
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
KETIKA KITA BERDOA MEMINTA YANG TERBAIK, LALU KEMUDIAN KITA MENGALAMI SEBUAH KEHILANGAN, MAKA BERSYUKURLAH SEBAB TIDAK LAMA LAGI, DOA KITA AKAN DIKABULKAN
"Assalamualaikum... " ucap umi Fathan mantap.
"Waalaikumsalam..." ucap Bude Ameera dari dalam rumah.
"Masya Allah umi Khadijah, silahkan masuk, ini anaknya umi?" ucap ameera sambil mempersilahkan masuk.
"Ameera apa kabar? Iya ini anakku Fathan. Ibu Atmojo ada?" ucap umi Khadijah lembut.
"Aku baik Umi, alhamdulillah. Ganteng banget ini anaknya. Ibu ada, sebentar aku panggilkan, ayok silahkan duduk." Ameera pun memanggil ibu mertuanya, untuk memberitahu kedatangan ibu Khadijah dan anaknya.
"Assalamualaikum Khadijah... ada apa Nak, malam malam datang, Ibu sudah baikan dan Larasati kemarin datang ikut mengantarkan Suci ke kota Y. Ada apa sayang?" ucap ibu Atmojo pelan.
"Waalaikumsalam Alhamdulillah kalau ibu sudah sehat. Khadijah ingin menjalin silaturahmi Ibu. Kalau Khadijah tahu Larasati datang, Khadijah kemarin mampir kemari Ibu."
"Ini anakmu Khadijah? ganteng sekali seperti abinya. Tapi dia itu mirip siapa ya. Seperti wajahnya agak familiar. Ah sudahlah.... Ameera minumnya mana sayang." ucap ibu Atmojo memanggil ameera.
"Ini Ibu, umi dan Nak Fathan maaf ya lama. Silahkan di minum." ucap ameera lembut.
"Mas Bowo gak ada Ameera?" ucap umi Khadijah.
"Sudah pulang umi, Ameera menjaga Ibu dulu sementara, lagi pula mas Bowo besok ke luar kota." ucap ameera menjelaskan.
"Ibu Atmojo, Ameera kedatangan saya ingin memperkenalkan ini anak saya Fathan. Hari ini baru pulang dari Kairo dan langsung kemari memang saya dan Fathan memiliki maksud dan tujuan lain. Saya ingin melamar Suci untuk Fathan ibu Atmojo. Menurut ibu bagaimana? kalau ibu Atmojo merestui kita. langsung mencari hari dan tanggal yang baik." ucap umi Khadijah pelan dan sopan.
Deg....
__ADS_1
Deg....
Deg....
Ibu Atmojo dan Ameera hanya saling pandang dan bingung ingin menjelaskan bagaimana karena takut mengecewakan umi Khadijah dan Fathan anaknya.
"Maafkan aku Khadijah, bila nanti kata kataku menyakitkan atau membuatmu kecewa dan bersedih. Suci memang sudah mualaf. Tapi Suci sudah menikah dengan Zhein. Ini bukan wewenang ibu untuk memberitahukan, tapi agar tidak menjadi salah paham nanti ya Khadijah. Maafkan ibu ya Nak." ucap ibu Khadijah dengan menyesal.
Deg.....
Deg.....
Deg.....
SUCI SUDAH MENIKAH DENGAN ZHEIN.....
SUDAH MENIKAH DENGAN ZHEIN.....
MENIKAH DENGAN ZHEIN
Kenapa semudah itu kamu mengucapkan janji Suci, akhirnya janji itu malah kamu ingkari sendiri. Setahun ini aku menunggumu Suci, ternyata waktu setahun itu dengan mudahnya kamu meninggalkan aku hanya demi kesenanganmu sendiri. Sedangkan aku? kamu tinggalkan dengan hati yang merana. Jahat kamu Suci... jahat kamu sudah mempermainkan perasaanku.
Fathan terlihat merah padam, tangannya mengepal erat, rahangnya terlihat mengeras dan nafasnya sedikit memburu.
Umi Khadijah pun sangat jelas melihat perubahan raut wajah Fathan yang terlihat penuh amarah dan geram, setelah mendengar penuturan Ibu Atmojo.
"Masya Allah, maaf Ibu Atmojo, saya benar-benar tidak tahu kalau Suci sudah menikah. Maafkan atas kesalahpahaman ini. Kalau begitu, kami mohon pamit Ibu, Ameera." ucap umi Khadijah lembut.
"Maafkan Ibu, Khadijah itu kenyataanya, mungkin bila Suci belum mendapatkan jodoh kita bisa menjadi keluarga." ucap ibu Atmojo lirih.
