Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
KESUCIAN SYAHADAT SS 2 BENCANA DI SIANG BOLONG


__ADS_3

"BACA INI DENGAN JELAS!!!!!!!!" ucap Margaretha dengan Kasar. Sambil melempar satu bendel kertas ke arah tubuh Baihaqi.


Dengan sigap Baihaqi pun mulai membuka dan membaca isi kertas tersebut.


"Apa yang terjadi Mas Bai?" tanya Aisyah dengan lembut.


Wajah Baihaqi yang tenang pun seketika memperlihatkan kebingungan dan keterkejutan karena kaget, bukan karena rasa bersalah seperti yang dituduhkan oleh Bu Margaretha.


"Apa maksud anda Bu Margaretha?" tanya Baihaqi lembut.


"Apa tulisan itu belum membuatmu mengerti?" tanya Bu Margaretha pelan.


Baihaqi pun membaca ulang kembali tulisan di kertas itu dengan seksama.


Ada Kops Surat Rumah Sakit, ada hasil USG yang menunjukkan positif hamil dengan usia kandungan lima minggu dan ada tanda tangan dokter kandungan yang memeriksa sebagai otoritas.


"Maksud anda Anggie positif hamil?" tanya Baihaqi dengan tenang.


Aisyah mendegar kata kata yang sensitif pun langsung menoleh dan mengambil kertas dari tangan Baihaqi dengan paksa. Aisyah membaca satu per satu kata demi kata yang ada di dalam kertas tersebut tanpa terlewatkan.

__ADS_1


Raut wajah Aisyah pun berubah merah padam, hingga tubuhnya pun terasa aura yang sangat mendidih.


"Lalu apa urusannya dengan suamiku?" tanya Aisyah dengan sopan.


"Sudah seharusnya dia bertanggung jawab atas kehamilan anak saya. Berani berbuat maka berani bertanggung jawab." ucap Bu Margaretha dengan lantang dan keras.


Ada beberapa tetangga yang mengintip keributan yang berasal dari rumah Baihaqi.


Tidak ada angin, tidak ada hujan, bagaikan petir menyambar di siang bolong. Kedua mata Aisyah pun mendelik dan membuka mendengar ucapan Bu Margaretha yang begitu keras dan lantang.


Baihaqi pun memegang tubuh Aisyah yang terhuyung karena lemas.


"Aku paling tidak suka melihat drama. Selesaikan urusanmu dengan anakku Nastiti. Nikahi dia atau aku akan melaporkan kepada pihak kampus." ucap Bu Margaretha dengan kasar dan mengancam.


"Katakan Anggie... katakan itu tidak benar. Jangan berdusta atas nama Allah SWT. Katakan Anggie." ucap Baihaqi pelan.


"Aku mencintaimu Pak Baihaqi.... Maafkan aku.... " ucap Anggie dengan isak tangis dan pergi meninggalkan teras itu menuju mobil yang terparkir di ujung jalan itu.


Ada beberapa bodyguard Bu Margaretha yang telah disewanya untuk berbuat tidak baik bila Baihaqi menolak keputusan Bu Margaretha.

__ADS_1


"Aku ingin tes DNA. Itu keputusanku." ucap Baihaqi memandang tajam ke arah Bu Margaretha.


"Lalu anakku akan dipermalukan banyak orang karena mengandung di luar nikah, dan Ayahnya tidak mau mengakuinya. BEGITU MAKSUDMU!!!" ucap Bu Margaretha kasar.


Baihaqi hanya terdiam seribu bahasa, keterkejutannya membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih.


"Besok aku akan ke rumah mu Bu Margaretha, kita selesaikan masalah ini baik baik dan secara kekeluargaan." ucap Aisyah dengan lembut.


"Baiklah Aku tunggu, bila kamu berbohong, lihatlah lusa, nama Suamimu yang alim ini sudah buruk di mata kampus." ucap Bu Margaretha dengan lantang dan masih mengancam.


Hatinya teriris perih, rasa pedih di matanya ingin menumpahkan semua air matanya saat ini juga.


Baihaqi hanya menatap kosong ke arah Aisyah. Pikirannya jadi berkecamuk tidak menentu. Bagaimana Baihaqi harus bersikap, entah kesal, marah atau bagaimana. Hanya satu yang Baihaqi pikirkan, bagaiman perasaan wanita di hadapannya.


"Apa yang kamu pikirkan Suamiku?" tanya Aisyah dengan lembut.


Bencana apa? ujian apa? kenapa ini terasa sulit dan berat bagi Aisyah. Siapa yang harus Aisyah percaya saat ini?.....


JAZAKALLAH KHAIRAN

__ADS_1


Maaf hanya up sedikit, banyak kegiatan RL yang harus author jalankan.


__ADS_2