Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 38 TIDAK TERTUNDA LAGI


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


Berakhir sudah perjalanan panjang yang sangat melelahkan. Semua orang beristirahat karena lelah dan capek, bayangkan harus duduk di dalam mobil selama empat jam. Tapi perjalanan panjang kali ini terasa menyenangkan, karena aku selalu dalam dekapan suami, diperhatikan mama, ada bunda yang lemah lembut. Semua obrolan menjadi terasa hidup. Satu hal yang dibahas adalah, keinginan mama untuk menjadi muslimah kembali. Salah jalan yang harus ditempuh dimasa lalu membuat penyesalan teramat sangat dan kebodohan yang tidak bisa termaafkan. Mama bersyukur dan mengambil hikmah dari semua kejadian yang akhir akhir ini menimpa hidupnya. Suami yang mama banggakan pun tidak bisa selalu menjadi pendamping yang setia. Disaat mama terpuruk seharusnya ada papa yang menguatkan bukan meninggalkan, tapi dulu disaat membutuhkan mama, nama dengan rela melepaskan keyakinannya untuk bisa selalu bersama papa, untuk bisa meraih apa yang diinginkan papa. Jodoh itu pasti akan dikelompokkan, wanita yang baik akan dipertemukan dengan lelaki yang baik, begitu sebaliknya wanita yang tidak baik akan dipertemukan dengan lelaki yang tidak baik pula. Aku bersyukur mendapatkan suami seperti mas Zhein, belia sungguh paham agama, paham adab berumah tangga dan sayang kepada keluarganya. Mas Zhein selalu ada selama proses Hijrahku dalam mengenal Islam. Ini semua sudah menjadi bagian kehidupanku dan takdirku. Walaupun aku dulu begitu menginginkan mas Fathan tapi ternyata bukan jodohku. Proses pendewasaan itu terletak pada diri sendiri, bagaimana menyikapi suatu masalah dengan bijak, memandang dari sudut pandang yang berbeda bukan dengan rasa ego yang tinggi dan dikuasai oleh nafsu.


BUAH DARI KESABARAN ADALAH KESUKSESAN.


"Sayang, kamu belum tidur juga, dari tadi didepan kaca aja, sudah cantik sayang, sini temani mas tidur, masa iya Lelaki halal gini dianggurin?" ucap Zhein menggoda suci yang dari tadi melamun.


Suci menoleh ke arah Zhein dan tersenyum dengan manis. Suci pun berdiri dan berjalan menuju ranjang untuk beristirahat. Suci pun duduk dihadapan Zhein dengan menggunakan baju yang sedikit tipis dan bagian dada terbuka. Seakan menantang untuk melakukan malam pertama yang selalu tertunda.


"Mas, aku lagi mensyukuri semua karunia Allah SWT, semua perjalanan hidupku hingga bertemu kamu dan bunda. Tidak akan ada yang mengira bukan kejadiannya seperti ini, sudah seperti sinetron. Banyak hal yang aku pelajari hikmah dari semua perjalanan hidupku dari lahir hingga saat ini. Aku sudah tidak peduli siapa ayahku, tapi kalau boleh aku meminta, aku hanya ingin tahu siapa dia. Kalau Allah SWT mengijinkan mungkin kita semua bisa berkumpul bersama." ucap suci pelan sambil mengelus-elus pipi Zhein, dan mengecupnya. Entah kenapa Suci mulai berani mencium pipi Zhein, terakhir mengecup bibir zhein seperti sedang menggoda singa yang sedang kelaparan. Zhein hanya terdiam, istrinya mulai berani, baginya itu suatu anugerah berarti ada cinta diantara mereka.


Usapan lembut tangan Suci dipipi Zhein membuat nafsu Zhein menjadi bergairah. Dipegangnya tangan suci yang berada di pipi Zhein kemudian diciumnya punggung tangan suci dengan lembut. Kemudian Zhein membalas kecupan dipipi suci dan dibibir suci dengan sedikit ******* dan mengginggit kecil.


Kecupan ditangan suci pun membuat suci merasakan perasaan aneh itu kembali memuncak, perasaan seperti menginginkan lebih dari sekedar kecupan ditangan. Ditambah lagi ciuman bibir itu yang membuat suci menginginkan lagi, lagi dan lagi. Bibirmu sudah menjadi candu ku mas.


