Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
KESUCIAN SYAHADAT SS 2 KEBAHAGIAAN AISYAH


__ADS_3

Pagi ini cuaca terlihat mendung walaupun bukan berarti akan turun hujan. Seakan semesta mengetahui kegundahan hati kedua pasangan ini. Sarapan kali ini pun dilalui dengan diam, tidak ada canda tawa seperti biasanya, karena masing-masing orang memikirkan solusi yang terbaik, menyelesaikan masalah tanpa ada masalah baru.


Ibarat percikan api muncul dengan segera mencari air untuk memadamkannya, bila api itu sudah berkobar maka harus ada yang perlu dikorbankan untuk memadamkannya pun.


"Humairah... kamu terlihat pucat? Aku antar ke dokter? sudah beberapa hari ini, kamu terlihat lesu, lemas dan mudah lelah. Apa yang terjadi Humairah?" tanya Baihaqi pelan sambil mengusap punggung Aisyah dengan lembut


Usapan itu terasa nyaman di punggung belakangnya terlebih persis di belakang perut, seperti ada desiran rasa yang berbeda disana.


"Aku akan ke dokter sendiri Mas. Aku tidak akan menggangu waktumu bekerja. Ada Pak Amin yang bisa mengantarkan aku." ucap Aisyah pelan.


"Baiklah Aisyah... kalau ada sesuatu hubungi aku. Aku tidak mau menjadi yang terakhir mengetahui apa pun tentang kamu." titah Baihaqi mengingatkan Aisyah dengan lembut


Baihaqi dengan segera mencium kening Aisyah dan mengulurkan tangannya untuk di cium oleh Aisyah.


"Kabari aku Humairah... Jangan buat aku menunggu selalu kabar darimu." ucap Baihaqi dengan tegas.


"Iya Mas Bai. Aku akan mengabari kamu langsung." ucap Aisyah sedikit terkekeh.

__ADS_1


Baihaqi pun meninggalkan pekarangan rumahnya dengan mobil kesayangannya yang di kendarai dengan pelan. Sedangkan Aisyah pun tidak menunggu lama dengan segera bertemu dengan Dokter Kandungan karena sudah janji di hari sebelumnya.


Dokter Kandungan perempuan berhijab bekerja di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dia adalah Ernawati, panggil dengan Dokter Erna.


"Assalamualaikum... Dokter Erna." ucap Aisyah pelan sambil membuka pintu dan masuk ke dalam ruang praktek Dokter Erna.


"Waalaikumsalam .. Aisyah... sudah lama kita tidak bertemu, ada apa? Kamu sudah hamil lagi?" tanya Dokter Erna dengan ucapan tulus dan terdengar bahagia.


"Dokter Erna, aku sudah terlambat haid, aku belum cek, aku ingin memastikan bersama kamu melalui USG." ucap Aisyah pelan.


Dengan pelan dan telaten, Dokter Erna pun memeriksa kandungan Aisyah melalui USG. Dokter Erna hanya tersenyum lebar.


"Kenapa Dokter Erna? Ada yang salah? Aku tidak hamil ya?" tanya Aisyah pelan.


"Selamat Aisyah, kamu positif mengandung, diperkirakan usia janinnya sudah tujuh Minggu. Apa kamu tidak merasakan apa-apa? mengidam atau mual?" tanya Dokter Erna pelan. Kemudian keduanya bangkit dan duduk kembali di kursi untuk pasien.


"Baru kemarin aku merasakan mengidam, ingin es krim rasa kelapa ternyata setelah dibelikan aku hanya ingin wanginya saja, dan es krim harus di habiskan oleh Mas Bai." ucap Aisyah sedikit terkekeh.

__ADS_1


"Jaga kandunganmu Aisyah. Mengingat kamu pernah keguguran, kondisi ini bisa memicu rasa trauma ataupun kandungan yang lemah.Tetao berpikiran positif dan selalu bahagia, jangan sedikitpun kamu stres dan kecapekan." ucap Dokter Erna mengingatkan.


"Baiklah, Terima kasih Dokter Erna. Aku harus pamit, ada hal penting yang harus aku selesaikan. Lain waktu aku akan berkunjung kemari." ucap Aisyah setelah mendapatkan obat dan vitamin dari Dokter Erna.


Aisyah pun meninggalkan rumah sakit dan kembali melakukan perjalanan bersama Pak Amin. Tujuannya kali ini adalah ke rumah Bu Margaretha atau Anggie.


"Kita akan kemana Bu Aisyah." tanya Pak Amin dengan sopan.


"Ke rumah Anggie Pak Amin. Masalah ini harus cepat selesai." ucap Aisyah dengan sopan dan tersenyum manis.


Hatinya sungguh bahagia mendengar kabar bahwa di perutnya saat ini ada janin yang harus Aisyah jaga dan rawat dengan baik.


Baihaqi sudah berada dalam ruangan kerjanya. Ada satu amplop di atas mejanya. Amplop berwarna putih dan tertulis nama disana untuk Bapak Ahmad Baihaqi.


Baihaqi pun membuka surat itu, awalnya raut wajahnya tampak biasa saja, lalu wajahnya memerah dan tampak kecewa dan kesal. Sedikit aura emosionalnya pun terpancar dari rahangnya yang mengeras menahan sesak di dadanya, tangannya mengepal kuat.


JAZAKALLAH KHAIRAN

__ADS_1


__ADS_2