
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
Hari ini adalah hari yang special untuk mama Larasati. Karena hari ini mama Larasati sudah bersiap untuk mengucapkan Dua Kalimat Syahadat di Masjid. Acara ini sudh jauh jauh hari dipersiapkan oleh Zhein sebelum keberangkatannya ke Kairo bersama Suci. Hari ini keluarga besar Atmojo pun datang bersama Aisyah karena undangan dari Suci. Untuk Aisyah sengaja Suci undang sebagai saksi mama Larasati dan juga sebagai tangan kanan Suci dalam mengurus butik ZAUJATI selama Suci tidak ada.
"Alhamdulillah ya mas, acara hari ini berjalan lancar sesuai harapan kita. Terimakasih mas Zhein sudah membantu mama untuk mencapai hidayahnya, dan ini adalah acara puncaknya." ucap Suci pelan.
"Sama sama sayang, ini sudah menjadi tugasku, untuk mengarahkan orang orang yang ingin kembali ke jalan yang benar. Yang ingin mengenal Allah SWT, seperti kamu." ucap Zhein menjawil dagu Suci.
"Setelah ini kita ke Butik mas, kalau mas sibuk aku dan Aisyah di tinggal saja. Tapi nanti mas jemput lagi ya." ucap suci.
"Kita langsung aja ya, tadi mas udah pamit sama bunda, mas harus ke kampus, urus buat keberangkatan, ada hal hal yang harus diselesaikan." ucap Zhein.
Suci dan Aisyah telah sampai di butik. Sesuai kesepakatan tadi, Suci dan Aisyah pun hanya diantar ke butik kemudian Zhein melanjutkan aktivitasnya ke kampus.
"Aisyah ini butik zaujati milik Zhein yang diberikan padaku. Aku senang mengurus butik ini, walaupun aku sering absen dan tidak full mengurus butik ini. Kenalkan ini ketiga karyawan kesayanganku, ini Eva, Rani dan Maya. Kenalkan ini Aisyah yang akan menggantikan aku selama aku tidak ada." ucap Suci ramah kepada ketiga karyawannya.
"Sungguh bahagia sekali kamu Suci, hidupmu sungguh beruntung. Aku sudah tidak punya ibu, ibuku meninggal saat melahirkan aku, dan aku pun tidak tahu, siapa ayahku. Nenek cempaka tidak pernah memberitahuku. Aku ingin bertanya pada Umi Khadijah atau Mama Larasati. Aku ingin tahu Suci." ucap Aisyah.
Aisyah selama ini diurus oleh nenek cempaka. Ibunya telah meninggal dan ayahnya tidak pernah terungkap. Dulu sang Ibu selepas SMA memilih tinggal di Pondok Pesantren milik Kakek Alvaro. Umi Khadijah telah dijodohkan dengan Abi Tito sejak SMA, Bu Siti tinggal bersama di pesantren sedangkan mama Larasati lebih memilih kehidupan bebasnya, dan melanjutkan kuliah.
"Nanti Suci tanya mama, siapa ayahmu sebenarnya. Aku pun belum tahu siapa ayahku Aisyah, aku juga sama sepertimu, aku penasaran. Tapi bersyukur mas Zhein menguatkan aku." ucap Suci menguatkan.
"Aku ingin memiliki suami seperti Zhein, apakah ada lagi yang seperti zhein?" Ucap Aisyah sendu.
"Pasti ada, kamu harus tetap sabar ya. Ada jodoh terbaik yang sudah disiapkan Allah SWT untukmu Aisyah. Apa kamu tidak tertarik dengan mas Fathan?" ucap Suci lembut.
"Terima kasih Aisyah. Aisyah sejak aku tahu kamu menyukai Fathan, aku pun berhenti mengaguminya. Aku tidak ingin ada salah paham denganmu. Kita bersahabat dan aku akan menjaga persahabatan kita. Dan saat ini aku tidak bisa lagi mengagumi seorang Fathan, aku telah mengagumi orang lain yang tidak akan mungkin bisa ku miliki.." ucap Aisyah lembut.
"Siapa, apa aku kenal, ceritakan padaku Aisyah, sudah lama kamu tidak berbagi keluh kesahmu padaku." ucap Suci lembut.
"Maafkan aku Suci, biarkan hanya Allah SWT yang tahu. Apa yang harus aku lakukan di butik ini?" ucap Aisyah mengalihkan pembicaraan.
"Mudah Aisyah, kamu tinggal cek pesanan atau tanya Mbak Sandra apakah ada model baru atau tidak, nanti biar mbak Sandra membimbingmu. Kamu tinggal mengecek aja semua tugas sudah ku bagi dengan karyawan ku." ucap Suci menjelaskan.
__ADS_1
"Baiklah, sepertinya aku akan betah disini." ucap Aisyah senang.
