Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Terpancing


__ADS_3

Abraham dan Norman mengikuti Vanila dari kejauhan. Tadinya mereka ingin ke lokasi yang sudah ditentukan tapi Norman ingin melihat apa yang hendak dilakukan oleh adiknya apalagi ini pertama kali dia melihat adiknya menggunakan motor. Selama dalam pengawasannya, Vanila tidak pernah keluar. Di istana juga tidak pernah menyentuh kendaraan itu selain berkuda lalu bagaimana dia bisa menggunakan motor besar itu?


Rasa ingin tahu membuat Norman ingin melihat aksi Vanila yang tidak dia ketahui sama sekali. Abraham pun terlihat santai. Dia yakin Abraham sudah tahu oleh sebab itu dia harus melihat apa yang hendak dilakukan oleh Vanila.


"Santai saja, Norman. Kau benar-benar tidak tahu bagaimana adikmu," ucap Abraham karena Norman melihat adiknya dengan serius.


"Jadi kau sudah mengetahui hal ini, Abraham?"


"Tentu saja, dia pernah mengajak aku kebut-kebutan dengan motor seperti itu dan aku rasa waktu itu dia sedang melarikan diri dari kejaran anak buahmu."


"What?" Norman benar-benar tidak tahu apalagi anak buahnya tidak pernah mengatakan hal itu padanya. Bagaimana bisa?


"Jangan terkejut, Norman. Dia bisa menculik dan membuat aku hilang ingatan, seharusnya kau tidak meragukan kemampuan yang dia miliki!"


"Hng, kau begitu bangga menjadi korbannya!" cibir Norman.


"Aku bangga, bahkan aku sangat bangga dan bersyukur atas apa yang dia lakukan padaku karena jika tidak, kita tidak akan jadi seperti ini!"


"Kau benar, tapi kemampuannya seperti itu, dia dapatkan dari mana?" tanya Norman.


"Untuk itu, kau bisa bertanya padanya nanti!" lebih baik Norman tahu dari Vanila secara langsung.


Norman menggangguk, mereka kembali serius memandangi Vanila. Lampu masih berwarna merah, Vanila bahkan memutar gas motornya hingga benda itu berbunyi keras. Dia pura-pura tidak melihat Renata agar akting yang sedang dia mainkan tampak nyata.


Renata melihat sekitar, kenapa Vanila Elouis seorang diri dan kenapa dia menggunakan motor? Mana Abraham, jangan katakan Abraham tidak mampu membelikan istrinya sebuah mobil.


Bodoh, itu bukanlah hal penting. Yang terpenting saat ini adalah mengikuti Vanila lalu menabraknya hingga terjatuh lalu lindas. Kematiannya harus mengiringi kepergiannya dari kota ini. Dia tidak akan pernah kembali setelah ini. Dia akan bersembunyi sehingga Norman dan Abraham tidak bisa menangkapnya.


Lampu merah sudah menyala. Vanila membawa motornya dengan kecepatan sedang tapi matanya tidak lepas dari kaca spion untuk melihat mobil Renata.


"Ikuti motor itu, Evan!" pinta Renata.

__ADS_1


"Untuk apa, bukanlah kau ingin pergi dari kota ini?" tanya kakaknya heran.


"Lakukan saja!" teriak Renata kesal.


Vanila membelokkan motornya, dia ingin melihat apakah Renata akan mengikutinya atau tidak dan benar saja, mobil yang dibawa oleh Evan juga berbelok. Vanila tersenyum, umpan berhasil di tangkap.


"Dia terpancing!" ucapnya, Vanila sedang berbicara dengan suami dan kakaknya melalui earphone yang terpasang.


"Kami tahu, Vanila. Kami berada tidak jauh di belakangmu!" ucap Abraham.


"Setelah ini semua, kau harus menjelaskan padaku bagaimana kau bisa membawa benda itu, Vanila!" ucap kakaknya.


"Ki-Kita bahas hal ini nanti, Kak. Aku harus pura-pura beli roti lalu menggiringnya ke lokasi!" gawat, dia lupa jika kakaknya tidak tahu bahwa dia mantan pembalap liar.


"Harus!" ucap Norman.


Sepertinya sebentar lagi dia akan diceramahi tapi sebaiknya dia fokus dengan misinya terlebih dahulu. Sebuah toko roti sudah terlihat, Vanila berhenti untuk pura-pura membeli sepotong roti.


"Aku haus, Evan. Tolong beli minuman untukku," pintanya. Itu hanya dalih agar kakaknya pergi.


