Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 22 AMARAH MAMA DAN PAPA


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


💚💚💚


JANGAN LEPASKAN HIJAB MU DENGAN ALASAN BELUM MAMPU BERBUAT BAIK.


AKANKAH KAMU LEPASKAN LIDAH MU DENGAN ALASAN BELUM MAMPU BERBICARA DENGAN BAIK?


" Apa itu mas? bunyinya keras sekali?", tanya suci kaget.


Gak tau suci, ayo ke rumah", ajak Zhein.


Mereka berdua berlarian menuju pintu rumah, tepat di bagian ruang keluarga.


" Bunda.... bunda dimana bunda? jawab suci bunda, bunda dimana jangan bikin suci khawatir bunda", teriak suci keras.


Suci berlari ke arah dapur, dan tara.... kejutannnn


" Selamat Milad Barakallahu fi umrik anakku sayang", ucap bunda dengan memberikan kue tart buatannya.


" Ya ampun bunda, suci malah gak ingat, kok bunda bisa tahu sih?" tanya suci.


" Tadi kan bunda ngurus berkas kamu sayang ke KUA, terus bunda lihat, sampai dua kali bunda cek ini beber apa enggak", ucap bunda lembut suci pun terisak haru.

__ADS_1


" Suci HEPII Milad Barakallahu fi umrik sayang, do'a dan ridho mas selalu untukmu, maaf mas gak tahu kamu bertambah umur, kamu mau apa biar mas belikan sebagai kado untukmu suci". tanya Zhein.


" Terima kasih mas, aku hanya butuh do'a dan ridho mas sebagai suami suci nanti. Bimbing Suci mas, tetaplah bersama suci hingga akhir hayat kita nanti. Karena aku ingin berkumpul bersamamu mas di Jannah Alloh. Bagiku memilikimu merupakan hadiah yang sempurna mas, tetaplah menjadi bagian hidupku, tetaplah menjadi kesayanganku dan tetaplah jadi sandaranku dalam keadaan suka ataupun duka, kamu mau mas?" tanya suci sambil menahan isaknya dan mencium punggung tangan Zhein dengan tulus.


" Aku mau sayang, aku mau menemanimu sampai akhir hayat kita", ucap dan mencium tangan suci dengan lembut.


" Terima ksih ya mas, bunda, aku hanya punya kalian, orang tua kubsaja tidak mengingatku, aku hanya memiliki kalian, jangan pergi tinggalkan suci" ucap suci dengan tangis yang tambah deras, air matanya seakan lirih begitu saja tanpa bisa dibendung.


" Sayang, mas dan bunda akan tetap bersamamu selamanya. Jangan berpikir yang terlalu jauh, sekarang potong kuenya ya" , ucap Zhein lembut.


" Potongan pertama untuk bunda tersayang, dan yang kedua untuk suamiku tercinta, sudah boleh dianggap suami kan bunda?" ,ucap suci terkekeh.


" Boleh, yang belum boleh tidur bareng, nanti malam tidur bareng bunda ya suci, nanti kalau kamu sudah menikah pasti suamimu ini hak mau tidur sendiri." ,pinta bunda.


" Iya bundaku sayang", jawab suci


Suci mulai menelepon satu per satu sanak saudaranya untuk mengabarinya bahwa suci akan menikah. Tidak luput Eyang Atmojo pun di undang untuk hadir. Ada yang suka dan ada yang benci, begitulah kira kira. Ada yang mendukung tapi ada juga yang mencaci itulah manusia. Tidak ada yang perlu ditakutkan selama itu tentang kebenaran. Dan tidak ada yang perlu disesali kalau memang itu sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita.


Yang baik baik itu hanya ada di dongeng, kita harus bangun dan inilah kenyataan hidup kita, pahit manis ya ditelan, suka duka ya dijalani. Mau protes untuk apa, ini sudah kenhendak Alloh SWT. Terima dengan ikhlas dan sabar serta lapang dada.


Suci sudah mengabari pakde Bowo untuk menjadi wali, dan pakde Bowo pun siap menjadi wali nikah suci.


