Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 97 SAH YANG SESUNGGUHNYA


__ADS_3

Raina pun mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah Fathan. Pandangan penuh rasa cemas dan takut.


Fathan pun memandang Raina penuh harap, dan mengulang kembali pertanyaannya.


"Apakah kamu siap Raina Hermawan untuk menikah denganku hari ini juga." ucap Fathan kembali dengan perasaan penuh harap.


Semua keluarga dan tamu undangan menatap keduanya dengan rasa penasaran tingkat akut, dan tentunya berharap Raina tetap dengan jawaban di awal. Menjawab dengan mantap dan tegas mau.


Dengan mengumpulkan segala keberanian dan menghilangkan rasa gugup dan cemas, Raina juga perlu menetralkan degub jantungnya buang sempat berdetak cepat dan kencang. Raina pun menghirup nafas dengan dalam dan membuangnya secara perlahan.


Bismillahirrahmanirrahim.... ucapnya lirih.


"Aku, Raina Hermawan sudah meyakinkan diri untuk menerima dan mau menikah dengan Muhammad Fathan saat ini juga sebagai penyempurna agama." ucap Raina menjawab dengan tegas dan mantap dalam satu tarikan nafas saja.


Membuat setelahnya menjadi ngos ngoaan seperti berlari mengelilingi lapangan sebanyak lima kali putaran tanpa beristirahat. Nafasnya menjadi tidak beraturan dan sedikit memburu menahan rasa cemas dan gugup yang tertahan.


Semua orang pun riuh dan memberikan tepuk tangan yang meriah setelah mendengar jawaban dari Raina.


Ucapan selamat kepada keduanya pun langsung terlontar dari beberapa kerabat dan tamu undangan.


"Harap tenang, untuk Raina dan Fathan silahkan bersiap siap untuk acara ijab kabul yang sudah dipersiapkan." ucap Baihaqi pelan mengambil alih sebagai MC acara tersebut.


Raina dan Fathan pun berganti pakaian selayaknya pengantin dan bersiap diri untuk melaksanakan acara ijab kabul.


Acara ijab kabul pun dimulai. Reihan sebagai wali Raina untuk mengambil alih tanggung jawab sebagai ayah. Kakak laki-laki Raina itu sangat antusias dan bersemangat menjadi saksi adik semata wayangnya menikah, terlebih menikah dengan orang yang tepat.


"Kami sudah siap Fathan?" tanya seorang petugas KUA.


"Insya Allah siap Pak." ucap Fathan dengan mantap.


Suasana hangat karena hari sudah menjelang siang membuat hawa sedikit panas. Hanya terdengar khidmat dan diakhiri kata SAH dari semua kerabat dan tamu undangan yang telah hadir.


Semua bertepuk tangan bahagia, melihat pasangan pengantin buang baru saja mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan baik.

__ADS_1


Kakek Furqon menginterupsi sebentar setelah acara akad nikah cucu pertamanya itu.


"Hari ini akan menjadi moment special bagi dua pasangan pengantin. Yang pertama pasangan Fathan dan Raina, yang kedua untuk pasangan Zhein dan Suci yang ingin mengulang kembali ijab kabulnya. Cucuku ini baru mengetahui suatu rahasia besar yang telah ditutupi-tutupi oleh ayahnya yang ternyata hanya ayah sambung. Hari ini kita akan menjadi saksi kembali pengulangan ijab kabul mereka agar menjadi lebih sempurna di mata agama dan Allah SWT." ucap Kakek Furqon pelan.


"Tidak ada pernikahan yang tidak SAH, sebuah pernikahan akan SAH bila memang sudah ada penghulu, wali dan pasangan pengantin. Keabsahannya pun dengan jawaban saksi mengucapkan kata SAH kepada pasangan pengantin setelah ijab kabul dilakukan. Selama tidak ada pelaporan ataupun teguran maka pernikahan yang dilakukan itu SAH dan HALAL. Yang membuat tidak SAH, adanya ketidakjujuran dari orang tersebut atau pihak pihak yang mengetahui namun menutupi bukan dari pihak KUA atau kyai yang menikahkan, sejatinya seseorang datang untuk menikah itu wajib dinikahkan untuk menghindari zinah. Untuk pasangan Zhein dan Suci, memang lebih baik mengulang ijab kabulnya, bila kondisinya memang seperti yang dijelaskan sebelumnya. Untuk menghindari fitnah dan kesalahpahaman maka, pengulangan ijab kabul antara Suci dan Zhein akan segera dilaksanakan dengan melampirkan bukti yang kuat." ucap salah satu Kyai disana.


