Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 28 KERINDUAN FATHAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


-Apartemen Fathan, Kairo -


Prank.......


Gelas yang berada ditangan Fathan pun terjatuh dan pecah berserakan. Pemiliknya pun tak kalah shock. Firasat apa ini? Ada apa dengan Umi? atau mungkin Suci?


Fathan pun segera membersihkan pecahan pecahan beling itu agar tidak mengenai kakinya.


Sebenarnya pecahan itu menandakan hatinya yang hancur berkeping keping, karena tepat dihari ini di jam ini juga Suci sedang melangsungkan proses akad nikahnya bersama Zhein.


Sungguh firasat yang terlalu peka tapi tidak dengan hati dan pikiran Fathan yang selalu berHUSNUDZAN kepada Allah SWT.


Sudah lama tidak mendengar suara Suci, sungguh aku merindukanmu Suci. Aku hanya bisa menatapmu dalam bayanganku saja. Mungkin bila aku sedang bermimpi dan itu bertemu kamu itu bisa mengobati rasa rinduku kepadamu. Aku yang hanya bisa mencium sajadah darimu setelah sholat fardhuku ataupun sunnahku dan selalu kupakai untuk bersujud disepertiga malamku yang selalu menyebut namamu, agar aku bisa bermimpi indah bersamamu. Tak lupa aku pun berdzikir dengan tasbih pemberianmu, ku ciumi setiap saat, wangimu yang khas seolah masih tersimpan saat kucium tasbih itu.


Suci apakah kamu juga merindukan aku? sama seperti aku yang begitu merindukanmu?


Suci namamu sungguh Indah, lebih indah lagi bila aku yang mendengar langsung DUA KALIMAT SYAHADAT itu terucap dari bibirmu. Aku berharap ketulusan dan keikhlasanmu. Kuharap Hidayah itu benar benar dapat kamu raih dengan sempurna hanya dengan campur tangan Allah SWT.


Firasat ku ini betul betul mengangguku, ada apa sebenarnya ini, lebih baik aku telepon umi untuk menanyakan kabarnya.


"Assalamualaikum umi.... sehat umi?" tanya Fathan.


" Waalaikumsalam fathan, umi baik sayang, kamu gimana? sehat Nak?" ucap umi lembut.


"Umi, Fathan rindu, rasanya ingin pulang." ucap Fathan manja kepada uminya.


"Rindu umi atau Nak Suci, umi denger Suci sudah mendapat hidayah, tapi umi belum tahu pastinya. Besok umi akan ke rumah sakit menjenguk Eyang Atmojo yang sedang kritis. Mungkin umi bisa dapat info tentang suci, sabar ya Fathan. Sabar itu kadang menyakitkan karena terlalu lama menunggu, tapi kadang sabar itu bisa membahagiakan karena tujuan yang kita inginkan tercapai. Paham maksud umi. Sekarang urusin dulu tuh kuliah nya baru urusin tuh cinta cintaan. hhahha... " ucap umi terkekeh.


"Iya umi, Fathan mau cari buku untuk thesis dulu, assalamualaikum" ucap Fathan sopan.

__ADS_1


"Waalaikumsalam Nak" ucap umi lembut.


Fathan pun bersiap pergi ke toko buku, hendak mencari buku untuk referensi pembuatan Thesis, yang merupakan syarat kelulusan S2 nya.


Jarak apartemen dan toko buku itu tidaklah jauh, tapi menyusuri dengan kesendirian akan terasa lama.


Karena hari ini tidak ada kegiatan, aku akan mencari referensi lain dari jurnal mungkin ada yang sesuai dengan Thesisku, batin Fathan.


"Assalamualaikum, mas Fathan, kita ketemu lagi?" ucap Siska.


"Waalaikumsalam Siska, dengan siapa?" ucap Fathan spontan. Kenapa juga aku harus menanyakan dengan siapa, tidak ada urusannya denganku, gumamnya dalam hati.


"Aku sendiri mas Fathan, kau lihat sendiri, mana ada yang mau dengan gadis sepertiku, oh ya bukumu belum aku kembalikan, nanti kalau ada waktu senggang aku akan mengembalikan ke apartemenku. Kamu sendiri dengan siapa?" ucap Siska sambil celingak celinguk.


"Aku pun sendiri Siska, mana ada wanita yang ingin dekat denganku, aku sangat kaku sekali. " ucap Fathan begitu datar. Fathan selalu menjaga jarak dengan perempuan yang bermaksud mendekatinya. Cintanya terhadap Suci sudah penuh hingga tidak ada celah untuk wanita lain.