"Apakah kamu ingin ta'aruf Aisyah? biar mas Zhein kenalkan?" ucap Suci lagi lagi membujuk Aisyah.
"Tidak perlu Suci, aku ingin fokus pada butikmu ini." ucap Aisyah pelan.
"Baiklah itu ada motor untuk inventarismu atau kamu bisa telepon Pak Slamet untuk mengantar jemput kamu. Aku ingin menyusul Mas Zhein ke kampus." ucap Suci pelan sambil meninggalkan butik itu dan menaiki taksi.
Suci pergi menuju rumah sakit, beberapa hari ini perutnya mual dan muntah. Semua makanan yang ada tidak pernah membuatnya berselera makan. Dan Suci sudah terlambat satu Minggu. Ingin memastikan penyakit apa yang sedang dideritanya.
dreeeeettttt dreeeeettt
📱 Humairahku
"Assalamualaikum, sayang, kamu dimana, aku ke butik, kata Aisyah kamu ke kampus, apa bener?" ucap Zhein cemas.
"Waalaikumsalam, Suci lagi dirumah sakit mas, setelah ini rencana mau ke kampus." ucap Suci lembut.
"Kamu kenapa Suci, kenapa tidak memberitahuku, dirumah sakit mana? aku kesana sekarang." ucap Zhein panik.
Zhein pun langsung memutar balik setirnya menuju Rumah Sakit XX.
"Assalamualaikum, sayang kamu kenapa?" ucap Zhein pelan sambil menggenggam tangan Suci.
"Waalaikumsalam, mas Zhein, aku takut." ucap Suci.
IBU SUCI, namanya pun dipanggil untuk masuk ke ruang periksa. Suci dan Zhein tampak gugup.
"Apa keluhan anda Bu Suci?" tanya seorang dokter.
"Saya sering mual, muntah, pusing dan mudah lelah. Saya sakit apa ya dok?" ucap Suci pelan.
"Menstruasi ibu bagaimana? apakah telat?" ucap dokter itu kembali.
"Ya sekitar seminggu yang lalu seharusnya saya datang bulan." ucap Suci pelan.
__ADS_1
"Baiklah ini rujukan untuk ke dokter kandungan, lebih baik ibu USG sekarang, silahkan ibu?" ucap dokter itu menjelaskan.
"Maksudnya bagaimana dokter?" ucap Zhein mulai tampak tidak tenang.
"Sepertinya dari gejala yang ada, istri anda hamil, tapi untuk memastikan periksa ke poli kandungan karena bisa langsung lihat hasil USG. Jelas pak?" ucap dokter itu dengan tersenyum, ia paham kebingungan seorang suami.
Zhein pun mengantar Suci ke Poli Kandungan untuk USG. Hatinya pasti sangat senang bila benar Suci positif hamil. Tapi semua hasil aku pasrahkan pada Allah SWT.
"Assalamualaikum Bu bidan, ini istri saya mau USG." ucap Zhein pelan.
"Silahkan tiduran di bed ibu, buka baju anda untuk bagian perut." ucap bidan itu.
Bidan itu lalu mengoles gel ke perut Suci. Dan mulai menggerak gerakan alatnya untuk melihat hasil USGnya.
"Selamat ya, lihat itu ada janin ya, bentuknya masih seperti gumpalan darah. Dijaga ksndungannya, biasanya untuk trisemester awal kehamilan akan rentan. Jangan terlalu cape dan lelah." ucap bidan itu sambil berdiri menuju meja kerjanya.
"Tapi Bu bidan, Minggu ini kita harus ke Kairo, apa tidak papa?" ucap Zhein cemas.
"Tidak papa pak, kondisi ibu dan janinnya baik, yang penting jaga emosi dan jaga kesehatan. Saya beri vitamin dan penguat janin, bila memang ingin bepergian jauh. Ini resepnya silahkan tebus di apotik ya Pak." ucap Bidan itu.
Sungguh nikmat yang luar biasa adalah saat mendengar istri kita dinyatakan positif hamil. Ada rasa bangga menyelimuti Zhein, sebagai pria sejati. Kekalutannya kemarin telah berbuah manis dengan berita bahagia ini.
Suci dan Zhein benar benar bahagia
Apalagi bila berita ini sampai ke telinga mama dan bunda. Mereka bisa merasakan betapa nikmat akan menjadi seorang ibu.
"Sayang Terima kasih sudah memberikn keturunan untukku. Kita jaga bersama sama, karena ini harta berharga yang dititipkan Allah SWT kepada kita." ucap Zhein lembut.
"Iya mas, aku benar benar senang mendengar aku hamil, buah cinta kita mas, aku akan menjaganya dengan baik didalam perutku ini hingga anak ini lahir mas." ucap Suci.
-----------++++++-------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
💚💚💚💚💚
__ADS_1