Zhein dan Suci telah duduk di tempat yang telah disediakan, walaupun mereka berdua pernah menikah dan melakukan ijab kabul, tetap saja hal ini membuat mereka gugup terlebih Zhein.


"Kamu sudah siap Zhein?" tanya seorang petugas.


"Insya Allah, saya siap." ucap Zhein pelan.


"Baiklah kita mulai saja sekarang. Pengantin wanita menggunakan nasab ibunya ya. Siap ya Zhein?" ucap seorang kiyai.


Bismillahirrahmanirrahim...


Saya terima nikah dan kawinnya Brigita Suci Atmaja Binti Larasati Atmaja dengan mas kawin tersebut diatas.


SAH........


Semua berbahagia, pengulangan ijab kabul sudah dilaksanakan dengan khidmat dan lancar.


Semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warahmah.


Semua kerabat dan tamu undangan pun memberikan selamat kepada kedua pasangan pengantin itu. Kebahagiaan yang hakiki adalah menikah dengan orang yang dicintai dan diharapkan.


"Selamat Mas Fathan dan Kak Raina.. SAMAWA." ucap Suci pelan sambil menyalami Raina.


"Iya Suci makasih ya, ini jantungku masih lemah, tidak yakin sudah jadi istri orang." ucap Raina dengan pipi memerah.


"Malam ini bisa jebol dong Bu dokter." ucap Aisyah menimpali.


"Semoga aja, gawangnya gak bablas." ucap Raina terkekeh.

__ADS_1


"Aish.. ngomongin apa sih, Fatima masih polos nih" ucap Fatima pelan.


"Lulus juga nyusul." ucap Aisyah pelan.


"Alhamdulillah... kita jadi bersaudara semua. Masalah keluarga pun selesai satu per satu. Hidup tanpa dendam itu ternyata indah, wajah juga gak cemberut aja." ucap Suci pelan.


"Masih gak percaya kita semua ini bersaudara, kita harus jaga persaudaraan kita, jangan pernah dendam dan sakit hati, semua sudah takdir dari Allah SWT." ucap Aisyah pelan.


Air matanya mulai turun, keempat perempuan itu saking berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain. Tali persaudaraan yang mereka miliki akan selamanya terjalin dengan baik dan dengan bahagia.


"Aku bahagia, sangat bahagia." ucap Suci mendekap semuanya.


"Aku juga Suci, ternyata persahabatan kita menjadi persaudaraan. Maaf aku sempat menyukai suamimu Suci." ucap Aisyah pelan.


"Iya ... kagum itu wajar. Gimana Baihaqi?" tanya Suci pelan.


"Suci... aku malu, sampai saat ini aku belum pernah melakukan itu. Aku selalu takut dan Mas Baihaqi selalu menunggu kesiapanmu. Aku harus bagaimana? Aku benar-benar tidak tahu caranya Suci." ucap Aisyah pelan.


"Astaghfirullah... bagaimana kuat itu suamimu menunggumu Aisyah. Itu kewajibanmu sebagai istri." ucap Suci pelan.


"Tapi Suci, kalau mendengar cerita orang, itu sakit Suci." ucap Aisyah pelan.


"Sakitnya tidak akan terasa bila kamu melakukannya dengan ikhlas. Percaya denganku Aisyah. Ini ladang pahala untuk kamu." ucap Suci menasehati dengan lembut.


"Suci, aku takut, setiap Mas Baihaqi menginginkan aku selalu menolaknya karena aku takut. Untuk berganti baju di depannya saja aku masih belum berani." ucap Aisyah menatap Suci dengan sendu.


"Aisyah... hilangkan rasa takut, rasa cemas kamu, tapi tetaplah itu kewajibanku, pahalanya sungguh besar bisa melayani suami dengan baik, baik melayani secara jasmani ataupun rohani. Lakukanlah dengan ikhlas. Bismillahirrahmanirrahim..." ucap Suci pelan.


"Akan ku coba Suci, semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk suamiku." ucap Aisyah pelan.


Semoga..... bahtera rumah tangga mereka semua mendapatkan kebahagian yang hakiki. Satu saudara berbeda ibu ini, sudah menjadi saudara sedarah yang saling mendukung satu sama lain.


JAZAKALLAH KHAIRAN

__ADS_1


__ADS_2