
SELAMAT MEMBACA
πππππ
"Suci, setelah mengajar, kita pergi ke taman kota, mungkin ada beberapa hal yang harus ceritakan padamu. Aku tidak ingin berlarut larut dan menyimpan masalah ini.." ucap Zhein sambil memarkirkan mobilnya di parkiran dosen.
"Aku boleh ikut di kelas?" ucap suci polos.
"Boleh sayang, tapi kita sholat Dzuhur dulu ya." ucap Zhein mantap.
Setelah sholat Dzuhur, Suci dan Zhein menuju ruangan Zhein menunggu waktu tepat untuk mengajar. Jadwal hari ini tidak lama hanya satu SKS sekitar 50 menit, dan itu hanya sesi tanya jawab.
"Ayok Suci, sudah waktunya. Kamu nanti duduk didepan sana saja ya. Hari ini hanya tanya jawab saja." ucap zhein datar. Hatinya masih mengganjal dengan ketidakjujurannya terhadap Suci.
"Iya Mas, aku mengerti.Tapi Suci jangan ditanya ya?" ucap Suci terkekeh.
Zhein dan Suci masuk bersamaan ke dalam kelas. Banyak mata memandang ke arah Suci dengan tatapan aneh.
Suci baru masuk ke dalam kelas itu, jadi banyak mahasiswi yang bertanya tanya siapa yang berjalan bersama dengan Pak Dosen ganteng idaman mahasiswinyaitu, mungkin dari kelas lain atau kakak tingkat yang tidak lulus mata kuliah ini.
"Assalamualaikum, kumpulkan tugas kalian, estafetkan dari belakang. Kemudian materi kali ini tentang HIJRAH DAN TOBAT, silahkan sesi tanya jawab saya buka." ucap Zhein mantap as ambil mengambil tugas mahasiswanya yang sudah diestafetkan ke depan.
"Waalaikumsalam, pak." ucap mereka serempak.
Suci yang berada di meja depan pun hanya diam. Pura pura sibuk dengan bukunya yang ia pinjam dari ruangan Zhein.
Sesi tanya jawab pun dimulai, ada yang memulai pertanyaan.
"Pak, bagaimana dengan tobat sambel, apa Allah SWT tetap mengampuni kita?" ucap salah satu mahasiswanya.
"Oke langsung saya jawab, Allah SWT itu Maha Pengasih, maha penyayang dan pengampun, Allah SWT akan tetap menerima tobat kalian meskipun tobat sambel. Tapi bila jatuh ke lubang yang sama setelah bertobat itu berarti orang bodoh, orang yang tidak niat dalam bertobat." ucap Zhein mantap.
"Pak, berhijrah itu apa harus berhijab?" ucap salah satu mahasiswinya.
"Dalam Al Qur'an surah Al-Anfal ayat 74, Allah SWT berfirman yang artinya:Β
__ADS_1
"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia." (al-Anfal: 74).
Jadi hijrah adalah proses terus-menerus untuk memperbaiki diri, memperbaiki cara berpikir, dan memperbaiki cara berucap serta bersikap. Ini berlaku bagi siapa saja.Β
Tidak harus berhijab, tapi alangkah baiknya berhijab untuk menutup auratnya. Paham?" ucap Zhein mantap.
"Pak apa perlu seorang wanita berniqab, seperti dia? bukankan malah menjadi aneh?" tanya mahasiswa yang lain kepada Zhein.
"Beberapa ulama berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnyaΒ sunnah(dianjurkan) dan akan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Jadi pandangan saya sebagai dosen, wanita itu harus menjaga pandangannya, terutama wanita itu telah menikah, yang dikhawatirkan akan menjadi fitnah. Apa menurut kalian wanita ini aneh menggunakan cadar? siapa yang mau jawab." ucap Zhein melempar pertanyaan.
"Buat saya aneh pak, karena lingkungan disini jarang ada yang menggunakan niqab. Tapi kalau menurut bapak untuk menjaga pandangannya, mungkin dia sudah menikah pak." ucap lantang mahasiswanya yang paham akan Sunnah berniqab.