Tiba saatnya mengabari kedua orang tuanya. Suci hanya pasrah, apapun yang keluar dari mulut bapak ibunya itu hanya karena perasaan sayang yang besar berubah menjadi kecewa yang mendalam. Hanya Alloh yang mampu merubah semuanya, hanya doa yang mampu meluluhkan hati orang tua, sepeti batu yang akan terkikis karena tetesan hujan.

__ADS_1


***MAMA CALLING.....


Sudah lima kali dicoba tidak diangkat juga, papa pun sama.


Akan ku coba mengirim pesan saja.


" Assalamualaikum mama dan papa yang terhormat dan yang suci sayang selalu. Dua hari lagi Suci akan menikah, pakde Bowo yang akan menjadi wali nikah suci. Suci akan menikah dengan pria shaleh, tampan, berakhlak baik, dengan agama yang baik pula, namanya Zhein. Suci tahu ini menjadi ujian terberat bagi mama dan papa, bahkan lebih berat ini dibandingkan proyek yang selama ini mama dan papa goal kan. Suci hanya minta restu dan ridho dari mama dan papa, walaupun hubungan keluarga kita tidak sedang baik baik saja suci tetap meminta ijin, karena ini bagian dari rasa hormat suci kepada mam dan papa. Suci tahu betapa kecewanya mama dan papa terhadap suci, mungkin sebelumnya mama dan papa berharap suci bisa diandalkan untuk menggantikan posisi mama dan papa di perusahaan, nyatanya pilihan hidup suci lain. Mama dan papa yang suci sayangi, suci nyaman dengan kehidupan suci yang sekarang, Suci bahagia dan kebahagiaan ini terpuaskan dalam batin suci sehingga tidak dapat diucapkan dengan kata kata. Maafkan suci mama dan papa, maafkan anakmu yang mempunyai pilihan sendiri dalam hidupnya. Tolong tetap sayangi suci sebagai anak mama dan papa walau dari jauh. Mungkin hanya doa yang bisa suci panjatkan agar mama dan papa bisa menerima suci dengan keadaan suci yang sekarang. Sampaikan salam suci pada keluarga papa, sampaikan pula permintaan suci untuk mereka, kalau mereka mau hadir di pernikahan suci, suci akan senang sekali, tapi bila tidak mau hadir karena sudah membenci suci tidak apa apa. Suci sekalian pamit, setelah menikah suci akan ikut mas Zhein suami suci ke Kairo. Terima kasih mama dan papa, sudah menyayangi suci hingga dewasa sekarang, sudah menjadi mama dan papa terbaik suci. Selamat malam***.


Suci menulis pesan untuk mama dan papanya dengan tangisan yang menderu, sesak dadanya kala mengingat mama dan papanya. Hatinya pun ikut sakit tercabik cabik, tangisnya pun tertahan tapi air matanya begitu deras, sungguh iba melihat suci diatas kasurnya memegang bantal dan menangis sejadinya.


Seakan lupa dengan janjinya akan tidur bersama bunda. Suci pun tertidur dalam tangisan nya.


Bunda yang sejak tadi gelisah juga hanya mondar mandir di kamarnya. Seperti ada sesuatu yang terjadi. Bunda pun menuju kamar suci, dan mengucap salam dan membuka pintu tersebut. Didapatinya suci yang sedang terlelap dengan wajah sembab, mata Bendul, bengkak akibat banyak menangis. Ponsel yang masih tergeletak di sebelah suci. Diambil ponsel itu oleh bunda, dan dibaca pesan yang ditulis suci kepada mama dan papanya. Sungguh menyayat hati bunda, bunda bisa merasakan apa yang dirasakan suci dan apa yang dirasakan sebagai orang tua suci. Tidak ada orang tua yang benar benar mengusir anaknya, walau sebesar apapun kesalahan dan dosa yang di perbuat anak tersebut. Orang tua tetaplah orang tua yang tetap menyayangi anaknya sampai kapan pun, hanya saja keegoisan bisa menutup pikiran yang jernih, dan hati yang diselimuti rasa kecewa.


Sambil mengusap kepala suci, bunda pun membenarkan posisi tidur suci, dan dikecupnya kening suci.


" Badai pasti berlalu, karena kesabaran melumpuhkan segalanya", batin bunda.


Bunda pun meninggalkan kamar suci.


------------------------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR

__ADS_1


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


__ADS_2