
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
"Assalamualaikum Fathan, pesawatmu berangkat jam berapa?" ucap umi Fathan kepada Fathan saat berbicara di telepon.
"Waalaikumsalam umi, dua jam lagi, ini Fathan mau mau berangkat ke bandara. Persiapkan semuanya bunda untuk acara itu." ucap Fathan dengan mantap.
Kedatangan Fathan ke Indonesia memang sudah direncanakan seminggu yang lalu. Sejak Fathan mengetahui Suci telah berpindah keyakinan hatinya pun langsung mantap untuk melamar Suci. Apalagi Fathan sudah melihat foto Suci yang sungguh luar biasa cantiknya dengan menggunakan syar'i dan niqab untuk menutup auratnya yang dikirim oleh uminya.
Fathan beberapa kali melakukan sholat istikharah, dan memang Fathan seperti tidak menemukan jawaban dari doa yang telah dipanjatkan di sepertiga malamnya. Sempat ragu untuk melangkah lebih jauh, tapi keraguan itu dengan mudahnya hilang karena semua niat baiknya. Fathan berusaha memenuhi janjinya, Fathan sangat yakin bila Suci pun akan menepati janjinya.
Pernikahan Suci yang tertutup pun tidak terdengar sama sekali oleh tetangga Eyang. Mereka hanya berpikir Suci hanya menjadi mualaf dan diangkat menjadi anak dari bunda Jihan, begitu gosip yang beredar.
Fathan seorang pria yang Sholeh, ramah dan rendah hati. Hanya saja sifatnya keras dan hatinya dingin. Ini yang membuat Fathan sulit jatuh cinta. Tidak mudah Fathan menerima gadis kalau memang hatinya tidak ingin atau tidak cocok. Berbeda dengan melihat Suci yang dengan surat terbuka, tapi mempunyai akhlak yang baik hanya saja pada saat itu Suci masih berbeda keyakinan.
Sekarang sudah tidak ada penghalang, Suci sudah beragama Islam, sudah berhijrah bahkan sudah berhijab dan berniqab. Wahai Suci, jikalau benar aku menjadi jodoh dunia akhiratmu, akan ku jaga dirimu hingga tidak ada yang berani menganggumu, batin Fathan sambil tersenyum membayangkan Suci menjadi jodohnya.
Tentu Keluarga Besar Surya Atmaja pasti menerima Fathan, karena umi Fathan adalah teman baik mama Larasati.
Bukan kebetulan, tapi itu memang kenyataannya. Dulu Umi Khadijah, mama Larasati dan ibu Siti ( ibunda Aisyah ). Mereka bertiga bersahabat dengan baik hingga mereka bertiga berkenalan dengan Tito.
Tito adalah pria yang kini menikah dengan umi Khadijah. Abi Tito dan umi Khadijah menikah karena perjodohan. Karena keluarga umi Khadijah keturunan dari ulama besar di kotanya. Sedangkan Tito anak seorang pengusaha besar, merupakan penyandang dana terbesar untuk Ponpes yang dikelola oleh keluarga besar Khadijah. Tito dengan kelakuan yang jauh dari kata baik pun di masukkan ke Ponpes dan kemudian dinikahkan dengan Khadijah dengan alasan agar Tito bisa mendapatkan hidayah dan berubah menjadi baik. Terlebih bila sudah memiliki keturunan. Masa lalu Tito sungguhlah tidak baik, tidak berbeda dengan Larasati.
Fathan sudah berada di pesawat, perjalanan yang panjang membuatnya tertidur pulas, setelah bosan mendengarkan musik dan membaca majalah. Hingga tak terasa sudah hampir lima jam Fathan tertidur, dan sebentar lagi perjalanan akan sampai pada tujuan. Perasaan rindu pada keluarganya membuat hatinya ingin segera tiba dengan cepat.
__ADS_1
Alhamdulillah, sampai juga dibandara, aku harus segera mencari taksi, karena umi tidak bisa menjemput, batin Fathan dalam hati sambil menunggu taksi yang akan mengantarnya sampai dirumah.
Perjalanan dari bandara ke rumah memerlukan waktu sekitar dua jam. Fathan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keluarganya tentunya semangat dengan acara nanti malam untuk melamar Suci.
"Assalamualaikum, umi.... Fathan datang umi." ucap Fathan dengan suara keras sambil memencet bel.
