
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
Umi Khadijah dengan tergesa-gesa melangkahkan kakinya agar cepat sampai di rumah. Ingin segera memberikan kabar baik pada anak tersayangnya, siapa lagi kalau bukan Fathan.
Sesampai di rumah, umi Khadijah langsung mencari ponselnya untuk segera menghubungi Fathan.
Kenapa ini kalau terburu buru malah selalu salah aja sih, batin umi Khadijah.
Fathan calling.....
"Assalamualaikum, Fathan sayang, ini umi Nak, umi ada kabar baik, kamu pasti gak akan menyangka Fathan apa yang baru saja umi lihat, Masya Allah." ucap umi gugup dan bingung sehingga Kata kata yang meluncur dari bibinya pun tidak beraturan.
"Waalaikumsalam, umi. Umi tenang dulu, tarik nafas dulu, keluarin pelan pelan. Nah sekarang umi cerita dengan jelas, jangan buat Fathan bingung, umi." ucap Fathan datar dan penuh tanya, apa yang sedang terjadi, karena umi jarang sekali menelepon Fathan terlebih dahulu.
Sambil menghela nafas pelan. Umi menenangkan degub jantung dan mengatur nafas agar tidak tersengal sengal saat bicara.
"Fathan, tadi kan Umi sana ibu ibu majelis kampung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Eyang Atmojo. Umi ketemu Suci Nak, umi pokoknya merestui kamu dengan Suci. Cepat cepat dilamar Nak, tapi umi lupa minta nomor hpnya, nanti umi minta sama Aisyah." ucap umi panik dan senang.
Fathan yang berada diujung telepon pun terdiam, seakan sedang mencerna apa yang dibicarakan uminya.
"Maksud umi gimana? Fathan belum mengerti umi? Suci sehat umi? gimana kuliahnya? umi sempet ngobrol gak?" ucap Fathan dengan memberondong beberapa kepada uminya untuk segera dijawab.
"Suci sekarang sudah menutup auratnya, berhijrah, berhijab bahkan berniqab. Umi tidak sempat ngobrol banyak, tapi ini sempat berfoto dengan suci. Umi tadi tuh saking senangnya melihat Suci sudah berhijrah sampai lupa dan gak bisa ngomong apa apa Fathan." ucap umi pajang lebar.
"Masya Allah, alhamdulillah akhirnya Suci mendapat hidayah untuk berhijrah. Umi gak salah, suci berniqab juga? secepat itukah umi. Bahkan ini baru beberapa bulan saja, suci sudah sanggup berniqab. Mudah mudahan suci Istiqomah di jalan Allah." ucap Fathan dengan perasaan senang yang tidak bisa diungkapkan.
"Aamiin ya Robb, terus kapan kamu mau melamar suci? Menurut umi secepatnya, jangan ditunda tunda. Apalagi kamu sudah terlalu sering merindukan Suci, umi takut cintamu kepada suci akan membelengguku ke dalam dosa. Umi restui kamu dengan Suci, nanti umi kirim foto suci Nak." ucap umi dengan lembut menjelaskan.
"Umi aku akan pulang ke Indonesia secepatnya untuk melamar suci. Fathan akan melamar lewat Eyang Atmojo umi. Minggu depan jadwal Fathan tidak terlalu padat, Fathan pulang ya umi. Fathan akan melamar suci dahulu, setelah lulus baru Fathan menikahi suci. Menurut umi bagaimana?." ucap Fathan.
"Umi setuju Nak, kamu tidak ingin membawa suci ke Kairo untuk sekedar berlibur?" ucap umi menyelidik.
"Tidak umi, nanti saja kalau Fathan sudah menikah dengan suci. Fathan tidak mau khilaf umi, Fathan juga laki laki normal yang mempunyai nafsu birahi. Fathan takut tidak bisa mengontrol diri Fathan umi." ucap Fathan mantap.
__ADS_1
"Iya Nak, ini yang umi suka, kamu begitu menghargai perasaan wanita. Umi mau masak dulu ya Nak. Assalamualaikum." ucap umi Fathan.
"Iya umi. Jangan lupa kirim fotonya umi. Waalaikumsalam." ucap Fathan mengakhiri sambungan teleponnya.
💚💚💚
-Malam Hari di Rumah Sakit-
Malam ini hanya Suci dan Zhein yang menunggu Eyang Atmojo, kondisinya sudah lebih baik namun belum sadar dari efek obat penenang yang diberikan dokter.
Suci sudah tertidur setelah sholat isya di sofa rumah sakit. Sedangkan Zhein masih terjaga untuk menemani sang istri dan Eyang Atmojo.
Aisyah sendiri sudah kembali pulang sebelum Maghrib, karena meninggalkan adiknya sendirian di rumah. Karena kedua orang tuanya sedang ke luar kota.
Pakde Bowo, bude ameera, dan bunda tidak kembali ke RS karena harus istirahat dirumah dan bergantian jaga besok pagi.
"Mas Zhein... mas Zhein kita sholat tahajud dulu mas." ucap suci membangunkan Zhein.
Masya Allah, kamu memang tampan mas, hidungmu mancung, tapi kamu terlihat sedikit pucat dan lelah. Suci pun mengecup pipi Zhein yang terlihat lelah tertidur di sofa dengan posisi duduk.
Masih dengan rasa ingin bermanja dan bermesraan dengan suaminya. Zhein yang tidak bergerak sedikit pun mulai terusik tidurnya. Zhein pun membuka matanya perlahan, melihat samar istrinya tidak menggunakan niqab terlihat dekat dengan wajahnya.
*Cup...... Cup.... cup.... tepat dibibir Zhein.
3x kecupan cukup sukses membuat Zhein terbangun sadar dan semangat*.
"Hanya itu saja sayang, gak minta lebih?" ucap Zhein menggoda istrinya yang sudah mulai memerah menahan malu.
"Ini dirumah sakit mas Zhein, suci tadi hanya ingin membangunkanmu untuk sholat malam bersama, ini suci mau wudhu." ucap suci lembut.
"Sekali lagi ya, biar mas lebih semangat, boleh? sini suci mas pangku, mas rindu ingin memeluk kamu suci." ucap Zhein dengan tulus.
Suci pun duduk dipangkuan Zhein, dan kemudian mulai mencium bibir zhein dr Ngan penuh kelembutan.
*Satu menit.... dua menit....tiga menit....empat menit.....lima menit....... dan arghhhhh suci pun mendesah pelan...
__ADS_1
"Kamu menikmatin*ya suci? Mas sungguh mencintaimu, terima kasih atas semangat yang kamu kasih ke mas pagi pagi buta begini. Dalam berumah tangga hubungan mesra, romantis dan intim itu juga tujuan untuk meningkatkan keharmonisan, dan itu perlu dijaga sampai tua. Jadi tidak perlu malu, kecuali didepan umum. Kita hanya perlu etika dan batas batasanya saja. Hak istri meminta kepada suami, dan kewajiban istri melayani suami terlebih urusan ranjang. Kalau sudah dipuaskan istri, suami tidak akan mungkin mencari yang kepuasan diluar sana. Kamu paham humairahku? Tapi apapun dirimu aku mebetinamu suci, jangan berfikir aku akan meninggalkanmu, sungguh aku bebar benat mencintaimu. Biasakan komunikasi apapun itu, karena dengan komunikasi tidak akan terjadi salah paham" ucap Zhein tegas mengingatkan suci.
"Aku mengerti mas, dan aku mulai membiasakan diri untuk menurutimu, dan kemauanmu yang seperti tadi kamu minta. Karena mas Zhein suami suci yang paling suci cinta. Terus bimbing suci ya mas. Apa selama ini suci ada salah? tegur suci ya mas." ucap suci.
"Iya sayang, pasti mas bimbing kamu untuk meraih surgamu. Kita jadi wudhu gak, apa tetep mau minta pangku mas begini terus? mas sih seneng banget." ucap Zhein menggoda suci.
"Kebiasaan nih gombalannya keluar, ayok wudhu dulu. Tolong, kunci dulu mas kamarnya aku mau lepas hijabku dulu." ucap suci memohon.
"Iya sayang." ucap Zhein lembut.
Selesai berwudhu, suci menyiapkan sajadah dan sarung serta peci untuk Zhein. Kemudian memakai mukenanya dan mulai menggelar sajadah nya. Sekilas teringat sajadah hijau yang ada di kamarnya, tertulis nama Fathan dibelakangnya. Jika pulang aku harus segera memberikannya kepada orang, aku tidak mau mas Zhein salah paham kepadaku.
"Sudah siap untuk sholat, kok malah melamun?" ucap Zhein lembut.
"Siap mas, maaf tadi aku menunggumu, jadi ingat bunda, suci sering sholat berjamaah dengan bunda." ucap suci berbohong.
Deg....
Deg...
Deg...
Hati suci perih, sudah membohongi suaminya sendiri demi keamanan batinnya. Agar keburukannya yang sedang melamunkan laki laki lain tidak diketahui suaminya. Tapi Allah SWT maha tahu, dan aku telah berdosa kepada suamiku, batin suci menangis.
RUMAH TANGGA YANG HARMONIS HARUS DIDASARI KEJUJURAN.
DIKALA KEJUJURAN SUSAH TIDAK ADA LAGI, ENTAH BENCANA APA YANG AKAN MEREKA HADAPI.
-----+++-----------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
__ADS_1