Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 59 BAIK BAIK SAJA


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


Hari ini Zhein akan membawa Suci ke Rumah Sakit untuk mengetahui jelas penyakit apa yang sedang di isap oleh istri tercintanya, sekaligus untuk mengecek perkembangan janin yang tumbuh di dalam perut Suci. Sejak minum obat dan istirahat, Suci sudah terlihat lebih baik.


"Sayang, kamu sudah selesai?" ucap Zhein lembut memanggil istrinya.


Zhein sudah menyiapkan roti selai dan susu hamil serta beberapa potongan buah agar tidak mual untuk Suci.


"Sudah sayang, ini untukku? makasih ya sayang" ucap Suci lembut sambil mengecup pipi Zhein.


"Kamu pagi pagi udah bikin Mas jadi merinding, hayo tanggung jawab." ucap Zhein meledek.


"Itu ciuman dari anaknya Mas Zhein. Ini yang minta cium pipi Abi dong umi." ucap Suci dengan suara seperti anak kecil.


"Ekhmmm anak Abi udah bisa godain Abi ya? apa umi nya ini yang pengen bermanja manja dengan Abi." ucap Zhein gemas sambil mencubit pipi Suci.


"Dua duanya sayang, Mas, aku tuh maunya bareng kamu aja. Tahu gak kalau kamu ke kampus, aku itu ambil piyama kamu, terus aku cium cium." ucap Suci dengan wajah yang lucu.


"Udah makan dulu, habis ini kita ke rumah sakit. Biar anaknya sehat." ucap Zhein pelan.


Zhein sebenarnya tidak dalam keadaan yang baik baik saja, pikirannya kalut dan hatinya cemas, kalau apa yang dikatakan Raina itu menjadi kenyataan.


"Kamu kenapa Mas, kok bengong, ayo dong dimakan juga." ucap Suci sambil mengunyah roti selai tersebut, dan sesekali menyeruput susu hamil rasa mangga.


"Enak susunya? sampai habis dan beesih? mau lagi?" ucap Zhein mengecup tangan Suci.


"Mau tapi di simpen di kulkas biar dingin, pulang dari rumah sakit aku bisa minum lagi, kan seger tuh." ucap Suci sedikit merengek.


"Apapun untuk istriku, akan aku kabulkan." ucap Zhein terkekeh dan mulai membuat susu hamil rasa mangga di gelas besar.


"Kita berangkat sekarang Mas?" ucap Suci.


"Iya, ini susunya juga sudah jadi. Kamu sudah siap sayang? nanti kita menemui dokter Raina dulu ya." ucap Zhein lembut.


Mereka berdua keluar dari apartemen dan pergi menuju rumah sakit. Waktu tempuh hanya sekitar tiga puluh menit. Zhein dan Suci masuk ke dalam rumah sakit dan mencari ruangan dokter Raina.


Dokter Raina memang dokter kandungan, dan Zhein pun meminta Raina untuk mencari dokter wanita untuk memeriksa kesehatan istrinya.

__ADS_1


"Kita USG Mas?" ucap Suci pelan.


"Gimana kata dokter Raina, lagi pula kamu USG juga baru dua minggu yang lalu waktu di Indonesia." ucap Zhein pelan.


"Lalu kita kesini mau apa? kalau gak USG?" ucap Suci pelan.


"Nanti kamu akan tahu, itu dia ruangan Raina." ucap Zhein lembut.


Zhein dan Suci berada di depan ruangan dokter Raina.


ceklek....


"Assalamualaikum..dokter Raina?" ucap Zhein pelan.


"Waalaikumsalam... Suci, Zhein, masuk. Aku pikir kamu tidak datang, sebentar aku panggil dokter Meta." ucap Raina pelan sambil ke luar ruangannya.


Suci dan Zhein hanya menunggu. Suci terlihat rileks, sedangkan Zhein sudah mulai panik dan berkeringat.


ceklek...


"Assalamualaikum Suci, Zhein ini dokter Meta." ucap Raina dengan sopan.


"Waalaikumsalam, iya dokter Meta saya Zhein dan ini istri saya Suci." ucap Zhein pelan.


"Iya dokter." ucap Suci pelan.


Serangkaian pemeriksaan pun sedang dilakukan. Zhein terus berdoa agar istrinya baik baik saja.


💚💚💚💚💚


-Di Apartemen Fathan-


dreeettt dreetttt


📱UMI .....


