Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
Bab 29 BERTEMU


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


"Waalaikumsalam" ucap Suci dan Zhein serempak.


Zhein yang sedang menyuapi Suci pun, menghentikan aktivitasnya. Menengok ke samping siapa yang datang.


"Aisyah......" ucap Suci pelan.


"Aisyah..... kamu Aisyah kan?" ucap Suci kembali bertanya kepada Aisyah.


Aisyah merasa namanya dipanggil pun terbengong melihat keduanya. Pertama melihat Suci yang bercadar dan memakai gamis dan Khimar yang panjang, yang kedua melihat ke arah Zhein yang sama sekali tidak Aisyah kenal.


"Maaf kamu siapa, Aisyah tidak mengenalmu ukhti?" ucap Aisyah.


"Aisyah, aku Suci sahabatmu, apa kau lupa?" ucap suci mantap.


"Astaghfirullah, maaf Suci. Masya Allah kamu cantik sekali Suci, sudah berhijrah, berhijab dan berniqab. Aku iri denganmu Aisyah, kalau seperti ini sudah dipastikan mas Fathan akan segera melamarmu Suci." ucap Aisyah tanpa rasa bersalah.


Zhein yang ikut mendengar percakapan itu pun, ada rasa cemburu di dalam hatiny. Mengetahui ada kaki laki lain yang sudah lama mencintai Suci bahkan sebelum Suci berhijrah.


"Aisyah, kenalkan ini suamiku, mas Zhein, beliau selalu ada untukku saat aku memutuskan untuk berhijrah. Mas Zhein ini Aisyah sahabatku." ucap Aisyah.


Zhein pun berdiri dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Semenjak menikah memang Zhein membatasi diri untuk tidak bersentuhan dengan yang bukan mahramnya, begitu pun sebaliknya dengan Suci. Bagi mereka, menghargai perasaan dan menghormati pasangan hidupnya itu lebih berpahala.


"Ya Allah suci, maafkan aku, aku tidak tahu kamu sudah menikah. Oh iya ini aku bawakan rantang titipan mbok yum untuk pakde dan bude, kemana?" ucap Aisyah sambil mencari cari keberadaan pakde Bowo dan bude ameera.


"Mereka sedang makan siang Aisyah, tadi aku lemas, jadi aku makan disini bersama suamiku. Kamu mau ketemu Eyang Aisyah, tapi Eyang belum sadar, mungkin nanti." ucap Suci datar dengan tatapan nanar ke arah kaca tempat eyang dirawat.


"Nanti saja Suci, aku masih kangen sama kamu." ucap Aisyah sambil memeluk suci.


"Suci sayang makan lagi tinggal beberapa suap lagi, ajak temanmu duduk disini." ucap Zhein lembut.


Suci pun menuruti perkataan suaminya untuk duduk didekatnya dan mulai menerima suapan kecil dari suaminya, dan menyuruh Aisyah untuk duduk bersama diruang tunggu pasien.


"Mas setelah ini, kamu ke rumah Eyang aja dulu untuk istirahat, nanti sore kesini lagi temani aku disini. Bude Ameera, mau pulang dulu sekalian bunda, kasian cape belum istirahat. Suci dan pakde Bowo disini." ucap suci pelan.


"Biarkan bunda dan bude ameera yang pulang untuk istirahat, aku akan menemanimu disini." ucap Zhein lembut sambil mengelus elus kepala Suci.

__ADS_1


"Tapi mas kan belum makan, ini ada makanan dari mbok yum, suci suapin ya? mau ya mas?" ucap suci sedikit merengek. Suci tidak tega melihat suaminya kelelahan sampai tidak makan karena mengurusinya.


"Baiklah kalau kamu memaksa." ucap Zhein sambil tersenyum manja kemudian direngkuhnya pinggang Suci agar lebih mendekat dengan Zhein.


Suci pun mulai mengambil nasi, sayur dan lauk menjadi satu kemudian menyuapi suaminya dengan penuh kasih sayang serta pelan.


"Ekhmmmm dunia milik berdua nih, berasa ngontrak. hehehehe......" ucap Aisyah spontan sambil terkekeh.


"Aisyah... ayo cari pendamping biar gak jomblo aja, tapi yang langsung nikah. Pacarannya setelah nikah lebih nikmat. Yang jelas mau apapun sudah halal dan gak dosa. Iya gak mas?" ucap Suci dengan nada manjanya sambil mengedipkan satu matanya ke arah Zhein.


