
Kabar Abraham kembali sudah didengar oleh Renata. Inilah yang dia tunggu selama beberapa hari belakangan walau dia tidak tahu untuk apa Abraham kembali ke Australia. Renata menunggu kepulangan sang tunangan dengan tidak sabar karena dengan kembalinya Abraham itu berarti dia akan segera dilamar oleh Abraham.
Hal ini sudah dia tunggu sekian lama, dan dia harap kali ini tidak gagal. Dia akan terus mendesak agar Abraham segera melamarnya. Tidak akan ada yang bisa menghalangi dirinya untuk menjadi istri Abraham namun dia tidak tahu jika beberapa pembicaraannya dengan sang kakak dan dengan pria yang selalu menerornya direkam oleh Bilt.
Pria itu selalu meminta uang dengannya, dia benci. Tapi demi rahasia besar yang dia sembunyikan selama ini, dia terpaksa memberikan uang pada pria itu walau sesungguhnya dia tidak mau. Dia terpaksa mengambil uang dari kartu yang diberikan oleh Abraham namun tindakannya itu diketahui oleh Gaston.
Beberapa laporan keuangan yang mencurigakan sudah dia dapatkan. Tentunya semua uang itu diambil oleh Renata. Gaston akan mengatakan hal itu pada bosnya karena bosnya memang harus tahu.
Abraham tidak beranjak dari tempat duduk padahal pesawat sudah berhenti dari sepuluh menit yang lalu. Entah apa yang sedang dia pikirkan tapi pikirannya sedang kacau saat ini. Gaston tidak berani mengganggu, ini kali pertama bosnya seperti itu.
Cukup lama Gaston menunggu dan pada akhirnya Abraham beranjak dari tempat duduknya. Entah kenapa dia jadi enggan pulang dan bertemu dengan Renata. Dia seperti tidak mau bertemu dengan tunangannya itu. Sebaiknya dia menghindar sebentar, mungkin perasaannya akan segera membaik jika tidak bertemu dengannya hari ini.
"Gaston, antar aku ke Villa. Aku ingin berada di sana sebentar dan belikan aku makanan yang asam. Entah kenapa aku menginginkannya," perintah Abraham.
"Yes, Sir!!" Gaston sangat heran karena ini pertama kali bosnya meminta makanan asam. Apa yang terjadi?
"Sir, aku menemukan beberapa laporan keuangan yang aneh. Apa kau ingin melihatnya sekarang?" tanya Gaston yang saat itu sedang mengikuti langkahnya.
"Aneh bagaimana maksudmu?"
"Saat anda pergi, Nona Renata mengambil uang sebanyak lima puluh ribu dolar," jelas Gaston.
"Biarkan saja, mungkin dia mengambil uang itu untuk keperluannya," ucap Abraham karena dia bukan orang yang perhitungan apalagi pada tunangannya sendiri.
"Tapi ini sudah tidak wajar, Sir. Tidak saja lima puluh ribu dolar itu, Nona Renata kembali mengambil dua puluh ribu dolar dan terakhir dia mengambil lima belas ribu dolar!" sudah tiga kali Renata mengambil uang dalam jumlah yang tidak sedikit, tentu hal itu harus dicurigai.
"Apa?" Abraham tampak tidak percaya. Untuk apa Renata mengambil uang sebanyak itu?
__ADS_1
"Sebab itu aku mengatakan hal ini karena uang yang dia ambil tidaklah sedikit."
"Jika begitu periksa untuk apa uang itu, Gaston. Cari tahu dia gunakan untuk apa dan cek rekeningnya!!"
"Akan aku kerjakan, Sir."
"Bagus, sekarang antar aku ke Villa. Aku ingin berada di sana selama beberapa hari."
Gaston mengangguk, walau bosnya terlihat aneh tapi dia tidak berani bertanya. Selama menuju Villa, Gaston mencari makanan yang diinginkan oleh bosnya. Abraham merasa sangat aneh, tidak saja menginginkan makanan itu tapi kini dia ingin dekat dengan ibunya.
Sial, apa dia anak kecil? Pikirannya kembali berkelana selama menuju Villa. Satu wajah yang menghantuinya sedari tadi namun berusaha dia tepis tapi tidak bisa. Sepertinya dia sudah gila.