"Assalamualaikum, Umi apa kabar? sehat?" ucap Fathan lembut.


"Waalaikumsalam, Fathan sayang Umi sehat, Fatima juga sehat, dia sibuk dengan kegiatannya, Umi kesepian dirumah." ucap Umi pelan sambil menghela nafasnya dengan kecewa.

__ADS_1


"Umi, Suci ada disini, ada di Kairo. Fathan senang bisa bertemu Suci lagi. Suci seperti penyemangat Fathan." ucap Fathan pelan.


"Sudahlah Fathan, lupakan Suci, Umi selalu berdoa agar kamu memdapatkan jodoh yang lebih baik dari Suci. Suci sudah menikah Fathan, dia milik orang, jangan kamu ganggu rumah tangga Suci." ucap umi Khadijah lembut dan menjelaskan.


"Umi, Suci itu cinta sejati Fathan, Fathan tidak akan bisa melupakan Suci. Umi mengerti perasaan Fathan." ucap Fathan dengan nada kecewa.


"Fathan, ada satu hal yang kamu harus tahu dan ini tentang sebuah kebenaran. Umi akan bercerita tapi kamu harus berjanji mau menerima segalanya dengan lapang dada." ucap Umi Khadijah.


"Ada apa Umi, apa menyangkut Abi?" ucap Fathan sedikit keras.


"Ya ini tentang masa lalu Abi. Masa lalu yang tidak disengaja dan sekarang terkuak kebenarannya. Umi juga sempat kaget, Abi mu datang bersama Kakek Furqon. Mereka berdua menjelaskan semuanya kepada Umi, Fathan." ucap Umi pelan, dadanya terasa sesak untuk mengungkap sebuah kebenaran.


"Kakek Furqon? Kakek tahu masalah ini, dan menutupi dari Umi?!!" ucap Fathan lantang.


"Bukan Fathan, bukan seperti itu, Kakek juga mengetahuinya sebelum Umi. Beliau sempet syok dengan pernyataan Abi." ucap Umi Khadijah terisak mengingat semua uang diucapkan oleh Tito suaminya.


"Kebenaran apa Umi? ceritakan pada Fathan, agar Fathan tidak penasaran Umi." ucap Fathan keras.


"Fathan, Suci dan Aisyah itu adalah adikmu. Dia darah daging Abi dengan wanita lain yang tidak disengaja." ucap Umi Khadijah pelan.


"APA!!!! Fathan tidak salah dengar Umi?!! Suci dan Aisyah adik Fathan. Suci adik Fathan, Larasati dan Abi menikah? Lalu ibu Aisyah" ucap Fathan dengan bingung dan panik.


Orang yang selama ini di cintai adalah adiknya. Saudara sekandung se-ayah. Tidak pernah terbayangkan oleh Fathan. Fathan benar benar syok mendengar kabar ini dari Umi.


"Dengarkan Umi dulu. Umi akan bercerita dan jangan kamu sanggah dulu ucapan Umi, dengarkan dengan baik." ucap Umi tegas.


"Iya Umi, Fathan akan mendengarkan Umi." ucap Fathan menyerah.


Umi pun mulai bercerita dari awal hingga akhir, tanpa ada yang di tambahin ataupun dikurangi sesuai dengan apa yang di ceritakan oleh Tito suaminya.


"Begitulah ceritanya Fathan, kesalahan yang tidak disengaja membuat semua orang tersakiti. Tapi Umi mencoba tegar dan pasrah menghadapi takdir Umi. Kamu yang sabar dan ikhlas menerimanya, jaga Suci seperti kamu menjaga Fatima. Jangan biarkan hati kamu tetap menginginkan Suci yang jelas-jelas Suci adalah adikmu Fathan. Cari wanita lain yang lebih baik dari Suci. Umi doakan uang terbaik untuk kamu Nak." ucap Umi dengan trenyuh.


Hatinya telah basah sekaligus lega karena telah mengungkapkan kebenarannya kepada Fathan, agar Fathan tidak salah jalan, karena terobsesi mencintai Suci.


***Allah SWT selalu menjawab doamu dengan tiga cara, yang pertama langsung mengabulkannya, kedua, menundanya, dan yang ketiga, menggantinya dengan yang lebih baik untukmu.


-------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR

__ADS_1


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚***


__ADS_2