"Pergi beli sendiri!" ucap Evan sinis.


"Aku buronan, Evan. Aku tidak bisa bergerak sesuka hatiku!" ucap Renata.


"Oke, fine!" mau tidak mau Evan keluar dari mobil dan melangkah menuju toserba yang berada di jauh dari mereka. Itu kesempatan bagi Renata, dia berpindah dengan terburu-buru ke bangku pengemudi.


Vanila sudah keluar dari toko roti, dia pura-pura melihat sekitar sambil menikmati roti yang dia beli. Akting yang sempurna, kini dia memakai helm yang sedari tadi tidak dia gunakan agar Renata bisa melihatnya tapi kini, dia perlu karena dia tahu Renata pasti akan berusaha menabraknya.


Helm sudah dikenakan, mesin motor pun sudah menyala. Renata juga sudah siap dan begitu motor Vanila sudah jalan, Renata juga menjalankan mobilnya meninggalkan kakaknya yang baru keluar dari membeli minuman.


"Hei, kenapa kau meninggalkan aku?" Evan berlari mengejar mobil yang berjalan dengan begitu cepat. Renata mengambil ponsel karena dia ingin menghubungi kakaknya.

__ADS_1


"Diam di sana, aku akan kembali setelah selesai!" ucap Renata.


"Kau benar-benar tega!" Evan sangat kesal tapi dia tidak bisa melakukan apa pun.


Renata tidak menjawab, ponsel dilempar dan setelah itu dia membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar Vanila.


Motor yang dibawa oleh Vanila melesat cepat, dia akan memancing Renata ke tempat sepi yang sudah ditentukan di mana Gaston dan Sonny sudah menunggu mereka. Kali ini Renata tidak akan bisa lari ke mana pun.


Tanpa sadar jiak dia sedang dijebak, Renata berusaha menabrak motor yang digunakan oleh vanila.


Vanila menghindari mobilnya, laju motor sedikit melambat lalu motor kembali dibawa cepat sehingga mobil dan motor mereka sudah sejajar. Penutup helm dibuka, Vanila pura-pura tidak mengenal Renata.


"Hei, what's wrong with you?" teriaknya.


Renata tidak peduli, setir mobil diputar ke kiri sehingga badan mobilnya kembali ingin menghantam motor Vanila. Sebagai seorang mantan pembalap, Vanila bisa menghindarinya dengan mudah. Motor dibelokkan ke kiri lalu lajunya diperlambat sehingga mobil yang dibawa oleh Renata tidak mengenai motornya.


Vanila kembali membawa motornya dengan kecepatan tinggi, melewati mobil Renata. Satu tangan dilepas dari stang motor, lalu jari tengah pun ditunjukkan untuk Renata.


"Sial, kau harus mati!!" teriak Renata marah. Beraninya wanita itu menantangnya? Renata benar-benar tidak menyadari jika dia sedang diikuti juga. Dia terlalu fokus pada Vanila sehingga membuatnya tidak menyadari sekitarnya.


Renata terus mengejar motor yang dibawa Vanila yang sudah melesat jauh di depan sana. Dia tidak akan melepaskan Vanila Elouis, dia pasti bisa menabrak motornya hingga jatuh lalu melindasnya.


Renata tidak mau kalah, mobil dibawa sampai maksimal. Dia kembali mencoba menabrak motor yang dibawa oleh Vanila namun Vanila membawa motornya meliuk melewati mobil truk besar yang melintas.


Norman menganga melihat aksi adiknya. Vanila yang melalukan tapi dia yang takut. Kapan adiknya belajar mengausai benda itu? Aksinya bahkan sudah seperti seorang pembalap.


"Aku sudah akan membawanya ke lokasi jadi bersiaplah!" ucap Vanila.


"Bersiaplah, Gaston!" perintah Abraham setelah mendapat informasi dari istrinya.


Motor Vanila kembali berbelok, Renata kesal setengah mati. Jika ada senjata api, sudah dia hujani dengan timah panas tapi sayangnya dia tidak memiliki kemampuan selain memiliki otak yang licik.

__ADS_1


Mobil yang dia bawa tidak berkurang kecepatannya tapi dia sangat heran motor yang dia kejar justru tidak terlihat. Renata sangat heran, ke mana motor itu? Mata melihat sekitar tapi tiba-tiba rem diinjak hingga mobil berhenti karena Vanila sudah berada di depan dengan posisi motor yang menghadap ke arahnya. Apa maksudnya?


__ADS_2