
SELAMAT MEMBACA
MONGGO LIKE NYA
💚💚💚💚💚
-KAIRO- Kamar Fathan
Sudah beberapa hari ini perasaan Fathan cemas dan gelisah, baru kemarin telepon umi dan adik adik dan mereka Alhamdulillah baik baik saja, entah perasaan ini tiba tiba teringat kepada Sang gadis yang dipuja dalam diamnya "SUCI". Ya nama itu telah berhasil mencuri hatinya sejak pertama kali bertemu, sejak mengetahui mereka berbeda pun tetap suci yang ada dihatinya, sudah berkali kali mencoba membuang nama itu dan digantikan dengan nama yang lain, tetap saja nama suci yang bertahan dalam sanubarinya. Sudah dua hari ini Nama suci selalu menghantui pikiran dan batinnya, entah apa yang sedang terjadi pada suci saat ini. Apakah engkau baik baik saja humairahku atau kah kamu sedang dalam keadaan tidak baik. Tunggulah aku selalu dalam mimpimu, karena sepertiga malamku selalu kusisipkan namamu kepada ALLAH SWT, agar selalu menjaga mu, karena aku belum bisa menjagamu dengan baik. Semoga ALLAH menjagamu agar tetap menjadi jodohku.
Suci kamulah satu satunya perempuan yang kucinta dalam diam, apakah kamu sudah mendapat hidayah dari ALLAH SWT, atau kah engkau masih menjadi suci yang dulu. Aku tidak mau karena aku kamu berubah. Aku ingin kamu berubah dan mendapat hidayah karena ALLAH SWT. Karena ALLAH yang mencari mu memberikan hidayahnya secara langsung, entah dengan cara apapun itu.
Aku merindukanmu suci, maaf aku tidak bisa menghubungimu, ponselku rusak dan semua kontakku hilang dan dengan terpaksa aku ganti ponsel dan nomornya. Aku yakin bila kita berjodoh kita pasti akan bertemu.
Hemmm sudah masuk isya, aku sholat dulu kemudian mencari makan malam, gumam Fathan.
Setelah berwudhu menggelar sajadah beludru hijau pemberian dari seseorang yang amat dicintai dan dirindukan, siapa lagi kalau bukan suci. Sholat isya yang khusyuk dan bersujud diatas sajadah itu sejenak mengurangi rasa rindu yang membuncah pada gadis itu.
Sholat isya pun selesai dilanjutkan membaca Al-Qur'an, diresapi setiap kata hingga relung hatinya menjadi basah, mengingat semua kebesaran ALLOH SWT.
" Biarkan rasa cinta ini tetap tumbuh subur di hatiku, akan ku pupuk selama aku mampu, dan aku petik disaat waktu yang tepat itu telah tiba untuk kebersamaan ku dan kamu dalam istana kecil kita nanti".
Fathan pun keluar dari apartemennya menuju restoran biasa tempat ia makan. Fathan duduk dan langsung memesan makanan pada pelayan. Tanpa disadari ada sosok perempuan yang mengamatinya dari jauh, mengamati dalam diam, mengamati kebiasaan Fathan, kesehariannya dan yang jelas monoton. Hidup Fathan hanya berkisar pada apartemen, kampus, masjid, restoran. Hanya itu yang Fathan lakukan, alasannya untuk menjaga mata dan menjaga hati yang telah dicuri separuhnya oleh sesosok gadis bernama suci.
__ADS_1
Pesanan Fathan pun datang, dan fathan mulai memakan makanan di depannya itu.
" Assalamualaikum, kamu Fathan dari Indonesia? kenalkan namaku Siska, boleh bergabung?" tanya Siska.
" Waalaikumsalam boleh, silahkan duduk Siska, ada yang bisa ku bantu?" ucap Fathan.
" Kamu kan mahasiswa akhir program magister, sedangkan aku baru buat thesis tentang ilmu tafsir program pasca sarjana, boleh tanya tanya seputar ilmu tafsir?, tanya Siska pelan.
" Dengan senang hati, saya selesai kan makan malam saya, baru setekah itu saya bantu kamu, oke", ucap Fathan.
Siska pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju, niatnya yang juga ingin lebih dekat dengan Fathan pun bisa dilakukan dengan mudahnya.
Siska pun bergumam dalam hatinya, semoga aku bisa menaklukkan pria sempurna seperti Fathan.
Penjelasan yang tak berujung pun harus dibuktikan dengan fakta dan bukti otentik, bukan hanya dijelaskan secara lisan tapi juga secara tulisan.
" Aku punya beberapa materi dan jurnal pendukung tentang ilmu tafsir yang kamu tanyakan, kalau ada waktu silahkan ke apartemen ku disana ada perpustakaan kecil bisa kamu pilih materi pendukung untuk thesis mu itu", ucap Fathan.
" Baiklah kalau anda mengijinkan tuan, saya akan ke apartemen mu besok, karena hati ini sudah malam, tidak baik untuk wanita seperti saya berduaan dengan yang bukan mahramnya", ucap Siska jujur.
Mendengar penuturan itu Fathan pun kagum dengan ucapan Siska, yang masih mau menjaga kehormatan nya dan harga dirinya. Kagum akan kecerdasannya yang mumpuni, sehingga diajak berdebat pun tidak mudah menyerah. Tidak ada perasaan lebih hanya sekedar kagum.
Siska pun hanyut dalam permainan nya sendiri, Siska merasa senang bagai gayung bersambut dan tinggal menata hati tuannya itu agar tertata rapi untuknya.
__ADS_1
-Dikamar Suci-
Sudah menunjukkan waktu 02.00 wib, Suci terbangun dengan wajah kusut, dan bekas air nata yang mengering. Suci pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan berwudhu. Suci berharap pagi ini bacaan Qur'an nya khatam. Jadi suci bisa fokus pada persiapan pernikahannya yang tinggal sehari lagi. Sudah dipastikan hari ini suci akan seharian dirumah menunggu saudara saudaranya yang mau datang.
Suci pun membuka mushaf emas pemberian Zhein pertama kali bersyahadat. Mushaf itu yang menemani proses hijrahnya menuju khatam. Surat demi surat dibaca dilantunkan dengan baik walau masih terbata bata. Alhamdulillah khatam juga, hari ini aku sudah menyelesaikan sesuai janji ku. Setelah menikah akan ku ulangi bersama mas Zhein.
Suci pun melanjutkan sholat tahajud, biasanya suci melakukan 4 rakaat dengan dua kali salam tapi kali ini suci melakukan 8 rakaat dengan 4 kali salam. Ditambah sholat witir 3 rakaat.
Hari ini terasa khusyuk sekali ditambah suasana hening dan sunyi. Setelah sholat tahajud selesai, suci pun mulai berdo'a. Ada perasaan tidak biasa, perasaan merindu terhadap seseorang seperti memanggilnya. Siapa suara itu sepertinya aku kenal, suara yang selalu berucap " SUCI, AKU MENUNGGUMU SAMPAI KAMU MENDAPATKAN HIDAYAH ITU, SUCI AKU MENUNGGUMU DISINI, SUCI AKU DISINI, DISINI, SUCI SUCI SUCI."
MAS FATHAN, iya itu suara mas fathan, kamu dimana mas, apa kamu sudah mulai lupa denganku. Kuharap kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku, terima kasih kamu sebagai orang pertama yang membuatku jatuh cinta pada ISLAM, aku belajar mencari hidayah itu mas. Kamu benar aku harus mencari sendiri, karena aku harus berubah karena aku mencintai ALLAH SWT.
Mas apakah kamu baik baik saja, jangan menungguku lagi, sebentar lagi aku akan menjadi istri mas Zhein ku harap kamu melupakan apa yang pernah kita janjikan untuk selalu menunggu. Aku harap kamu mengerti tentang ini semua.
"Tidak ada kehidupan yang sempurna, semuanya akan melewati lika liku, seberapa kita bersabar menghadapi Lika liku, bukan tidak menepati janji, kalau ALLAH SWT yang menakdirkan semuanya dengan sempurna, aku bisa apa?"
------------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR
GIMANA PART INI
AKU AJA TERSEDU
__ADS_1
💚💚💚💚💚***