Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 47 PENGAKUAN ZHEIN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


"Biarkan aku bercerita dulu sampai selesai, dan jangan kamu sanggah ucapanku." ucap Zhein pelan.


Jujur Zhein merasa sangat berdosa, ada banyak hal yang sebenarnya ingin Zhein kubur dari masa lalu buruk itu. Tapi lambat laun, entah dari siapa Suci pasti akan mengetahuinya, dan itu menyakitkan. Lebih baik aku bercerita dari secara jujur. Apapun yang terjadi nantinya, akan ku pasrahkan pada Allah SWT.


"Baik mas, Suci paham, Suci akan mendengarkan semuanya dengan baik, tanpa pertanyaan dan tanpa sanggahan." ucap Suci pelan.


Hatinya sudah tidak sabar menunggu cerita jujur dari Zhein. Semoga saja apa yang diceritakan tidak menyakitiku, tapi bila itu menyakitiku setidaknya aku harus legowo menerima, karena kejujurannya. Selanjutnya akan kupasrahkan kepada Allah SWT.


Mereka sama sama memasrahkan kepada Allah SWT. Kata kata yang bijak, namun sulit untuk dilaksanakan.


"Kakekku bernama Prayogo, beliau memiliki dua anak laki laki, yang pertama Pakde Yuda dan istrinya Latifa, memiliki dua anak bernama Siska dan Dimas. Anak kedua kakek Prayogi itu adalah abiku Muhammad Faiz.


Kakekku berhubungan baik dan bekerja sama dalam membangun bisnisnya bersama Keluarga Subroto.


Kakek Subroto memiliki dua anak perempuan yang pertama adalah Tante Anissa dan suaminya Om Faisal dan memiliki anak bernama Kinanti, dan anak yang kedua bernama Tante Nafisa dan suaminya Om Arif memiliki anak bernama Yasinta.


Niat awal kakekku ingin menjodohkan Abi dengan salah satu anaknya. Pada saat itu Abi sudah dijodohkan dengan gurunya di Ponpes secara ta'aruf dengan bunda Jihan. Singkat kata perjodohan itu gagal.


Kakekku tetap ingin mempunyai keturunan dari sahabatnya itu.


Awalnya kakakku yang akan dijodohkan dengan Kinanti ataupun Yasinta. Tapi kakakku menolaknya dengan tegas dengan alasan mencintai anak pemilik Ponpes dimana Mas Alan mengabdi, dan sudah direstui oleh Keluarga Besar Ponpes tersebut.


Nah, tinggal aku yang masih Single, aku pun di jodohkan dengan Kinanti, karena kita seusia dan kita satu sekolah. Kinanti itu bersahabat dengan Siska.

__ADS_1


Rahasia besar terbongkar dikeluargaku, ternyata Pakde Yuda itu hanyalah anak angkat Kakek Prayogo, karena waktu itu nenekku belum juga dikaruniai anak.


Dulu aku anak yang nakal, bandel dan cuek. Perjodohan itu membuat aku semakin malas berada dirumah. Mungkin bunda pernah cerita bagaimana kenakalanku, kenakalan masa remaja. Aku suka dugem, suka balapan, suka mabuk. Aku frustasi karena perjodohan itu. Jujur waktu itu aku punya pacar, dan aku memang suka berganti-ganti pacar. Beda dengan Kinanti, dia sangat senang dengan perjodohan itu. Dia sama sepertiku, suka dugem, suka mabuk. Sebelum kita tahu akan dijodohkan aku dan Kinanti berteman baik, karena sahabat Siska. Lebih parahnya lagi setelah Siska tahu kita tidak ada hubungan darah, dia terobsebsi padaku. Hingga persahabatan Kinanti dan Siska pun berakhir karena aku.


Dan dosaku yang paling berat, aku pernah tidur dengan Kinanti. Waktu itu aku dijebak oleh Siska, niat Siska mencampurkan obat perangsang pada minuman yang diberikan kepadaku untuk bisa tidur denganku dan aku harus bertanggungjawab. Niat buruk Siska ini tercium oleh Kinanti, Kinanti menolongku dan membawaku pergi dari tempat laknat itu, hingga aku tidak sadarkan diri, dan menurut pengakuan Kinanti hal itu terjadi.