"Jangan membuatku menginginkan lebih dari ini suci, kamu tahu sentuhanmu itu membuat adik kecilku bereaksi." ucap Zhein menggoda, menarik suci dalam pelukan mesranya dan mulai mengecup pipi suci dengan semangat.

__ADS_1


Suci pun mulai hanyut dengan kecupan kecupan basah diseluruh wajahnya, kecupan tulus dengan sedikit nafsu yang tidak terkontrol.


"Kalau memang tujuan kita ibadah, kenapa aku harus menggodamu? tanpa kamu meminta pun aku akan menawarkannya untukmu mas." ucap suci manja sambil mengedipkan satu matanya tanda setuju.


"Kamu tidak lelah untuk melayaniku suci? kalau aku minta sampai pagi gimana?" ucap zhein menggoda suci.


"Kalau itu membuatmu senang, bahagia dan puas aku akan menurutinya, tapi apa iya akan kamu lakukan sedangkan aku sudah merasa kepayahan?" ucap suci bernegosiasi kembali mencium bibir zhein sebelum menjawab pertanyaan suci.


Zhein pun mulai mencium bibir suci dengan lembut dengan hisapan hisapan yang membuat suci menggelinjang nikmat. Sentuhan bibir Zhein sudah mulai berjalan mengabsen kulit mulus suci, hingga terhenti sejenak saat berada dipuncak gunung kembar untuk meninggalkan sedikit jejak jejak merah tanda kepemilikan. Sungguh nikmat bercinta disaat sudah dihalalkan.


Tubuh suci hanya menggelinjang menerima sentuhan, kecupan, hisapan dan bahkan gigitan kecil yang membuat Zhein gemas karena mengagumi karunia Allah SWT melalui keindahan tubuh istrinya itu.


"Malam pertamaku selalu tertunda, kemarin itu siang pertama, aku ingin malam ini kita benar benar bisa merasakan kepuasan seperti apa bila suami istri itu telah halal. Jangan malu ungkapkan jika kamu masih menginginkannya, kepuasan juga terletak pada kejujuran bukan sekedar melayani" ucap Zhein berbisik di telinga suci, membuat hembusan nafas itu kembali meningkatkan gairahnya.


"Kamu siap sayang? aku ingin mengajak adikku berjalan jalan ke gua sempit yang sudah kurindukan." ucap Zhein sambil tersenyum.


"Iya mas, suci siap." ucap suci senang. Sambil memejamkan mata, dan berdoa agar usahanya mendapatkan keturunan pun segera dikabulkan oleh Allah SWT.


Semua keringat sudah membasahi sekujur tubuh, benar benar sudah basah, membuat birahi semakin membuncah, tarik ulur yang dilakukan Zhein sengaja dilakukan ingin melihat sang istri yang begitu menikmati permainannya. Sesekali mereka mengerang, sesekali mereka menghembuskan nafas kasar, menahan semua rasa nikmat itu agar tidak segera pergi. Tak terasa sudah dua jam yang lalu mereka melakukan pemanasan dan permainan tarik ulur mereka. Badan mereka mulai menegang merasakan sensasi kenikmatan puncak klimaks mereka bersama dan....

__ADS_1


"Arghhhhhhhh suci....." ucap Zhein setengah berteriak melampiaskan semuanya nafsu dan klimaksnya.


Ada semburan hangat memenuhi gua sempit itu, membuat suci merasakan bahagia melihat suaminya bisa menyalurkan hasratnya sampai puncak klimaksnya.


Zhein yang sudah lemas, mencium pipi dan bibir suci dengan lembut.


"Terima kasih sayang, kamu sudah melayaniku dengan baik. Ini semua akan menjadi candu bagiku." ucap Zhein dengan lembut dan masih berada diatas suci.


"Sama sama sayang, inget proyek bikin cucu, jangan kecewakan bunda dan mama." ucap suci mengingatkan.


"Iya sayang aku ingat, paling bisa nih kalau merayu." ucap Zhein sambil turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat ini sudah pukul 02.00, mau tidak mau harus mandi junub, kemudian melaksanakan sholat tahajud.


Rasa cape pun mulai terasa, dan mereka tertidur hingga waktu subuh.


---------------------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA

__ADS_1


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


__ADS_2