rencana yang gila dan mereka tidak bisa membiarkannya begitu saja.
Bei Xuan dan jenius Ras Manusia dan Monster bahkan tidak bisa membayangkan kalau Han Sen akan menjadi penentu. Kesombongan Surgawi Han Sen menduduki peringkat pertama dan musuh memberikan perhatian kepadanya sebagai orang yang berbahaya, duel yang mereka lakukan nantinya akan menentukan siapa yang selangkah lebih jauh untuk menjadi penguasa.
"Kita sudahi sampai disini... aku akan berangkat dan semoga kalian tidak mendapatkan banyak kerugian." Han Sen mendesak Qi Alam miliknya dan Aura yang luar biasa meledak-ledak dari dirinya.
*Groar.*
Jiwa Naga Surgawi yang perkasa meraung dengan sangat keras. Bahkan mereka tiga Binatang Suci sedikit merasakan tekanan dari Jiwa Naga Surgawi, Han Sen melesat kedepan dan mengambil arah ke Wilayah Terpencil.
"Bersiap untuk berangkat !" Bei Mo mengomandoi pasukan dan bersiap untuk berangkat ke Wilayah Ras Manusia.
Gu Feiyan juga melakukan hal yang sama dan setelah beberapa waktu mereka semua pergi dengan armada besar mereka.
__ADS_1