Tadinya aku ingin bertanggung jawab, aku juga merasa takut bila Kinanti hamil karena perbuatan itu. Aku mencari informasi dari teman temanku tentang Kinanti dan kebenaran tentang malam kejadian itu.


Tidak ada fakta lain dan informasi apa pun yang aku dapatkan.


Akhirnya aku menyetujui perjodohan itu karena rasa bersalahku. Acara pertunangan pun akan dilakukan setelah lulus SMA, dan pada saat itu baru awal kelas 3 SMA.


Berjalannya waktu, ternyata Kinanti tidak hamil, aku juga bukan laki laki bodoh yang menerima ancaman dari wanita. Walaupun aku nakal, aku tetap ingin wanita yang baik. Aku ceritakan semua dengan bunda, dan aku memutuskan rencana pertunangan itu. Karena aku melihat Kinanti dengan pria lain , tidak lain pemilik club malam itu. Menurut informasi, Kinanti adalah kekasih Kevin pemilik club malam itu.


Semua bukti aku kumpulkan dan aku berikan kepada bunda untuk memutuskan semuanya. Abi ku syok, dan masuk rumah sakit tidak lama Abi meninggal karena penyakit jantungnya.


Sejak Abi meninggal aku pergi dari rumah dan mengabdi di Ponpes.


Itu ceritaku Suci, mungkin aku sudah tidak perjaka lagi karena perbuatan dosa itu. Dan sekarang Kinanti datang lagi ke kehidupanku. Aku takut dia berbicara yang tidak tidak yang tidak sesuai kenyataan.


Kalau kamu ingin marah aku terima kemarahanmu, kalau kamu kecewa, aku pun menerima kekecewaanmu. Tapi satu hal jangan pernah tinggalkan aku, dan jangan pernah kamu meminta cerai dariku, Itu tidak akan aku lakukan sayang." ucap Zhein dengan mata berkaca-kaca.


Hati Suci mendengar pengakuan Zhein pun ikut teriris, dia begitu tegar menghadapi kenyataan itu. Hal yang paling membuatnya merasa bersalah adalah kematian Abinya. Zhein terpuruk hingga harus menenangkan diri mengabdi di Ponpes.


Hanya Suci penguat Zhein saat ini, tempat bersandar ternyaman adalah bersama istrinya.


"Tidak ada yang perlu kamu tangisi mas, penyesalan selalu datang terlambat, tapi bertobat tidak akan pernah ada kata terlambat. Ada aku yang selalu disampingku, mendampingiku setiap suka ataupun duka menghampiri kita. Kita akan selalu bersama mas, apapun rintangan yang akan kita hadapi nanti." ucap Suci menguatkan Zhein.

__ADS_1


"Kamu memang istri terbaik sayang. Hatimu sungguh mulia. Aku bangga memiliki istri sepertimu." ucap Zhein pelan.


Kejujuran adalah dasar penentu keutuhan rumah tangga.


Sakinah, mawaddah, warahmah itu mudah di ucapkan tapi angel (susah) untuk dicapai. Jika ingin mencapainya kedua mempelai harus melakukan beberapa hal.


Ada lima hal yang perlu dilakukan suami-isteri untuk mencapai sakinah, mawaddah, warahmah dalam berumah tangga.


Yang pertama, saling memaafkan apabila ada kesalahan atau salah paham.


Kedua, saling menghormati yang meliputi banyak hal di antaranya menghormati kesibukan masing-masing, menghormati hal yang tidak disukai dan lain sebagainya. 


Ketiga, saling melindungi dan mengingatkan untuk kebaikan atau bila dalam khilaf.


Keempat yaitu saling musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan melakukan sesuatu.


Terakhir atau yang kelima yaitu saling menjaga diri.


Lima hal tersebut bila dilakukan dengan baik dan dilaksanakan dengan penuh komitmen maka keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah bukan hal yang sulit lagi.


Tujuan pernikahan adalah untuk menenangkan hati serta pikiran dan akan bisa terwujud dengan sendirinya bila lima hal ini sudah dilakukan.


Jika semua lima hal tadi dilaksanakan, Insyaallah akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, amin.


-------------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR

__ADS_1


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


__ADS_2