"Betul wanita ini adalah seorang mualaf, dia mantap berhijrah, berhijab dan berniqab. Wanita yang mulia, wanita yang saya cintai, dia istri saya. Oke saya tutup waktu tanya jawab habis, pertemuan berikutnya kita akan adakan Quis. Assalamualaikum..." ucap Zhein sambil menggandeng Suci ke luar ruangan itu.
Semua mahasiswinya hanya bersorak, ada yang senang dengan jodoh Pak Zhein, ada yang kesal, tapi yang jelas Pak Zhein sudah punya istri, tidak bisa untuk dicintai.
"Mas, kamu itu bikin malu Suci aja." ucap Suci pelan dengan tangan masih digandeng Zhein.
Banyak mata memandang heran, tidak biasanya seorang Zhein bergandengan tangan dengan wanita. Karena status pernikahan mereka belum ada yang mengetahui.
"Iya mas, tapi lihat itu, semua mahasiswimu itu?" ucap Suci sambil menengok arah samping.
"Biarin aja." ucap Zhein cuek.
Zhein tetap saja menggandeng Suci sampai parkiran mobil. Membukakan pintu mobil dan mempersilahkan masuk. Bagai pangeran yang sedang mengajak permaisurinya pergi.
Mobil pun berjalan menuju taman kota yang sudah dijanjikan Zhein.
"Mas, kita jadi ke taman kota?" ucap Suci.
"Jadi, aku ingin menceritakan sesuatu yang terjadi di masa laluku. Aku harap kamu bisa mengerti Suci." ucap Zhein ragu.
"Ceritakan kalau itu tentang dirimu, kamu punya masa lalu, begitu pun aku, dan itu akan tetap menjadi masa lalu. Dan kita itu masa depan." ucap Suci meyakinkan.
"Kamu tahu kenapa laki laki itu disebut SUAMI?" ucap Zhein mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Apa ya Pak Dosen? Suci gak tahu, yang suci tahu Pak Dosen ganteng itu SUAMI Suci." ucap Suci terkekeh.
"SUAMI itu Surga Untuk Anak bersaMa Istri." ucap Zhein mantap.
"Bisa aja mas Zhein ini, itu sih tugas suami membawa Istri dan Anaknya ke Surga." ucap Suci.
"Kamu yakin, aku pria yang baik yang bisa membawamu ke Surga?" ucap Zhein.
"Aku gak perlu kata kata manis, perlakuanmu, perhatianmu itu sudah membuktikan, selebihnya aku pasrahkan sama Allah SWT." ucap Suci mantap.
"Kalau ternyata aku memiliki masa lalu yang buruk, apa istriku masih mau bersamaku?" ucap Zhein menyelidik.
"Bertobat mas, aku gak mungkin kan menghukummu, tentu kamu lebih paham agama mas. Allah SWT maha pengampun. Kamu kan yang mengajarkan aku seperti itu. Memangnya kamu kenapa? kok pertanyaannya aneh aneh sih." ucap Suci.
"Kamu tahu Kinanti?" ucap Zhein pelan.
"Kinanti? bukannya itu mantan kamu, yang tadi datang?" ucap Suci datar.
"Kamu gak penasaran? atau pengen tahu gitu?" ucap Zhein menyelidik.
"Mas, aku ini istrimu, aku pasti cemburu dan penasaran setiap ada perempuan yang mengenalmu seakan akan dekat dengan kamu. Tapi posisiku istri dan mereka teman temanmu. Selama mereka tidak menggangu rumah tanggaku, aku tidak masalah. Kecuali di depan umum, mereka tidak senonoh. Jadi apa yang mau kamu ceritakan?" ucap Suci antusias.
Sebenarnya ini yang ditunggu Suci, Zhein mau jujur tentang masa lalunya. Bunda Jihan pernah bercerita tentang Zhein. Perubahan sikap Zhein, dan tobatnya seorang Zhein. Ini yang membuat Suci ingin mengenal Zhein dan semua kehidupannya, keluarga besarnya, dan teman temannya.
"Kita ngobrol di mobil atau mau turun?" ucap Zhein sambil memarkirkan mobilnya di sekitar taman kota.
"Kita di mobil saja." ucap Suci lembut.
---------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
πππππ
__ADS_1