Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 56 DIA HANYA MASA LALU


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


"Apa kamu mau memaafkanku Khadijah?"ucap Tito pelan dengan raut wajah penuh penyesalan.


Tito tahu, keadaan ini tidak mudah diterima oleh Khadijah sekali pun ini bukan kesalahannya secara penuh.


"Maafkan aku Mas Tito, aku belum bisa menjawab. Jujur aku kecewa, dan yang lebih membuatku kecewa adalah mereka berdua sahabat baikku. Kenapa takdir begitu kejam padaku. Kamu tahu Fathan mencintai Suci anak kamu dengan Larasati. Aku harus bilang apa? aku harus menjelaskan bagaimana kepada Fathan kalau ternyata Suci dan Aisyah itu adiknya." ucap Khadijah dengan serak. Wajahnya sudah basah karena air mata, rasa asin pun sudah terasa pahit dimulutnya.


Tito pun berdiri dan berlutut dihadapan Khadijah. Tangannya menggenggam kedua telapak tangan Khadijah diciumnya satu per satu punggung tangan itu. Terasa basah dan meyayat hati, satu kecupan membuat Khadijah iba dan kecupan kedua membuat Khadijah seperti tertusuk tusuk.


Ditatapnya wajah sendu Khadijah, matanya masih basah dengan linangan air mata yang masih lirih begitu saja. Wajah Tito pun ditenggelamkan pada paha Khadijah. Disana terlihat jelas betapa kecewanya seorang Tito, betapa menyesalnya seorang Tito dengan kehidupan dimasa lalunya. Bahu Tito terlihat bergetar hebat, nafasnya terasa cepat dan hangat terasa di bagian paha Khadijah. Tito menangis, Tito takut dengan azab Allah SWT seperti yang dikatakan Abi Furqon.


"Katakan apa yang harus aku lakukan, agar kamu memaafkanku Khadijah? aku ingin kita memulai dari awal bersama anak anak kita Fathan dan Fatima." ucap Tito lirih.


"Hanya Fathan dan Fatima? lalu Suci dan Aisyah? mereka juga anak anakmu Mas, mereka membutuhkanmu. Kamu tidak boleh egois, Larasati juga seorang perempuan, dia pasti tahu rasanya kecewa karena kejujuran. Aku pun perempuan, aku merasa bersalah kepada mereka berdua, terlebih kepada Siti. Siti itu istrimu walaupun dia sudah lama meninggal. Sedangkan Larasati dia tidak bahagia dengan suaminya, dia hanya dimanfaatkan. Apa kamu tega, kmu yang telah berbuat Mas, kamu juga yang harus bertanggungjawab menyelesaikan persoalan ini." ucap Khadijah terbata bata.


Sesak di dadanya kian terasa, hawa oksigen yang tidak sempurna masuk ke dalam lubang hidungnya karena tersumbat.


"Lalu mau mu seperti apa Khadijah?" ucap Tito tidak mengerti maksud Khadijah.


"Aku ingin kamu menikahi Larasati. Itu permintaanku Mas?" ucap Khadijah mantap.


"Apa aku tidak salah dengar? aku tidak mau Khadijah. Dulu memang aku menyukainya, tapi sekarang tidak Khadijah. Aku hanya mencintaimu, aku tidak mau ada orang ketiga lagi dalam pernikahan kita Khadijah." ucap Tito memohon.

__ADS_1


"Kamu egois Mas, menikahlah dengan Larasati, aku ingin menebus salahku pada Siti Mas. Tolong Mas, penuhi permintaanku." ucap Khadijah pelan.


"TIDAK KHADIJAH!! AKU TIDAK BISA!!! AKU BUKAN PRIA YANG BISA BERPOLIGAMI. TOLONG KHADIJAH, AKU TIDAK BISA PENUHI PERMINTAANMU." ucap Tito keras.


"Khadijah anakku, tenangkan hati dan pikiranmu. Bersihkan hatimu, jernihkanlah pikiranmu. Kamu sedang dikuasai amarah dan nafsu kecewamu. Lebih baik kamu sholat kemudian istirahat. Jangan mengambil keputusan dengan cepat, karena kamu akan menyesal. Abi hanya menasehati, semua keputusan ada ditangan kalian berdua, Abi tidak ingin ikut campur. Tapi Abi hanya memberikan pandangan pandangan yang positif agar kalian tidak salah langkah lagi." ucap Abi Furqon lembut.


"Abi.... apa salah dan dosa Khadijah, hingga Khadijah harus menerima takdir ini Abi. Khadijah ingin menyerah, tapi Khadijah tidak tahu harus berbuat apa. Khadijah kecewa Abi, Khadijah hancur Abi." ucap Khadijah memeluk Abinya.


"Sayangnya Abi, kamu anak baik sayang. Kamu itu berhati mulia. Kamu tidak bersalah. Ini takdir Khadijah, ini ketetapan dari Allah SWT untuk menguji tingkat keimananmu. Kamu harus sabar dan ikhlas Khadijah. Abi tahu kamu perempuan kuat, dan kamu pasti bisa Khadijah. Percaya Abi." ucap Abi lirih.


Hatinya begitu sakit melihat anak semata wayangnya terpuruk dalam kesedihan dan kekecewaannya.


"Iya Abi, Abi benar Khadijah harus tenang, Khadijah ingin meminta petunjuk dari Allah SWT. Untuk keputusannya nanti Khadijah sampaikan bila sudah tiba waktunya." ucap Khadijah pelan.


"Tito, ayok kita kembali ke Ponpes, biarkan Khadijah sendiri dan menenangkan pikirannya. Abi beri waktu satu Minggu untuk berpikir Khadijah. Abi permisi dulu, assalamualaikum." ucap Abi pelan.


Hanya ada penyesalan diikuti rasa kecewa yang teramat dalam. Terkadang tidak masuk akal, atau takdir yang terlalu kejam.


Jika kamu pernah merasakan hujan turun dusaat langit tidak mendung, berarti kamu pernah merasakan air mata jatuh disaat bibir tersenyum


💚💚💚💚💚


Beginilah pasangan yang masih dimabuk asmara, masih merasakan pacaran setelah menikah atau pacaran halal. Mereka menghabiskan waktu untuk berjalan jalan atau sekedar makan berdua ditempat yang sederhana. Cinta mereka yang tumbuh karena kebersamaan bukan cinta pada pandangan atau cinta karena rupa. Cinta yang tumbuh karena terbiasa dan kebiasaan. Cinta yang malu malu menjadi cinta yang mau mau. Sungguh dahsyat takdir Sang Ilahi.


"Kamu lelah sayang? kalau lelah bilang, jangan sampai kebahagiaan kita ini menyakiti anak kita sendiri?" ucap Zhein lembut sambil mengelus elus pipi Suci uang sudah menjadi candunya.

__ADS_1


"Aku lelah tapi aku bahagia, aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Bahagia tanpa beban Mas. Insya Allah anak kita ikut senang, melihat bundanya bahagia." ucap Suci sambil memeluk pinggang Zhein.


"Aamiin ya Allah, sehat terus ya Nak diperut bunda. Jangan nakal, kasihan bundamu


" ucap Zhein berbicara dengan anaknya diperut suci.


"Mas, bahan makanan dirumah sudah habis, susu hamilku juga habis, kita ke supermarket ya?" ucap Suci merayu.


Selama dinyatakan positif hamil, nafsu makan Suci pun meningkat, walaupun sesekali masih terasa mual dan lemas.


"Apapun permintaanmu bidadariku, tapi ini makanannya dihabiskan dulu, biar anaknya gak kelaperan, bundanya masih mau shopping." ucap Zhein terkekeh.


"Mas, aku beruntung menikah denganmu. Kamu pria luar biasa yang Allah berikan untukku. Mungkin awal pertemuan kita begitu aneh, tapi ternyata dari keanehan itu malah tumbuh rasa cinta." ucap Suci pelan dengan mengusap pipi Zhein lembut.


"Seharusnya aku yang bicara seperti itu. Aku beruntung memilikimu wahai humairahku. Aku akan selalu mencintaimu hingga menua dan maut yang memisahkan kita. Ingat jangan ada kebohongan apapun, kebohongan bisa merusak rumah tangga." ucap Zhein lembut tapi begitu menusuk hati Suci.


Raut wajah Suci seketika berubah mendengar ucapan Zhein yang begitu dalam terasa nyeri di dadanya. Aku tidak berbohong Zhein, aku benar mencintaimu. Tapi saat ini masa laluku ada disekitar kita, dan kamu mengenalnya. Aku tidak ingin ada kesalahpahaman, batin Suci.


"Kamu kenapa Suci? kok langsung berubah begitu? ada apa?" ucap Zhein lembut dan memegang tangan Suci dengan lembut.


"Assalamualaikum...... kalian ada disini?" ucap seseorang dari ujung pintu.


-----------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR

__ADS_1


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


__ADS_2