Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 26 URAT MALU


__ADS_3

***SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


"SEMOGA ALLAH MENAMBAHKAN RASA CINTA DIANTARA MEREKA, MENSUCIKAN KETURUNAN MEREKA SRBAFAI SUMBER KEBIJAKSANAAN DAN SUMBER ALLAH SWT."


(Khotbah Singkat Nabi Muhammad SAW padapernikahan puterinya Fattimah Az-Zahra dan Ali bin Abu Thalib)


Suasana bahagia masih menyelimuti keluarga ini. Seusai acara pernikahan selesai, kedua mempelai memasuki kamar pengantin mereka.


Sungguh sejuk menatap wajah manis nan ayu seperti putri keraton. Zhein pun tidak berkedip menatap wajah Suci dibalik cadar emasnya itu. Dipandangnya satu per satu gerak gerik Suci. Mulai dari melepas sandal selop, kemudian cadarnya, dan kerudungnya yang agak kesulitan karena banyak kembang dan jarum pentul sebagai penguat diatas kerudungnya.


"Mau aku bantu melepaskan hiasan di kerudungmu itu, sepertinya kamu tampak kesulitan Suci." ucap Zhein.


"Iya mas, Suci minta tolong ya." ucap suci lembut.


Keduanya pun saling membantu melepaskan hiasan tersebut, ada ronce kembang melati, ada manik manik, belum lagi Mote Mote ala ala India.


Sungguh Nikmat yang tak terkira. Allah SWT selalu memberikan nikmat tepat pada waktunya.


"Suci mulai hari ini kamu sudah SAH menjadi istriku dan aku sebagai suamimu, jangan lupa pada kewajibanmu dan apa yang menjadi hakmu, begitu pula dengan aku Suci, aku punya kewajiban untuk dirimu dan aku punya hak atas dirimu, kita saling mengingatkan. Jangan sampai ada masalah yang dipendam." ucap Zhein menjelaskan.


Seorang istri juga harus meminta izin sang suami ketika hendak mengambil keputusan atau ketika ingin bepergian. Dikutip dalam buku berjudul "Adab Kehidupan Berumah Tangga Sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah" oleh Syaikh Khalid Abd Ar-Rahman Al-'Ak, diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,


"Janganlah seorang istri menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari para bidadari berkata, "Jangan sakiti dia, semoga Allah memusuhimu sesungguhnya dia itu bagimu seakan-akan sebagai tamu yang sangat mudah meninggalkanmu dan bergabung dengan kami." (Ditakhrij Ibnu Majah dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata,"Hadist hasan gharib") Disahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir, juz 27, hlm. 220, hadist no. 13148.


Seorang istri memiliki kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan dengan baik. Dengan melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri, berarti juga telah memenuhi hak-hak suaminya.


Berikut ini beberapa kewajiban-kewajiban istri terhadap suami menurut sunnah yang dikutip dalam buku "Shalat Jarik Jodoh" oleh Muhammad Syafi'ie el-Bantanie:


Menaati Suami


Suami adalah imam (pemimpin) dalam rumah tangga dan istri sebagai makmumnya. Rasulullah saw, bersabda, "Jika seorang wanita melaksanakan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga *********** (kehormatan), dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam surga dari pintu mana yang kamu kehendaki." (HR. Thabrani dan Ibnu Majah).


Rumah tangga ibarat sebuah kapal yang sedang mengarungi samudra. Supaya kapal berhasil melayari samudra, nakhoda dan awak kapal harus bekerja sama. Hal ini sama saja seperti kehidupan suami istri, dimana istri harus mengikuti suami.


Ingat pesan Rasulullah saw., "Sebaik-baik wanita ialah bila engkau pandang, dia menyenangkan; bila engkau perintah, dia menanti; dan bila engkau tidak ada, dia menjaga hartamu dan kehormatannya." (HR. Nasa'i).


Berterimakasih dan Berdoa untuk Suami

__ADS_1


Suami berkewajiban untuk mencari nafkah bagi istri dan anak-anaknya. Rasulullah saw pernah memperingatkan, "Allah tidak akan memperhatikan wanita yang tidak mau berterima kasih kepada suaminya, sementara dia masih membutuhkannya." (HR. Hakim).


Terima kasih seorang istri kepada suami akan membuat suami semakin mencintainya. Suami merasa dihargai dan dihormati oleh istrinya.


Mengelola Rumah Tangga dengan Baik


Seorang istri harus berusaha menciptakan suasana dan kondisi yang nyaman dalam rumah tangganya sehingga suami dapat melaksanakan kewajiban agama dan dunianya dengan baik.


Syaikh Al-Jabiri berkata: "Amat disesalkan melihat banyak wanita muslimah mengabaikan penampilannya di depan suami. Hal ini merupakan satu kelalaian yang bisa berakibat buruk. Mungkin menurutnya hal semacam itu bukan sesuatu yang penting. Namun, perlu diingat bahwa mengabaikan penampilan bisa berdampak buruk terhadap keharmonisan rumah tangga, terlebih lagi apabila suami sering melihat wanita lain yang tampak cantik dengan dandanannya."


Tidak Membuka Rahasia Suami


Seorang istri tidak dibenarkan membuka rahasia atau kejelekan yang ada pada diri suaminya, apalagi menyebarkannya. Istri yang shalehah tidak akan membuka dan menyebarkan rahasia tentang hubungannya dengan suaminya kepada siapa pun.


