Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 86 CONGRATULATION ZHEIN


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, hari ini tepat Zhein akan melaksanakan wisuda di auditorium Kampusnya. Tadi malam acara pelepasan pun terlaksana dengan lancar dan baik. Semua Mahasiswa dan Mahasiswi serta dosen pembimbing hadir dalam acara pelepasan. Banyak ucapan selamat dari sesama mahasiswa ataupun rekan dosen, sekalian ajang untuk berpamitan untuk melanjutkan cita-cita mereka masing-masing.


"Sayang, susunya di minum, buat kamu kuat Bawa cemilan di tas, aku gak mau kamu menahan lapar. Kita akan duduk terpisah." ucap Zhein lembut sambil membenarkan kerudung Suci yang terlihat kurang pas.


"Berapa jam sih Mas acaranya?" tanya Suci kembali.


"Kurang lebih empat jam sayang. Besok shubuh kita juga harus ke Indonesia." ucap Zhein lembut mengecup kening Suci.


"Ayok Mas kita sarapan dulu. Aku belum masak, buat roti aja gak papa?" tanya Suci pelan dengan mengusap pipi Zhein disertai kecupan dilembut disana.


"Asal kamu yang membuat, apapun itu sayang. Aku menahan khilaf, jangan buat aku untuk memaksamu berakhir di ranjang kesayangan. Aku tidak mau kamu lelah." ucap Zhein menyudahi acara bermesraan, dan menggandeng tangan Suci untuk segera ke dapur.


Undangan wisuda hanya diperuntukkan dua orang saja. Hanya Suci dan Bunda yang ikut dalam acara wisuda itu, sedangkan Mama Laras dan Raina membereskan apartemen dan sibuk packing untuk keberangkatan shubuh nanti.


Suci dan Zhein serta bunda Jihan sudah berada dalam ruangan auditorium. Ruangan yang besar dan luas yang bisa menampung sekitar lima ribu orang. Banyak kursi berjejer di dalam. Semua kursi itu dipisahkan antara tamu undangan dan mahasiswa yang akan di wisuda.


"Sayang Mas, di dalam ya, kamu sama Bunda, kalau lelah bilang Bunda. Bunda titip Suci, Zhein duduk disebelah barat." ucap Zhein menjelaskan.


"Iya Mas, aku gak selemah itu, anakmu ingin melihat Abinya di wisuda." ucap Suci dengan bangga dengan keberhasilan Zhein.


"Iya sayang, jangan nakal, kasihan Umi kamu sayang." ucap Zhein sambil mengusap perut Suci pelan.

__ADS_1


Suci duduk bersebelahan dengan bunda Jihan di sayap kiri, sedangkan Zhein duduk bersama teman temannya sesuai dengan fakultas dan jurusannya.


Satu jam pertama acara hanya ramah tamah dan sambutan dari beberapa rektor dan dekan serta perwakilan dosen senior. Acara dilanjutkan dengan memanggil nama tiap mahasiswa atau mahasiswi yang di wisuda untuk menerima ijazah. Satu per satu nama dipanggil hingga nama Zhein pun terpanggil, seorang MC memberikan selamat atas keberhasilannya mendapatkan nilai cumlaude dengan hasil maksimal IPK 3.99 bukanlah proses yang mudah.


Suara tepuk tangan yang riuh dari semua mahasiswa terutama dari para dosen dan tamu undangan yang hadir. Suci pun ikut merasakan kebahagiaan hingga meneteskan air mata. Suci tahu persis perjuangan Zhein beberapa bukan ini selalu sibuk dikampus, hanya untuk memberikan hasil yang baik kepada Bunda dan istrinya.


Semua acara sudah selesai, sambutan terakhir dari perwakilan tiga mahasiswa untuk mengucapkan terima kasih dan ungkapan syukur.


Zhein menjadi salah satu diantara tiga perwakilan mahasiswa yang memberi ucapan terimakasih. Zhein pun naik ke podium dan memulainya dengan mukadimah.


"Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


Saya akan mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor, Dekan dan Para Dosen yang ikut membantu hingga acara hari ini berjalan dengan lancar. Ucapan terimakasih saya secara pribadi kepada dosen pembimbing dan dosen penguji serta semua dosen yang telah membagikan ilmunya kepada saya, Insya Allah, ilmu yang bermanfaat yang bisa saya amalkan juga bagi orang-orang disekitar saya. Ucapan terimakasih kepada Bunda Jihan, beliau ibu saya, ibu yang sangat baik dan mulia hatinya. Ibu yang telah melahirkan saya, merawat dan menjaga saya hingga saya bisa berdiri ditempat ini menerima penghargaan ini Terima kasih Bunda atas doa dan kasih sayang. Ucapan terakhir saya untuk Istri tercinta saya, yang mau menemani saya dalam suka dan duka, semoga kita selalu bersama di dunia dan di akhirat. Dan seluruh teman teman, sahabat, dan mahasiswa yang telah berjuang bersama hingga kita bisa mencapai di titik ini. Kebahagiaan wisuda adalah kebanggaan kita. Teruslah menjadi orang baik, dan selalu berbuat kebaikan tanpa memandang siapaun dia. Akhir kata dari saya selamat berjuang untuk cita dan cinta kalian. Waalaikumsalam...."


Tepuk tangan dan Sorak Sorai lautan manusia di auditorium itu begitu hingar-bingar. Ada yang tersenyum bahagia, ada yang tertawa, ada yang bersedih dan ada yang menangis.


Acara wisuda pun telah selesai semua sudah keluar dari ruangan auditorium itu. Ada yang ke taman untuk sekedar berfoto sebagai kenang-kenangan. Ada tempat khusus yang disediakan untuk berfoto dengan latar belakang yang bisa diganti. Zhein, Suci dan Bunda Jihan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mereka juga berfoto untuk kenang kenangan.


"Ini hari terakhir kita disini Mas, kapan lagi kita bisa kemari?' tanya Suci pelan.


Mereka sudah berada di dalam mobil dan kembali ke apartemennya.

__ADS_1


"Pasti suatu hari kita bisa kesini lagi, kalau kamu rindu, apartemen ini tidak akan Mas jual, buat kenangan kita. Nanti biar Mas bayar orang untuk membersihkan setiap minggunya." ucap Zhein pelan.


Hampir enam tahun sejak mengambil S1 Zhein sudah menempati apartemen itu. Banyak suka dan duka, tapi tidak dengan percintaannya. Suci wanita pertama yang dibawa Zhein dengan hubungan special.


Suci menikmati perjalanan terakhir di kota ini. Memandang ke arah luar jendela, panas terik menembus kaca jendela itu.


"Ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanya Zhein kepada istrinya.


"Tidak Ada Mas, aku lelah mau istirahat." ucap Suci lembut, Suci tidak ingin membuat Suami tercintanya itu ikut lelah karena keinginannya.


"Baiklah, kita pulang dan istirahat, kita pesan makanan saja dan makan bersama dirumah." ucap Zhein lembut.


"Zhein.. selamat ya Nak, Bunda bahagia dan bangga sama kamu. Jaga ikatan perkawinan kamu dengan Suci. Jaga rumah tangga kalian. Yang paling penting komunikasi dan kejujuran. Saling menerima dan mendukung satu sama lain. Bunda yakin kalian itu jodoh dunia akhirat." ucap Bunda pelan.


"Aamiin ya Rabb" ucap keduanya dengan serempak.


Kebahagiaan akan lebih terasa nikmat bila dikelilingi oleh orang-orang yang kita sayangi. Karena dengan Doa dan dukungan mereka, sukses dan keberhasilan bisa kita raih dengan mudah.


Satu kucinya... KESABARAN DAN KEIHKLASAN....


JAZAKALLAH KHAIRAN

__ADS_1


__ADS_2