Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 32 MAIN KE GUA SEMPIT


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


Tiga jam berlalu dengan tidur yang sangat pulas. Keduanya pun tidak terusik sama sekali. Suci pun mulai terbangun dan mengerjapkan matanya. Tubuhnya masih dalam pelukan Zhein, hingga terasa hangat. Di pandangnya wajah suaminya yang begitu sempurna. Wajah yang memiliki khas Jawa, senyum dengan lesung pipi, kulit yang sawo matang, hidung mancung dan bibir yang cukup seksi.


Dilihatnya waktu sudah pukul sebelas siang. Suci pun membangunkan suaminya.


"Mas, mas Zhein.... bangun sudah siang, persiapan sholat Dzuhur, setelah itu kita makan siang." ucap Suci sambil menepuk nepuk pipi suaminya dengan lembut.


Tidak ada pergerakan sama sekali dari suaminya itu. Sepertinya harus menggunakan cara lain, batin Suci sambil tersenyum manis.


Tanpa aba aba dan.......


Cup.....


Tadinya Suci hanya ingin mengecup saja, tapi si pemilik bibir ternyata sudah sadar dari tidurnya dengan kejutan sang istri.


Kecupan dibibir pun menjadi lebih sedikit panas. Dilumatnya bibir Suci penuh kelembutan. Suci pun sudah mulai bisa mengimbangi nafsu ciuman dari sang suami.


Pelukan di pinggang Suci pun makin erat dan semakin dekat, tanpa terasa ada yang mengganjal dan mengeras tertempel di area perut Suci. Suci pun menyudahi ciuman itu.


"Mas itu apa yang nempel diperut Suci kok keras gitu?" ucap suci pelan. Suci tahu tentang benda itu, tapi Suci ingin memastikan apakah itu benar benda yang dia maksud.


"Kenapa? apa mau dicoba sekarang? dapet pahala besar lho karena menyenangkan suami disaat suami menginginkan? nanti baru kita mandi dan sholat dzuhur. Adik kecil mas sudah ingin bersembunyi di gua sempit." ucap Zhein dengan menggoda, dan berharap godaannya ini bersambut dan berlanjut dengan keikhlasan Suci.


Zhein juga manusia biasa, laki laki normal, yang punya nafsu birahi bila melihat istrinya. Cintanya yang besar dan tulus membuat selalu nyaman bersama istri Sholehah nya ini.


"Mas, kamu serius? ini siang hari, kamu juga capek lho, lagi pula sudah jam sebelas nanti kita terlambat sholat dzuhur" ucap Suci dengan tenang. Mungkin saja Zhein berubah pikiran.


Sebenarnya Suci takut melakukannya, tapi memang itu adalah kewajibannya sebagai istri. Apalagi memang sudah halal, jadi tidak alasan untuk menolak. Karena Istri yang menolak keinginan Suami bercinta maka akan dilaknat Malaikat.

__ADS_1


"Apa mas terlihat bermain main? sedang adik kecil mas sudah mengeras seperti ini ingin bermain main di dalam gua sempit milikmu, kalau kamu belum siap tidak apa apa Suci, mas akan menunggumu sampai kamu siap dan ikhlas melakukannya untuk mas." ucap Zhein terlihat kecewa dengan penolakan halus Suci.


"Kalau itu permintaan mas, Suci siap, sudah seharusnya kewajiban itu dilakukan istri untuk menyenangkan Suaminya. Tapi mas, Suci takut, pelan pelan ya mas." ucap Suci penuh harap.


"Kita akan lakukan pelan pelan, dan mas akan melakukan dengan lembut. Kamu siap sayang." ucap Zhein lembut. Dan mulai merapalkan doa sebelum bersetubuh.


"*Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami*.


Suci pun tersenyum dan mengganggukkan kepalanya. Tanpa aba aba lagi, Zhein pun sudah terlebih dulu mencium bibir suci sambil membuka pakaian suci satu per satu hingga tubuh itu polos tanpa sehelai benang pun. Sungguh Indah tubuhmu ini Suci, mulus dan halus sekali, batin Zhein memuji, menikmati setiap lekukan tubuh Suci dan menciuminya dengan pelan. Apalagi saat melihat dua gunung kembar yang masih kencang dan bulat, membuat Zhein ingin menenggelamkan kepalanya diantara kedua gunung itu. Tubuh Suci hanya menggelinjang kegelian tapi merasakan kenikmatan karena sentuhan sentuhan yang tidak biasa itu. Tubuhnya seperti bergetar hebat menikmati setiap rangsangan demi rangsangan yang dilakukan suaminya. Zhein memang melakukannya dengan penuh kelembutan. Zhein pun mulai membuka bajunya dan membuangnya ke bawah. Mereka berdua sudah berada dibawah selimut tebal dalam keadaan polos tanpa ada sehelai kain pun yang menempel ditubuhnya. Sudah tidak ada rasa malu dan rasa canggung diantara keduanya melihat kepolosan tubuh masing masing yang dinikmati oleh pasangannya. Hawa dingin AC pun seketika menjadi hangat bahkan panas karena adegan panas itu.