"Kamu sudah selesai atau baru datang mas Fathan, kebetulan aku tinggal ke kasir. Bisa kita makan siang bersama?" ucap Siska dengan nada mengajak.


"Aku baru datang Siska, dan aku akan lama disini karena harus mencari jurnal. Maaf sudah menolakmu, mungkin lain waktu Siska." ucap Fathan.


"Nanti ku kabari ya, seminggu ini aku full jadwal bimbingan dan mengajar adik tingkat." ucap Fathan yang sebenarnya menolak secara halus.


"Oke, aku duluan mas Fathan, assalamualaikum." ucap Siska sedikit kecewa.


"Waalaikumsalam." ucap Fathan.


Kenapa kamu selalu menolakku mas Fathan bukankah kamu sendiri? apa kurangnya aku? Kenapa aku selalu ditolak pria. Disaat aku harus melupakan Zhein karena kesalahanku sendiri. Tidak mungkin aku minta kembali bersamanya, dia pasti sudah membenciku.


Cukup Suci yang aku tunggu, tiada wanita lain setelah umi, suci dan Fatima adikku. Cinta untuk ketiganya tulus, bahkan aku tidak bisa memilih salah satunya, semua begitu berharga untukku.


💚💚💚💚💚


-Di Rumah Sakit-

__ADS_1


Melihat kondisi Eyang yang begitu lemah dengan tusukan jarum ditangan kanan dan kirinya. Belum alat pendeteksi yang terpasang di dadanya, belum lagi alat bantu oksigen diwajahnya. Wajahnya begitu pucat, matanya terpejam, bibirnya pun putih.


Ku genggam tangan Eyang yang begitu dingin untuk menyalurkan kehangatan, dan kerinduan sang cucu.


Ku bisikkan doa untuk kesembuhannya. Ku bisikkan kembali dzikir sholawat, agar Eyang mendengar bahwa aku telah datang.


"Eyang, aku dan mas Zhein sudah datang untuk menjenguk eyang, kami berdua sangat bahagia eyang, karena acara pernikahan kami sangatlah lancar. Alhamdulillah mahar yang suci minta hanya seperangkat alat sholat dan surat Ar Rahman, sesuai keinginan eyang, agar suci selalu mengingat kesederhanaan, ketulusan dan keikhlasan apa yang diberikan oleh suami suci. Suci tidak menyesal dengan keputusan Suci, bahkan Suci bangga bisa meraih Hidayah itu. Proses hijrah Suci tidak mudah eyang, doakan agar Suci Istiqomah, dan bisa membangun keluarga yang Sakinah Mawadah dan Warahmah." ucap suci lirih dekat telinga eyang dengan terisak.


Zhein yang sedari tadi disamping suci ikut terenyuh Hinga matanya berkaca-kaca. Sambil memegang pundak Suci dan sesekali mengelus elus dengan pelan.


"Suci sayang, sudah kita keluar dulu, tadi kata dokter tidak boleh lama lama, kita makan dulu, nanti kesini lagi." ucap Zhein sangat lembut.


"Suci ingin tetap disini mas, menemani eyang hingga sadar, suci gak mau makan mas." ucap suci pelan.


Suci hanya menggelengkan kepalanya. Matanya sembab dan menyipit akibat terlalu lama menangis.


"Makan dulu sedikit saja, mas suapin, kita keluar dulu, gantian dengan yang lain, nanti kita masuk lagi, mas tungguin. Nanti kita sholat berjamaah disini dan baca Qur'an disini, agar eyang mendengar lantunan ayat-ayat suci dari cucu tersayangnya. Kamu mau kan sayang?" ucap Zhein pelan, dengan merangkul pundak suci untuk dibawa ke luar ruangan.


"Suci sayang, ayo makan dulu Nak, kamu belum makan nanti sakit Nak? bunda suapin mau?" ucap bunda lembut dan perhatian.


"Biar Zhein aja bunda yang suapin suci, ayo makan dulu aaaaaaaaaeeeemmmm...... ucap Zhein.


Suci pun menerima suapan tersebut dan mulai mengunyahnya dengan sangat pelan.


Zhein yang selalu sabar menemani Suci.


Separuh jiwanya telah berada di tubuh Suci.


"Assalamualaikum......." ucap seorang perempuan memberikn salam dan tersenyum.


-----------+------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR

__ADS_1


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


__ADS_2