
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
"Fathan, Kakek berat untuk menceritakan masa lalu Abi dan Umimu. Ini bermula dari kesalahan Kakek yang memaksa Umimu untuk menikahi Abimu, orang tua Abimu seorang kaya raya, beliau pendonor tetap Ponpes Kakek. Beliau selalu berkeluh kesah tentang kenakalan anaknya yang tidak lain Abimu. Abi mu dulu sering mabuk mabukkan, bermain wanita, narkoba, berjudi dan balapan liar.
Suatu hari Abi mu dititipkan di Ponpes ini, Kakek diamanahkan untuk menjadikan Abi mu lebih baik dan lebih agamis. Kakek pun sudah kehilangan cara, dan dengan cara apa lagi harus mengajarkan Abi mu yang keras kepala. Abimu selama di Ponpes pun sering kabur di malam hari dan pulang pagi hari. Hingga suatu hari Kakek berniat untuk menikahkan Abi mu dengan Umi mu, agar Abi mu berubah. Niat Kakek diterima baik oleh keluarga besar kakek dan kakek Alvaro, tapi tidak dengan Umi mu, dia tidak setuju Kakek jodohkan dengan Abimu. Saat itu Umi mu sudah melanjutkan sekolahnya di Kairo. Akhirnya dengan bujukan Kakek, Umi mu mau menerima perjodohan ini dengan satu permintaan tetap diperbolehkan melanjutkan studinya di Kairo. Kakek pun mengabulkannya. Akhirnya mereka menikah, dan tinggal di Kairo.
Umi mu melanjutkan studi sedangkan Abimu membuka usaha restoran yang dimodali oleh Kakek Alvaro sebagai bekal untuk menafkahi umi mu. Abimu sedikit demi sedikit berubah, mulai mau sholat dan membaca Alquran semenjak umi mu hamil engkau Fathan. Hingga suatu saat Abimu mengalami kebangkrutan dan kembali ke dunianya yang dulu. Umi mu pun sempat stres dan pulang ke Indonesia untuk melahirkanmu. Dan Umi melanjutkan lagi studinya hingga selesai. Semenjak itu Abi mu jarang pulang, hanya datang sesekali untuk memberi nafkah lahir dan batin saja. Memang semenjak memiliki anak, ayahmu berperilaku lebih baik dan sopan, terlihat hangat dan romantis. Tapi sebenarnya Umi mu tertekan. Pernah Abi menyuruh untuk bercerai bila sudah tidak mampu. Tapi umi mu bersikeras mempertahankan keluarganya demi anak anak. Hingga kehamilan Fatima, abi mu pun tidak berubah. Hanya itu yang Kakek tahu, umi mu itu tertutup, dia pintar menyembunyikan aib suaminya." ucap Kakek Furqon menjelaskan. Matanya berkaca-kaca menahan sedihnya.
Fathan pun tertegun mendengar sebagian dari kebenaran dari Kakek Furqon. Entah bagaimana perasaannya saat ini. Sedih, sakit hati, cemas dan puas, semua tercampur aduk menjadi satu. Tetap masih mengganjal tentang keberadaan Abinya saat ini. Kemanakah Abi selama ini?, batin Fathan masih ada kekecewaan di hatinya.
"Apakah hanya itu yang Kakek tahu?" ucap Fathan menyelidik.
"Apa kamu sedang menyelidiki Kakek cucuku?" ucap Kakek Furqon tenang dan tidak terpancing.
"Aku ingin tanya ke Umi tentang kebenaran ini?" ucap Fathan lantang.
"Itu lebih baik cucuku, kamu anak laki-laki tertua tentunya tugasmu sebagai pengganti abimu." ucap Kakek Furqon mantap.
__ADS_1
"Lalu dimana Abi sekarang?" ucap Fathan.
"Abimu sempat kemari, tetapi abimu pergi kembali, entah kemana, abimu hanya berpesan agar Kakek menjaga kalian dengan baik dan Abi akan pulang setelah misinya selesai." ucap Kakek Furqon menjelaskan.
"Misi apa Kakek? kenapa semua menjadi teka teki seperti ini?" ucap Fathan sedikit kesal tidak mendapat jawaban yang pasti.