Rasulullah saw berkata, "Sesungguhnya seburuk-buruk derajat manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menyebarluaskan cacat atau rahasia istrinya dan istri yang membuka rahasia suaminya, lalu masing-masing membeberkan rahasianya." (HR. Muslim dan Abu Dawud).


Pesan Rasulullah saw, kepada Fathimah Az-Zahra, Abu Hurairah ra. meriwayatkan, "Pada suatu hari Rasulullah saw., menemui putrinya, Fatimah Az-Zahra ra. di rumahnya. Saat itu Fathimah sedang menggiling gandum di atas alat penggiling.


Rasulullah duduk di dekat putrinya


"Wahai Fathimah, apabila seorang istriberbakti kepada suaminya dengan niat yang tulus karena mengharap ridha Allah SWT, maka dibersihkan dari dosa-dosanya seperti ketika dilahirkan oleh ibunya, meninggalkan dunia tanpa dosa dan mendapatkan kuburannya seperti taman surga."


Beliau juga menambahkan,"Apabila seorang istri selalu tersenyum kepada suaminya, maka Allah memandangkan dengan kasih sayang. Apabila seorang istri membentangkan tempat tidur bagi suaminya dengan senang hati, maka malaikat di langit berseru, 'Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang."


"Aamiin ya Rabb." ucap Zhein.


"Mas, aku mandi dulu, dibawah masih ada bude, setelah ini kita menemuinya dulu, katanya ada hal penting mas yang mau disampaikan, boleh aku menemuinya?" ucap Suci meminta izin kepada Zhein, karena izin suami itu merupakan keridhoan Allah SWT.


"Mandilah dulu sayang, kemudian temui keluargamu, nanti aku temani." ucap Zhein.


20 menit kemudian....


Zhein yang sedang rebahan di kasur empuknya kaget mendengar teriakan Suci dari dalam kamar mandi. Zhein pun lari menghampiri Suci. Diketuknya pintu kamar mandi.


Tok.... tokkkk.....


"Suci, suci.... ada apa kamu berteriak sayang, kamu gak papa di dalam sana? apa perlu ku dobrak pintu ini?" ucap Zhein khawatir


"Mas Zhein tolong aku, maaf mas membuatmu cemas ambilkan aku handuk, pakaian dalamku dan bajuku mas, aku lupa membawa ke kamar mandi." ucap Zhein.

__ADS_1


"Astaghfirullah suci, aku kira ada apa sayang, kamu itu ya membuatku jantungan. Suci didalam itu ada handukku pakai saja, lagi pula kita sudah suami istri, kamu tidak perlu malu membuka aurat mu di depanku, kamu sudah menjadi mahramku sayang." ucap Zhein lembut. Zhein sengaja agar diantara mereka tidak ada kecanggungan, kalau iya masih canggung gimana mau melakukan malam pertama.


"Mas tapi aku malu, tubuhku tidak seindah artis India ataupun Korea. Aku malu mas... mas....." panggil suci.


"Udah ayo keluar gantian yang mandi, aku juga mau mandi, gak papa, pintu kamar sudah aku kunci, ayolah sayang" ucap Zhein menggoda suci.


"Iya mas, sebentar lagi pakai handuk mu, jangan diketawain ya." ucap suci malu.


Suci pun keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk milik Zhein. Rambutnya hitam sebahu pun terurai basah setelah keramas. Wajahnya khas Jawa, ayu dan manis menambah anggun wanita ini. Tubuhnya yang sawo matang terlihat bersih.


Sungguh cantik sekali. Kalau nafsu ini timbul untuk menciumnya, aku tidak akan berdosa kan? gumam Zhein.


Suci pun mencari cari pakaian dalamnya didalam tas besar karena Suci belum sempat membereskan bajunya ke dalam lemari.


Dengan perasaan yang di cuek cuekin, dijauhkannya urat malunya suci pun memakai pakaian dalamnya dikamar.


Lupa dengan keberadaaan Zhein yang sedari tadi mengamatinya.


Zhein pun tersenyum, danberjalan mendekati suci, dan langsung memeluknya dari belakang.


"Harum sayang....biar seperti ini sebentar agar lelahku hilang dengan memelukmu." ucap Zhein.


"Mas aku belum pakai baju ini, malu..." ucap suci dengan wajah merah, kemudian si membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Zhein.


Dikalungkannya kedua tangan suci di leher Zhein. Zhein pun memeluk pinggang suci erat. Dingin dan harum tubuh gadis ini setelah mandi, membuat nafsu Zhein semakin tinggi.


Kedua mata mereka saling berpandangan seperti sedang memendam nafsu kerinduan yang sudah ditahan selama ini.


Dikecupnya kening suci, kemudian kedua pipinya dan terakhir dibibirnya. Ada getaran aneh didalam tubuh keduanya, perasaan gelenyar aneh seperti terkena setrum, yang menginginkan lebih dari sekedar kecupan di bibir.


Kali ini suci yang sudah menahan hasrat pada pria idamannya ini pun mulai beraksi. Di ciumnya bibir zhein, tapi terhenti karena merasa malu untuk memulai duluan.


"Kenapa berhenti? kamu tidak mau berciuman denganku Suci?" ucap Zhein.


-----+++--++++++++--------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA


KESUCIAN SYAHADAT

__ADS_1


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚***


__ADS_2