Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Merasa Kehilangan


__ADS_3

Abraham sudah kembali ke London. Perasaannya aneh, campur aduk. Dia merasa sudah melewatkan sesuatu yang penting tapi dia tidak tahu apa. Kabar kembalinya tentu sudah didengar oleh Renata. Tidak membuang waktu, Renata memutuskan untuk bertemu dengannya karena dia ingin membahas kapal yacht yang kakaknya inginkan pada Abraham. Setelah dipikir, ternyata bisnis yang ingin kakaknya jalankan sangat menguntungkan sebab itu dia membutuhkan dukungan dari Abraham tapi sebelum itu ada seseorang yang ingin dia temui.


Renata sudah berada di sebuah bar. Dia menyamar agar tidak ada yang tahu apa yang dia lakukan. Bagaimanapun Abraham tidak boleh tahu akan apa yang dia lakukan. Dia hanya ingin tahu apa yang Abraham lakukan selama dia berada di Australia karena dia curiga ada wanita lain di sana. Dia harus menyelamatkan posisinya, jangan sampai ada yang menggantikan dirinya sebagai tunangan Abraham.


Seorang pria menghampiri Renata, tanpa berkata apa-apa sebuah map coklat diletakkan di atas meja. Mereka melakukan transaksi tanpa mengatakan apa pun. Renata memberikan amplop cokelat tanpa bertanya, map yang diberikan oleh pria itu pun diambil setelah itu transaksi selesai.


Pria itu pergi, begitu juga dengan Renata. Dia akan melihat isi map itu di dalam mobilnya walau dia sudah sangat penasaran. Renata tidak menunda setelah berada di dalam mobil, Map dibuka, isinya pun dikeluarkan. Renata melihat informasi yang ada di dalam map tersebut. Matanya bahkan tidak lepas dari foto seorang gadis yang ada di tangan.


Renata terlihat begitu marah, sudah dia duga jika Abraham menjalin hubungan dengan wanita lain selama dia berada di Australia. Nama gadis itu pun membuatnya terkejut. Vanila Elouis, kenapa Abraham menjalin hubungan dengan gadis itu?


Dia tampak berpikir, dia sangat tahu bagaimana hubungan Abraham dengan Norman tapi kenapa Abraham menjakin hubungan dengan adik Norman? Dia merasa jika Abraham melakukan hal itu untuk membalas dendam pada Norman. Jika tebakannya benar maka akan dia biarkan karena dia lebih suka mereka semakin bermusuhan. Dia juga senang mereka semakin membenci, denganĀ  begitu rahasianya aman.


"Teruslah membenci kalian berdua, semakin kalian membenci, semakin bagus dan kalian tidak akan pernah tahu apa yang telah aku lakukan!" ucap Renata. Senyum sinis menghiasi wajahnya, penyebab kematian Emely tidak boleh ada yang tahu.


Renata merobek semua informasi itu, sudah cukup. Dia hanya ingin tahu apakah benar dugaannya dan sekarang dia sudah tahu jawabannya. Dia menduga Abraham menjalin hubungan dengan wanita lain tapi nyatanya dengan Vanila Elouis, dia akan menganggap Abraham sedang melakukan aksi balas dendam terhadap Norman jadi dia tidak akan mempermasalahkannya.


Sebaiknya dia pergi menemui Abraham yang baru kembali. Sekarang dia tahu kenapa Abraham pergi ke Swedia, Abraham pasti diusir dengan kejam sebab itu dia cepat kembali. Bagus, sangat bagus. Semakin dalam permusuhan mereka semakin bagus.


Saat melihat kedatangan Renata, Abraham justru kesal. Entah kenapa dia merasa begitu membenci Renata. Perasaan itu semakin besar dia rasakan. Apa dia sudah tidak mencintai Renata lagi, ataukah karena hal lain?

__ADS_1


"Abraham, kenapa kau sudah kembali?" tanya Renata seraya menghampirinya dan memeluknya.


"Lepaskan aku, Renata," tubuh Renata didorong ke belakang, Abraham melangkah mundur.


"Apa? Apa yang telah terjadi denganmu?" tanya Renata tidak mengerti.


"Tidak ada, aku hanya tidak ingin dekat-dekat denganmu. Kau membuat aku mual. Sebaiknya kita tidak bertemu terlebih dahulu!"


"Apa maksud ucapanmu, Abraham?" teriak Renata marah.


"Tidak perlu berteriak, Renata. Sudah aku katakan, sebaiknya kita tidak bertemu terlebih dahulu. Apa kau tidak mendengarnya?"


"Kenapa kau diam saja, Abraham? Apa perasaan cintamu itu sudah berpindah ke lain hati sehingga kau sudah tidak mencintai aku lagi?" jangan katakan Vanila Elouis sudah berhasil mengambil hati Abraham sehingga membuat Abraham jadi seperti itu.


"Tidak, aku merasa jenuh dengan hubungan kita!"


"Apa maksud perkataanmu? Apa aku sudah membuat kesalahan sehingga kau merasa seperti itu?" air mata mengalir semakin deras. Dia tidak menduga Abraham akan berkata seperti itu.


"Tidak perlu menangis, Renata. Kau tahu kesalahanmu. Aku ingin suasana yang berbeda tapi kau tidak mau. Yang kau inginkan hanya kemewahan saja, apa itu tujuanmu menjalin hubungan denganku?" Abraham berpaling dan menatapnya tajam.

__ADS_1


"Ti-Tidak. Apa yang kau katakan, Abraham? Aku tulus mencintaimu. Jika memang itu kesalahanku, mari kita pergi piknik seperti yang kau inginkan," ucap Renata. Kuku dan pakaian mahalnya akan dia kesampingkan dulu dari pada dia harus kehilangan pria itu.


"Aku sudah tidak berminat!" Abraham melangkah pergi, sedangkan Renata berteriak marah.


"Apa maksudmu sudah tidak berminat? Aku sudah bersedia jadi ayo kita lakukan!" teriaknya.


Abraham tidak menjawab. Seandainya dia tidak mendengar rekaman itu, mungkin dia akan sangat senang tapi sekarang, semua perasaan yang ada untuk Renata sirna begitu saja.


"Abraham, jangan mengabaikan aku seperti ini!" teriak Renata lagi.


Amarah dan Emosi menjadi satu. Dia mengira Abraham mendekati Vanila Elouis untuk membalas perbuatan Norman tapi kini dia harus mengubah pola pikirnya. Sepertinya dia sudah salah menilai dan sialnya, dia justru sudah merobek informasi itu tanpa melihat semuanya.


Abraham masuk ke dalam kamar tanpa mempedulikan teriakan Renata. Rasanya sangat ingin mengakhiri hubungan mereka berdua, tapi dia harus menemukan alasan tepat. Abraham menjatuhkan diri ke atas ranjang, tatapan matanya menerawang memandangi langit ruangan.


Vanila Elouis, semua gara-gara gadis gila itu. Jika Vanila tidak menculiknya sehingga membuatnya hilang ingatan dan jika Vanila tidak memberikan kenangan yang begitu berkesan, dia tidak akan jadi seperti ini. Sekarang, gadis itu pergi membawa sebagian hatinya. Sial, apa dia akan selalu seperti itu? Walau dia tidak mau mengakui, tapi dia merasa kehilangan sosok manis yang mengisi hatinya sesaat.


Rasa rindu semakin dia rasakan. Tidak, dia yakin jika Vanila sedang mengandung anaknya. Dia yakin itu karena keadaannya yang aneh menjawab semuanya. Walau Norman berkata tidak, wakau ibunya juga berkata Vanila tidak sedang hamil tapi dia tidak percaya. Dia lebih percaya dengan kata hati dan instingnya. Akan dia temukan bukti jika dia tidak bersalah dalam kematian Emely lalu akan dia lemparkan ke hadapan Norman. Dia harus melakukan hal itu jika dia ingin bertemu Vanila namun sayangnya, Vanila sudah pergi jauh dari mereka dan Vanila tidak ingin bertemu dengannya lagi untuk selamanya.


Di luar sana, Renata memendam kekesalan di hati karena dia benar-benar kesal. Hubungannya dengan Abraham diambang kehancuran, dia tahu itu karena Abraham tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya. Dia tidak menyangka penolakan yang dia lakukan justru membuat Abraham jenuh dengan hubungan mereka. Apa dia harus diam saja?

__ADS_1


Tidak. Vanila Elouis, dia tidak akan melepaskannya karena sudah mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya. Seperti yang dia lakukan pada Emely dulu, Vanila juga akan mendapatkannya. Jangan salahkan dirinya berbuat seperti itu, tapi salahkan mereka yang selalu menghalangi jalannya. Dia akan kembali mengadu domba mereka, sehingga membuat mereka semakin membenci dan kali ini korbannya adalah Vanila Elouis yang sudah begitu berani menghalangi jalannya.


__ADS_2