"Suatu saat mungkin kamu akan tahu misi yang sedang dijalankan Abimu. Pesan Kakek satu, Takdir seseorang bisa berubah hanya lewat doa dan niat. Selebihnya pasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Sekarang pulanglah cucuku, jangan buat umi mu semakin cemas, dia membutuhkanmu. Jaga umi mu, dia wanita yang tegar dan kuat." ucap Kakek Furqon menjelaskan.
"Akan selalu kuingat Kakek semua nasihat dan pesanku itu. Aku sempat kecewa dengan Abi. Tapi Abi tetap orang tuaku yang harus ku hormati. Aku hanya ingin penjelasan Abi tentang ini semua dan kebenarannya. Hanya Abi yang bisa menjelaskan ini semua secara runtut dan jelas. Fathan pulang dulu Kakek, hari sudah sore, lain kali Fathan mampir kemari. Assalamualaikum Kakek." ucap Fathan tegas dengan mencium punggung tangan Kakek.
"Waalaikumsalam... hati hati cucuku.." ucap Kakek Furqon.
Fathan pun berpamitan dan masuk ke dalam mobilnya, kemudian melajukan mobilnya keluar area Ponpes dengan kecepatan sedang. Hatinya sedikit lega, tapi harus mencari informasi kembali lewat umi nya. Kejadian apa yang sudah membuat Umi selalu menangis setiap malam.
Sedangkan umi mu pun tidak pernah tahu kebenarannya. Semua menunggu waktu yang tepat. Saat ini Abi mu sedang bersama Kakek, beliau ada disini Fathan. Bila kamu menemui Abi mu, entah amarah apa yang akan kamu tumpahkan kepada abu mu disaat hatimu sudah kecewa dan dikuasai nafsu kebencian. Kakek ingin menjaga keutuhan rumah tangga Khadijah. Maafkan Kakek, Fathan.. Maafkan Abi mu, Khadijah...
"Assalamualaikum, Abi Furqon, Fathan sudah pulang?" ucap Tito kepada Abi Furqon.
"Waalaikumsalam, sudah Tito. Fathan pulang membawa rasa kecewa yang besar. Aku melihat dari sorot matanya yang tajam, penuh kebencian. Jalani saja apa yang sudah kamu niatkan Tito. Perbaiki hubunganmu dengan Khadijah, dia anak satu satunya dan sudah lama ditinggal oleh uminya. Cita citanya pun terhenti karena ku paksa menikah denganmu. Tapi sekarang kamu menyia nyiakan hidup anakku Khadijah." ucap Abi Furqon terisak. Mengingat betapa sholehah putrinya itu.
__ADS_1
"Maafkan aku Abi, aku berjanji akan membahagiakan Khadijah disisa umurku ini. Ampuni kesalahanku Abi." ucap Tito dengan mata yang sudah basah.
"Meminta ampunlah kepada Allah SWT. Abi hanya manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan salah. Abi pasti memaafkanmu. Abi mencintai kalian berdua, kalau saja kamu bukan anak dari sahabatku sudah Abi cincang kamu Tito." ucap Abi tegas kemudian terkekeh.
"Apa pembuktianku selama satu bulan ini kurang Abi?" ucap Tito memelas.
"Itu yang kamu selalu katakan Tito. Aku butuh pembuktian lewat perilakumu." ucap Abi Furqon pelan.
"Aku pria sejati abi, aku akan jujur kepada istriku dan meminta ampun kepada-nya." ucap Tito mantap.
"Lakukanlah lebih cepat lebih baik Nak, jangan terlalu lama, bom itu bisa menjadi Boomerang bagimu." ucap Abi Furqon tegas dan berlaku meninggalkan Tito sendiri diteras Ponpes.
Ada hal yang tidak bisa aku hindari, itu adalah TAKDIR. Bebanku terasa ringan setelah pengakuanku kepada Abi Furqon. Abi tidak marah tapi aku tahu Abi kecewa teramat sangat.
***JIKA KAMU MENJAHATI SESEORANG, TAPI SESEORANG ITU MEMBALAS DENGAN CARA SUJUD DIHADAPAN ALLAH SWT MAKA KAMU SEDANG DALAM MASALAH....
------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR
__ADS_1
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚***