Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
KESUCIAN SYAHADAT SS 2 UJIAN ITU MENAIKKAN LEVEL KEIMANAN KITA


__ADS_3

Pagi ini, seolah tangisan pun sudah mengering dari mata Aisyah. Sesuai kesepakatan dengan Bu Margaretha, Aisyah akan datang ke rumahnya membahas masalah ini secara kekeluargaan.


"Humairah.. aku harus ke kampus dulu, ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani terkait acara makrab di Kudus." ucap Baihaqi pelan.


"Baiklah Mas. Tapi hari ini kita harus menemui Bu Margaretha. Kira kira kamu ingin seperti apa Mas?" ucap Aisyah yang sudah pasrah dengan jawaban atau KEPUTUSAN apapun yang dipilih suaminya.


Baihaqi pun mulai tampak bingung dan gusar. Wajahnya terlihat cemas, karena jawaban itu belum ada. Tidak mungkin Baihaqi menikahi wanita yang mengandung bukan benih darinya, bukan kesalahannya.


"Jangan pernah ragu dengan keputusanmu Mas. Apapun keputusan yang kamu ambil aku ikhlas Mas Bai." ucap Aisyah pelan dan menatap kosong ke arah lantai.


Aisyah hanya menunduk, bulir kristal itu mendesak ingin keluar lagi dari sela sela matanya yang indah.


"Apa yang kamu pikirkan Aisyah!!! Aku tidak mungkin meninggalkan kamu apalagi menduakanmu, kamu pikir aku akan melakukan itu?" ucap Baihaqi dengan tegas.

__ADS_1


"Aku hanya takut kamu menikahinya karena kasihan Mas." ucap Aisyah dengan suara bergetar.


"Aku tidak akan menikahinya Aisyah. Tidak akan pernah terjadi. Aku tidak mau berpoligami, aku manusia biasa dan aku tidak mencintai Anggie tidak mungkin aku bisa berlaku adil." ucap Baihaqi dengan lantang.


Aisyah pun terdiam, Aisyah pun merasa bersalah memancing masalah ini di saat mode pagi mereka sebenarnya sudah baik.


"Aku ingatkan, biar aku yang menyelesaikan masalah ini dan bukan keputusan kamu atau kita, tapi keputusan aku!! Aisyah. Hormati keputusan aku, aku akan melaporkan hal ini ke jalur hukum atas tindakan pencemaran nama baik." ucap Baihaqi dengan berapi api.


"Bukti-bukti yang kamu punya apa Mas?" tanya Aisyah pelan.


Bukti yang valid, aku tak punya, gumam Baihaqi menatap nanar ke arah Aisyah.


"Aku memang tidak punya bukti apapun Aisyah. Tapi aku punya Allah SWT, yang pasti akan melindungi aku dari bencana dan marabahaya apapun. Bagiku, aku sudah beribadah dengan baik, Allah SWT sayang dengan aku dan kita Aisyah." ucap Baihaqi pelan. Rasanya saat itu juga Baihaqi ingin menangis tersedu-sedu, membayangkan ujian kehidupan yang tiba-tiba saja datang menerpa rumah tangga mereka.

__ADS_1


"Mas Bai... kamu melupakan sesuatu?" ucap Aisyah dengan lembut.


"Apa itu Humairah?" tanya Baihaqi pelan.


"Ujian itu akan datang, di saat keimanan kita semakin kuat. Bukan karena kita merasa sempurna dalam beribadah maka tidak akan ada ujian, tapi inilah ujian kita, sampai dimana ketakwaan kita, ketawadukan kita terhadap Allah SWT." ucap Aisyah dengan pelan.


Baihaqi pun takjub mendengar pernyataan yang terlontar dari bibir Aisyah. Betul perkataan Aisyah, aku melupakan siapa aku? dan siapa Tuhanku?? Aku hanyalah manusia biasa, yang tidak sempurna dan tidak luput dari dosa, baik dosa kecil ataupun dosa besar baik sengaja ataupun tidak sengaja dilakukan.


Dan siapa Tuhanku?? Dialah Allah SWT. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan juga Maha Besar.


Semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan, semuanya adalah fana. Tidak ada yang abadi, semua mahkluk hidup akan mati dan kembali kepada Sang Pencipta, Dialah Tuhan kita Allah SWT.


"Terima kasih Humairah, sudah mengingatkan aku. Aku terlalu sibuk dengan duniaku, seharusnya aku bersyukur dengan ujian ini, dengan begitu Allah SWT memperlihatkan kepeduliannya kepada kita melalui teguran yang sangat indah." ucap Baihaqi pelan, matanya sudah memerah dan berkaca kaca.

__ADS_1


"Aku sudah memasrahkan masalah ini kepada Allah SWT. Apapun solusi yang ditunjukkan oleh Allah SWT, itu yang terbaik untuk kita." ucap Aisyah pelan.


JAZAKALLAH KHAIRAN


__ADS_2