Zhein pun tersenyum mengangguk. Suci masih dengan aktivitasnya menyuapi suaminya hingga makanan di piring itu habis.


"Nanti juga datang, sudah sering di sebut disepertiga malamku. Ku pikir itu jodoh orang, tapi orang itu sudah menikah, mungkin masih ada kesempatan?" ucap Aisyah dengan senyum penuh arti.


"Siapa Aisyah, aku penasaran?, ini mas mad minumnya? udah makannya apa mau nambah? suci ambilkan?" ucap suci sopan.


"Sudah suci, mas mau ke toilet dulu, kamu mau cemilan, biar sekalian mad belikan?" ucap Zhein.


"Apa saja mas, semua cemilan suci kan suka." ucap suci.


Zhein pun pamit kepada suci dan Aisyah, tidak lupa mencium kening Suci yang sudah menjadi candu ya. Suci pun mencium tangan Zhein. Zhein pun berlalu meninggalkan ruang tunggu pasien menuju toilet dan kantin.


"Maafkan aku suci, mas Fathan orangnya." ucap Aisyah lirih.


"Aisyah, aku sudah punya suami, mas Zhein suami yang baik dan bertanggung jawab, aku tidak ingin menyakitinya. Walaupun dulu aku pernah mengagumi mas Fathan. Tapi aku sekarang aku sudah memilih mas Zhein menjadi suamiku, dia sempurna di mataku Aisyah. Menikahlah dengan mas Fathan." ucap suci penuh ketulusan.


Jujur suci pun masih menyimpan rasa kepada Fathan. Tapi suci berusaha melupakan itu semua, karena kehadiran Zhein yang begitu sempurna melengkapi kehidupan Suci.


"Assalamualaikum", ucap umi Fathan dan rombongan ibu ibu majelis dikampungnya.


"Waalaikumsalam" ucap suci dan Aisyah bersamaan.


"Umi Dijah?" panggil Aisyah.


"Aisyah kamu dengan siapa?" tanya umi sambil menunjuk ke arah suci.


"Ini suci umi? cucunya Eyang. Ibu ibu silahkan masuk dulu ke dalam." ucap Aisyah pelan sambil mengajak ibu ibu majelis ke dalam ruangan Eyang.


"Suci?" ucap umi Fathan.

__ADS_1


"Iya umi, saya suci." ucap suci.


"Masya Allah Nak, kamu sudah mendapat hidayah, boleh umi foto berdua dengan suci?" ucap umi Fathan.


"Dengan senang hati umi, silahkan." ucap suci.


"Umi ke dalam dulu ya, nanti umi kesini lagi." ucap umi dengan tergesa-gesa masuk ke dalam ruang rawat inap tersebut. Sudah tidak sabar umi ingin memberitahukan kepada Fathan. Tapi umi tidak tahu yang sebenarnya.


Suci duduk kembali, menunggu di ruang tunggu pasien. Tiba tiba panggilan alam memanggil dan suci segera ke toilet. Setelah selesai, suci pun keluar dari toilet.


"Suci sayang." panggil Zhein mesra.


Suci pun mendongakkan kepalanya, kemudian tersenyum.


"Mas Zhein nungguin aku?" ucap suci.


"Iya sayang, tadi aku lihat kamu buru buru ke toilet, jadi aku tunggu disini, ini cemilan buat kamu dan Aisyah." ucap Zhein.


"Lagi ada tamu mas, dari ibu ibu majelis dikampung. Kan lagi pula ada Aisyah." ucap suci datar.


"Tadi pakde, bude dan bunda pulang duluan. Biar kita berdua yang jaga Eyang." ucap Zhein.


"Mas duduk disini dulu, didalam sumpek, sebentar saja." ucap suci.


Zhein pun menuruti, duduk didekat taman dengan angin sepoi-sepoi menambah kesejukkan dan menghilangkan rasa lelah.


"Seger ya mas." ucap suci sambil menyenderkan kepalanya di lengan kekar Zhein.


"Kalau mau istirahat di sofa kamar yuk, nanti mas temani." ucap Zhein sambil mengecup pucuk kepala suci.


"Iya mas sebentar lagi ya." ucap Suci manja.


-----------------------------------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2