"Waalaikumsalam anak umi, Fathan, alhamdulillah sudah sampai Nak, ayok masuk dulu sayang, kamu pasti lelah hampir seharian perjalanan. Mau makan dulu atau ke kamar dulu untuk mandi? lagi pula sudah mau Maghrib. Gimana? kamar Fathan udah bunda bersihkan sayang." ucap umi dengan tulus.
"Abi kemana umi? kok gak ada? Fathan mandi dulu aja umi udah lengket semua, baru makan." ucap Fathan pelan.
"Abi ada urusan sama kakek kamu di Ponpes, umi juga gak tahu ada urusan apa, yang jelas kakekmu meminta Abi datang ke Ponpes. Sudah satu bulan ini Abi sibuk hanya sesekali pulang, itupun hanya semalam saja. Biarlah itu urusan Abi sayang." ucap umi Khadijah lembut.
Umi Khadijah sengaja menyimpan aib suaminya sendiri seorang diri. Seorang istri yang baik, dia tidak akan mengumbar aib suaminya sendiri. Umi Khadijah tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi umi Khadijah memilih diam. Aku harus fokus mengurus Fathan dan Fatima, walaupun kamu tidak sedikitpun mencintaiku Mas Tito, aku tetap istrimu, seharusnya kamu menghargai perasaanku.
Setelah sholat berjamaah, umi Fathan , Fathan dan Fatima makan malam bersama. Malam ini setelah makan malam berencana ke rumah Eyang Atmojo. Mengungkapkan maksud dan tujuannya.
"Siap umi, mudah mudahan lancar ya umi. Abi tahu umi?" ucap Fathan pelan.
"Abi tahu, tapi Abi tidak setuju Fathan, karena Suci anak Larasati. Kamu tahu bukan siapa Larasati? jadi Abi tidak setuju." ucap umi Fathan.
"Terus bagaimana umi, apa kita batalkan saja? kalau tanpa restu Abi, Fathan yg tidak bisa umi. Fathan butuh ridho dari umi dan Abi." ucap Fathan kecewa.
"Fathan demi umi, lamarlah Suci sesuai impianmu. Nanti umi akan bicara dengan Abi, dan kalau Abi sudah bertemu Suci pasti Abi merestui Fathan. Kamu harus yakin, kamu itu laki laki harus kuat tidak boleh cengeng. Semua masalah ada solusinya sayang. Ayok kita berangkat." ucap umi mantap.
Sebenarnya Fathan sudah kacau mendengar Abi tidak merestui hubungan mereka. Apa salah Suci? itukan yang buruk mama Larasati bukan Suci.
__ADS_1
Fathan dan umi pun pergi menuju rumah kediaman keluarga Atmojo.
"Umi sudah lama tidak ke rumah Eyang Atmojo. Umi sering kesini bila ada Larasati. Tapi Larasati sudah jarang pulang, jadi umi jarang main." ucap umi sedikit sedih.
"Umi... jangan sedih donk, kan ada Fathan. Kalau Fathan perhatiin umi lagi ada masalah sama Abi? kalau boleh tahu ada apa umi?" ucap Fathan serius.
Deg.....
Deg....
Deg....
Pertanyaan Fathan pun membuat hati umi menjadi sedih dan kecewa. Dua puluh delapan tahun menikah dengan pria yang dingin dan tidak tulus mencintaiku. Pria yang hanya menyentuhku untuk sebuah keturunan dan demi kehormatan keluarga.
"Umi... umi menangis... kita pulang aja umi, tidak usah ke tempat Eyang Atmojo, kapan kapan saja umi." ucap Fathan memberi alasan.
Baginya umi Khadijah segalanya. Abi yang sibuk jarang meluangkan waktu bersama keluarga. Walaupun bila Abi dirumah terasa hangat. Tapi apa yang telah di sembunyikan umi dariku, hingga umi terlihat sedih.
"Fathan niat baik untuk silaturahmi dan melamar itu harus tetap dilakukan. Umi tetap kesana dengan kamu atau tanpamu Fathan. Umi akan melamar Suci untukmu. Ayok cepat. " ucap umi tegas.
Wajahnya sedikit kecewa dengan pernyataan Fathan yang tiba tiba ingin membatalkan acara ini.
----++++---++++++--------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
__ADS_1
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