"Tidak apa apa ibu, jangan merasa bersalah. Khadijah yang salah tidak menanyakan terlebih dahulu. Maafkan Khadijah sudah mengganggu waktu Ibu." ucap Khadijah sambil mencium tangan ibu Atmojo untuk pamit undur diri.
__ADS_1
Umi Khadijah dan Fathan pulang dengan duka lara yang amat tajam menusuk nusuk hati. Umi yang melihatnya pun iba, tapi memang ini kenyataannya.
Sesampai dirumah Fathan langsung ke kamarnya dan diikuti Umi ke dalam.
"Fathan sayang, anak umi, jangan bersedih sayang. Mungkin Suci bukan jodohmu. Ada jodoh yang lebih baik, yang Allah SWT pilihkan untuk bersanding denganmu Nak. Ini kenyataan hidup, ini sudah takdir, jalan hidup kamu tidak bersama Suci. Hadapi dengan ikhlas dan sabar Nak. Jangan terus terusan dikuasai amarah Nak itu tidak baik. Nafsu setan itu bisa mengajakmu untuk berbuat diluar kendali dan akal sehatmu. Dan bila itu terjadi, kamu akan menyesal seumur hidup." ucap umi Khadijah mengingatkan.
"Umi, umi tahu Fathan seperti apa kan? Fathan kecewa umi, sangat kecewa. Sakit UU mi rasanya, ditinggal menikah disaat Fathan menyerahkan semua diri Fathan menunggu Suci. Suci bahkan menulis surat itu sadar kan umi, Suci akan menjaga cintanya untuk Fathan!!!! tapi mana?? buktinya gak ada kmu, bahkan suci tidak mengabari Fathan umi.....Ya Allah dosa apa Fathan hingga ini terjadi pada Fathan." ucap Fathan berkaca kaca.
"Umi tahu kekecewaanmu Fathan tapi tidak perlu berlarut larut. Kamu punya Allah SWT mengadukan Fathan agar hatimu tenang kembali. Jangan berbuat yang dilanggar oleh Allah SWT. Ingat dosa Fathan. Jangan larut dalam kesedihanmu, ambilah wudhu, sholat dan mengadulah kepada Allah SWT.." ucap umi Khadijah dengan tenang dan lembut menasehati.
"Fathan coba umi, tapi rasa sakit dan kecewa ini tidak akan sembuh atas pengkhianatan Suci." ucap Fathan tegas.
"Fathan, itu takdir, Suci tidak salah Nak, dia hanya menerima takdirnya. Mungkin Suci pada saat itu dilema, kamu juga tidak tahu kan apa yang dirasakan Suci. Kalau kamu penasaran kita ketemu Suci besok. Umi mau bertemu Larasati. Bagaimana?" ucap Umi Khadijah.
"Lihat nanti umi, Fathan jadi malas tapi Fathan penasaran. Mungkin umi benar, Fathan sholat dulu, nanti Fathan pikirkan untuk bertemu Suci." ucap Fathan pelan.
"Ya sudah tenangkan hatimu dulu, baru kamu bicarakan ini pada umi ya." ucap umi lembut.
Hatinya ikut teriris perih dan pedih, ada kekecewaan yang teramat dalam. Baru kemarin umi menginginkanmu menjadi menantu umi, ternyata kamu sudah menjadi menantu orang lain Suci. Semoga hidupmu bahagia dengan lelaki pilihanmu.
Fathan pun menuruti kata kata umi, Fathan segera bangkit berdiri dan mengambil wudhu. Terasa sejuk, air itu membasahi wajahnya. Sejuknya pun sampai ke ulu hati seperti tersiram air dingin.
Fathan mulai menggelar sajadah pemberian Suci dan mulai melakukan Sholat Isya.
Setelah selesai Fathan pun bertasbih agar hatinya tenang dan membaca ayat-ayat Suci Al-Quran dilanjutkan berdoa kepada Allah SWT.
"*Ya Allah yang Maha baik dan Maha Pengasih, Engkaulah satu satunya harapanku, penenang jiwaku, pemberi kesejukan dalan hatiku, jika ini sudah menjadi takdirmu, aku ikhlas, aku ridho, aku tulus, jauhkan aku dari perasaan benci, iri dan dendam. Hilangkan perasaan cinta yang sudah ku pupuk ini, agar tidak berkembang lagi. Sudah cukup aku mendoakannya di sepertiga malamku tapi ternyata bukan jodohku. Aamiin ya Rabb."
-------+----------++++------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
__ADS_1
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚*