
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
Ini Kemesraan Suci dan Zhein.....
Ada yang iri gak nih....
***Jadilah perempuan sederhana, bermahkota malu dan dihiasi akhlak baik.
Jika jatuh hati, tak sampai menggadaikan kehormatan diri.
Selalu berdoa kepada Allah SWT agar perasaan tidak memporak-poranda keimanan***.
"Alhamdulillah ya mas, sampai juga di apartemen kamu ini. Suci benar bebar lelah mas, untung ada kamu yang selalu menguatkan Suci." ucap suci pelan.
Badannya mudah lelah, Suci merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk itu.
"Kamu lelah sayang? istirahatlah dulu, kasian anak kita juga butuh istirahat. Biar aku yang merapikan baju baju ke lemari." ucap Zhein sambil mengecup kening Suci yang sudah terlelap.
Ya Allah, alhamdulillah, akhirnya apa yang hamba cita citakan terkabul. Memiliki istri yang berhijab dan berniqab. Engkau datangkan semuanya.
Terima kasih Humairah atas kesediaanmu untuk ku pinang, aku akan selalu menjagamu dan menjaga cinta kita. Aku tidak tahu, kapan waktuku tiba Humairah. Bila itu terjadi, bertahanlah demi aku dan anak anak kita. Ku tunggu humairahku di surga.
Zhein pun mulai membereskan apartemennya yang mungil itu. Semua baju sudah dirapikan, lantai sudah di sapu dan di pel. Oleh oleh pun sudah tertata rapi di lemari makanan. Sengaja bunda dan mamanya membawakan makanan khas Indonesia takut cucunya menginginkan makanan itu. Zhein hanya tersenyum melihat kedua orang tuanya itu tersenyum bahagia.
"Mas... kamu dimana mas?" ucap Suci memanggil dengan pelan.
"Iya sayang, mas lagi di dapur, kamu sudah bangun sayang, kemari sayang kita minum teh biar badan kita hangat, apa kamu ingin susu hamil sayang?" ucap Zhein lembut.
"Maaf mas, aku malah ketiduran, kamu capek ya mas?" ucap Suci pelan.
"Sayang, apartemen ini kecil, dan aku terbiasa sendiri, melakukan aoaypun sendiri. Ini minum dulu susu hamilnya biar anak mas sehat dan ini cemilan dari bunda." ucap Zhein lembut.
"Kamu mau makan apa? biar aku masakin mas?" ucap Suci.
"Kita belanja dulu sayang, sekalian jalan jalan sore, gimana? tapi kalau kamu lelah mending kita tunda besok saja. Nanti kita pesan makanan saja." ucap Zhein perhatian.
"Kita pergi besok aja ya mas, Suci capek banget, masih pengen tidur, tapi lapar." ucap Suci dengan nada manjanya.
__ADS_1
"Mas pesenin makan, kamu mandi dulu, aku siapkan air hangat dulu buat ibu hamil. Ayok Suci." ucap Zhein lembut.
Hari ini benar benar hari yang membahagiakan. Hanya berdua dengan suami, bisa saling berbagi, membutuhkan dan mencintai. Aku akan belajar jadi istri yang baik untukmu mas Zhein.
Ilmu itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu akan menjaga kamu.
Itu seperti kamu mas Zhein, Bagiku kamu itu seperti kekayaan yang harus aku jaga dan aku layani, tetapi kamu selalu berpikir kamu itu ilmu, karena kamu ingin menjagaku.
"Mas zhein, ayo kamu juga mandi aku siapkan bajumu, panggil Suci kepada suaminya." ucap Suci pelan.
Suci tidak mendengar sahutan suaminya, ternyata, tertidur pulas di atas kasurnya. Mungkin mas Zhein terlalu lelah. Suci pun duduk di tepi ranjang, badannya memang lebih segar, tapi rasa kantuk dan capeknya datang lagi. Lebih baik aku tidur juga seperti mas Zhein, tadi sudah minum susu, makannya nanti saja. Aku capek...
Sudah tiga jam mereka tertidur pulas.
"Mas, bangun mas, udah malam, kita belum sholat." ucap suci pelan dengan menggoyangkan badan suaminya agar cepat terbangun.
Zhein pun mulai terusik dari tidurnya, dan mulai membuka kelopak matanya.
"Mas, kita sholat dulu ya, baru makan, ayo mandi dulu." ucap suci pelan.
"Iya sayang, sebentar nyawa mas belum kumpul nih." ucap Zhein datar.
Zhein pun bangkit dari tidurnya dan kemudian mandi dan berwudhu. Suci pun berwudhu dan
"Sayang, kamu mau makan apa, makanan tadi yang ku beli mungkin sudah dingin. Apa ingin pesan lagi?" ucap Zhein pelan.
"Sudah mas, gak papa. Mubazir kalau gak dimakan mas. Jangan membuang makanan mas, sama saja kita membuang rejeki, mau disuapin sayang?." ucap suci lembut.
"Mau dong, sesekali bermanja manja dengan kamu sayang." ucap sambil mengecup pipi Suci dengan lembut.
"Makan dulu mas, setelah itu baru istirahat lagi sayang, nih udah aku ambilin, ayok duduk buka mulutnya." ucap Suci.
"Ekhmmm aaa... enak, kamu juga makan, terus minum obat dan vitaminnya." ucap Zhein manja, sambil mengunyah makanannya dengan cepat.
"Iya sayang, ini aku juga makan, makan sepiring berdua itu nikmat mas?" ucap Suci.
"Ini obat dan vitaminnya di minum dulu Suci, sini biar mas beresin bekas makanannya, ini air putihnya letakkan di meja kalau udah. Mas buang sampah dulu." ucap Zhein pelan.
Hari ini memang lelah, tapi Alhamdulillah sudah hilang karena istirahat tadi. Zhein sudah kembali dari kegiatannya membersihkan bekas bungkus makanannya. Suci pun sudah selesai meminum obat dan vitaminnya, kemudian menonton tv yang ada dikamanya.
"Sudah minum obat dan vitaminnya sayang, sudah santai aja." ucap Zhein kepada istrinya.
__ADS_1
Zhein pun duduk disebelah istrinya menemani untuk bersantai dan menonton tv.
"Masih cape sayang?" ucap Zhein sambil memeluk Suci dari samping dan mengecup leher Suci.
Sontak Suci pun kaget dan menoleh ke arah Zhein.
"Lumayan mas, pinggang aja masih pegel, duduknya lama." ucap Suci polos, madu memindahkan channel mencari yang dia mengerti bahasanya.
"Kalau kita honeymoon gimana?" ucap ucap Zhein berharap harap cemas.
"Honeymoon kemana mas? kita aja baru sampai disini.' ucap Suci yang tidak mengerti digoda oleh suaminya.
"Di Kairo juga ada gua sempit kan?" ucap Zhein memohon.
"Astaghfirullah, mas kirain apa, kamu ini, pantes dari tadi nyium nyium begini. Kamu gak cape?" ucap Suci.
"Gak sayang, mas pengen nengok baby-nya. Tapi kalau kamu cape gak papa sayang." ucap Zhein makin mengeratkan pelukannya, dan meniup niup kuping Suci.
Suci pun tidak menjawab pertanyaan Zhein, cukup menandakan dengan balasan ciuman di pipi suaminya pertanda ia ingin menikmati malam itu bersama.
Namamu akan selalu kusimpan dalam Do'a Mas Zhein.
Jangan simpan seseorang dalam hati, sebab hati itu berbolak balik. Tapi simpanlah seseorang itu di dalam Do'a, karena do'a itu tercatat di langit.
Kenapa manggil sayang, kita mau kemana? Bawa aku ke surga ya?
Jangan pernah lepaskan tanganku, apapun keadaannya, kita tetap akan berpegangan erat hingga menua nanti.
***Allah SWT tidak pernah mengatakan bahwa jalan hidup itu akan mudah, tapi Allah SWT mengatakan, aku bersama dengan mereka yang mau bersabar.
Dulu, kupikir kedewasaan berjalan berdampingan dengan usia. Ternyata tidak, kedewasaan berjalan berdampingan dengan masalah hidup***.
-----------------+++----+++---------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR
JAZAKALLAH KHAIRAN
__ADS_1
💚💚💚💚💚