Kesucian Syahadat

Kesucian Syahadat
KESUCIAN SYAHADAT SS 2 LUKA BATIN BAIHAQI


__ADS_3

Baihaqi hanya duduk termenung di meja kerja ruangannya. Pikirannya melayang memikirkan suatu solusi yang dianggap tepat baginya. Permasalahan ini sudah merugikan nama baik dirinya. Terlebih isi surat ancaman itu sebenarnya bukan membuatnya takut, tapi fitnah dengan bukti palsu itu sangat menyakitkan.


'Apa yang harus aku lakukan Ya Allah.... ' gumam Baihaqi dengan suara yang sangat lirih.


Matanya di pejamkan, duduknya pun di sandarkan ke sandaran kursi yang sangat empuk. Jiwa dan batinnya sangat bergejolak dan tidak mampu berpikir dengan baik dan jernih.


Melaporkan hal ini ke polisi juga tidak mungkin berhasil, karena orang licik lebih mudah memanipulasi datanya dengan cepat.


Amplop putih itu berisikan ancaman tentang pertanggungjawaban Baihaqi sebagai ayah dari anak yang di kandung Anggie. Berita buruk ini dengan mudahnya bisa di sebarluaskan saat ini juga ditambah dengan foto sekitar tiga tahun yang lalu saat maktab, Baihaqi menolong Maba yang tidak sadarkan diri di dekat sungai dengan rasa perikemanusiaan yang tinggi Baihaqi pun mengangkat tubuh itu dan membawa ke tempat acara. Mungkin saat itu ada yang tidak sengaja mengabadikan moment itu sehingga menjadi kesalahpahaman saat ini, karena ternyata anak Maba itu adalah Nastiti Anggraeni tak lain Anggie.


Baihaqi selalu saja teringat Aisyah, wanita yang sangat terpukul dengan kabar buruk ini. Menyakinkan Aisyah itu memang mudah, tapi kalau bukti palsu selalu ada dan memojokkan Baihaqi? Wanita mana yang tidak percaya dengan gosip murahan? Aisyah pun manusia biasa, imannya pun di uji dengan kesetiaan, Kesabaran, ketulusan dan keikhlasan. Sulit bukan menerima itu semua? tidak semudah membalikkan telapak tangan kita.

__ADS_1


Kedua mata Baihaqi pun terbuka dan menatap langit-langit ruangan itu yang terlihat putih dan bersih, tapi lihatlah ada satu titik noda kotor di sana, bahkan tidak akan terlihat bila kita tidak memperhatikannya dengan seksama. Berbeda dengan manusia, mau sebanyak apapun kebaikan seseorang, tercemar satu titik noda yang bahkan bukan dia pelakunya maka akan selamanya noda itu akan membekas.


Ujian terberat di usia pernikahan menginjak lebih dari lima tahun. Lebih berat dari pada hanya mendengarkan ocehan orang tentang belum memiliki anak atau keturunan karena usia pernikahan sudah lama. Masalah kaki ini benar-benar butuh konsentrasi yang luar biasa besar.


Baihaqi pun membereskan meja kerjanya dan memasukkan tugas dari mahasiswanya ke dalam tas kerjanya, untuk di koreksi di rumah. Hari ini moodnya benar benar sedang tidak baik. Pikirannya hanya tertuju pulang ke rumah dan bertemu Aisyah. Hanya Aisyah yang mampu membuta hatinya tenang dan bersemangat kembali. Ditambah kehadiran Nadya yang sudah beberapa hari ini mengisi kesepian rumah menjadi hangat dan ceria khas anak-anak.


ceklek......


"Waalaikumsalam... maafkan aku Anggie. Hari ini aku benar-benar lelah, dan aku harus mencari solusi tentang masalah ini. Masalah yang aku sendiri tidak pernah tahu, bahkan tidak membayangkan hal ini bisa terjadi kepadaku." ucap Baihaqi pelan tanpa melihat Anggie sedikitpun.


"Bukankah Pak Baihaqi sudah mengambil keputusan? dan aku ingin anda mendengarkan aku melafalkan surat yang kamu minta." ucap Anggie memohon.

__ADS_1


"Mungkin lain waktu saja. Aku harus segera kembali ke rumah. Aku begitu merindukan istriku yang Sholeha dan baik, bahkan Aisyah sedikitpun tidak menyalahkan aku dalam hal ini, walaupun aku tahu ini sangat menyakitkan. Fitnah yang sangat keji untuk menghancurkan rumah tanggaku." ucap Baihaqi pelan.


Kakinya sudah melangkah dan berjalan tepat di pintu untuk keluar dari ruangan itu. Tanpa memandang sedikitpun ke arah Anggie.


"Sampai kapanpun aku akan tetap mencintai Aisyah, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisinya di hatiku dan di samping ku. Hanya Aisyah.... Aisyah.... dan Aisyah.... walaupun namamu di ganti dengan Aisyah pun itu akan terasa berbeda. Hanya Aisyah Maharani yang selalu ku cintai dan untuk selamanya." ucap Baihaqi tegas.


Baihaqi pun keluar dengan langkah kaki yang tegas. Anggie menatap nanar laki laki yang ia cintai selama ini.


"Aku mencintaimu Pak Baihaqi......!!!!!!!" teriaknya dengan suara yang keras dan lantang.


Suara yang cukup menggelegar dan terdengar kencang, hingga beberapa orang yang lewat menatap ke arah Anggie. Beberapa dosen pun membuka ruangan kerjanya dan melihat ke arah koridor, siapa yang berteriak dengan lantang.

__ADS_1


JAZAKALLAH KHAIRAN


__ADS_2