Zhein pun mulai mengusap usap pipi Suci dan mengecupnya. Posisi Zhein sudah berada diatas tubuh Suci. Tubuh mereka sudah basah karena keringat yang penuh nafsu, dan basah karena ciuman ciuman basah ke setiap tubuh mereka. Mereka menikmati setiap karya Allah SWT yang terbentuk di tubuh keduanya. Semua sungguh kebesaranMu Ya Allah. Area sensitif mereka pun sudah basah dan berlendir, Mereka benar benar sudah mencapai ujung puncak yang masih tertahan, tiba saatnya Zhein melancarkan jalur untuk adik kecilnya menuju gua yang sempit untuk merasakan kenikmatan dunia yang halal.


"Apa kamu sudah siap sayang, adik kecilku sudah tidak sabar segera menuju ke gua sempit." ucap Zhein penuh harap, karena sudah tidak sabar untuk memuntahkan sesuatu yang tertahan.


Suci hanya tersenyum dan mengecup bibir zhein dengan lembut.


Pelukan keduanya pun semakin erat. Tindihan badan Zhein mulai terasa bergerak gerak di atas tubuh suci. Rasa geli dan nikmat sudah tak tertahankan. Terasa sakit saat adik kecilnya bertandang dalam gua yang sempit itu, mengikuti alur maju mundur yang membuat rasa geli dan nikmat yang penuh sensasi. Inikah rasanya bersetubuh dengan orang yang kita cintai, meluapkan rasa cinta, sayang dan emosi nafsu dengan sentuhan dan ciuman bersama untuk mencapai kenikmatan maksimal bersama.


Ekhemmmmmmmmm.......arghhhhhhhhhhh... ucap Zhein lirih dengan senyum bahagia dan mengecup bibi Suci berkali kali.


Doa Ketika Air Mani Keluar


اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً


“ALLAAHUMMAJ’AL NUTHFATANA DZURRIYYATAN THOYYIBAH”


Artinya : Ya Allah jadikanlah nuthfah kami ini menjadi keturunan yang baik (shalih)


Ada cairan dengan rasa hangat yang menyemprot disekitar area gua sempit ini, terasa penuh dan mengalir. Tapi ada rasa yang begitu nikmat setelah itu terjadi. Melihat Zhein yang sangat menikmati bermain main didalam gua sempit itu dan mendapatkan kepuasan dipuncak yang sangat maksimal aku pun turut bahagia.

__ADS_1


"Terima kasih suci, kamu sudah memberikan kenikmatan yang luar biasa di siang pertama kita. Aku ingin kenikmatan ini menjadi candu untukku hanya bersamamu. Cukup denganmu dan aku tanpa ada yang lain." ucap Zhein yang terlihat lelah tapi bahagia.


"Iya mas zhein, aku pun menikmati semuanya, jangan pernah kecewakan aku mas." ucap suci seperti mengisyaratkan sesuatu akan terjadi.


"Aku lepas sekarang ya, adikku sudah lemas, nanti bermain main lagi." ucap Zhein menggoda istrinya.


"Ih, mas ...sudah turun kamu berat tahu." ucap Suci sambil memukul dada bidang Zhein.


DOA SESUDAH BERSETUBUH


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا


“ALHAMDU LILLAAHI LLADZII KHALAQA MINAL MAA I BASYARAA”


Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)


Satu jam bergulat di ranjang, membuat sprei pun ikut terporak poranda. Tapi lihat ada jejak darah keperawanan disana. Terlihat jelas berwarna merah muda karena sudah bercampur lendir.


"Terima kasih sudah menjaga kehormatan mu untuk mas, mas bangga nih bisa membobol gua perawan. hahahha...." ucap Zhein terkekeh.


"Udah sana mandi, terus sholat Dzuhur, tuh udah adzan mas, jangan menunda panggilan Allah, nanti rejekinya juga tertunda, mau?" ucap Suci penuh kasih sayang.


"Ayok mandi bareng ya, Sunnah juga lho sayang, yuk." ajak Zhein sambil menggendong suci ke kamar mandi.


--------------------------------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2