"Tidak jadi ke Villa, Gaston. Antar aku ke rumah orangtuaku. Aku ingin berada di sana."
"Yes, Sir," Gaston melihat ke belakang di mana Abraham sedang menikmati makanan asamnya. Tunggu, sejak kapan bosnya akan makan di mobil?Sungguh aneh namun dia tidak berani bertanya.
Ranata menunggu dengan tidak sabar, kenapa Abraham belum tiba juga? Karena tidak sabar, Renata menghubungi Abraham yang saat itu sedang menikmati es creamnya di dalam mobil. Tidak satu tapi tiga. Dia bahkan mengabaikan suara ponselnya tapi lama kelamaan membuatnya gusar juga.
Ponsel diambil, begitu melihat nama Renata, Abraham terlihat enggan. Apa sebenarnya yang terjadi dengannya?
"Sir, aku sudah menyiapkan kejutan yang kau inginkan. Kau tinggal melakukan rencana untuk melamar Nona Renata saja," ucap Gaston. Hampir saja dia melupakan hal ini.
"Aku sedang tidak ingin membahasnya, Gaston!"
Lagi-Lagi untuk kesekian kali, Gaston dibuat heran akan tingkah aneh yang ditunjukkan oleh bosnya. Bukankah bosnya sudang sangat ingin melamar Renata? Tapi apa yang terjadi?
"Ada apa?" tanya Abraham pada Renata yang saat itu sudah menjawab panggilan dari tunangannya.
__ADS_1
"Kenapa kau belum tiba? Aku sudah menunggumu sedari tadi," ucap Renata dengan suara manjanya.
Abraham mengusap tengkuk, kenapa tiba-tiba dia merasa mual mendengar suara manja sang tunangan? Bukankah dia sudah sering mendengarnya? Apa dia seperti itu karena terlalu banyak makan es cream?
"Abraham, kenapa kau tidak menjawab aku?" Renata sangat heran karena Abraham diam saja.
"Aku sedang pergi menemui klien jadi tidak bisa kembali," dustanya.
"Apa, kenapa? Bukankah kau bilang ingin melamar aku setelah kembali?Tapi kenapa kau justru pergi menemui klien?" teriak Renata marah.
"Berhenti berteriak, Renata. Jangan membuat aku semakin muak padamu!" ucap Abraham kesal.
Renata terkejut mendengar ucapan Abraham. Kenapa Abraham berkata demikian? Abraham juga terkejut dengan ucapannya sendiri, kenapa dia berkata jika dia muak dengan Renata?
"Apa maksud ucapanmu, Abraham? Apa kau sudah tidak mencintai aku lagi?"
"Aku tidak ingin membahas hal ini, besok temui aku di rumah Mommy. Jangan dipikirkan, itu hanya ucapan tidak berdasar," ucap Abraham.
"Baiklah, aku akan ke sana besok," walau kesal tidak bertemu dengan Abraham tapi dia tidak bisa melakukan apa pun.
Renata tampak cemas setelah berbicara dengan Abraham. Ucapan yang dilontarkan oleh Abraham benar-benar membuatnya takut. Kenapa Abraham berkata jika dia sudah muak? Apa ucapan itu dilontarkan dari hati atau hanya perkataan yang tanpa sengaja dilontarkan?
Tidak, hal itu tidak boleh terjadi. Abraham pasti hanya bercanda saja. Besok sebisa mungkin dia akan membahas masalah pernikahan di hadapan kedua orangtua Abraham agar mereka bisa menikah. Sebaiknya dia menghubungi kedua orangtuanya dan meminta mereka untuk menemui kedua orangtua Abraham untuk membahas hal ini. Besok adalah kesempatan yang paling bagus dan dia tidak boleh melewatkannya.
"Sir, apa kau ingin makan es cream lagi?" tanya Gaston. Mungkin saja bosnya membutuhkan es cream untuk mendinginkan kepalanya.
"Pulang, aku ingin istirahat!" perintahnya. Aneh, dia merasa hari ini sangat aneh. Entah apa yang terjadi dengannya, dia sendiri tidak tahu. Tidak saja makan makanan asam dan es cream, Abraham juga meminta Gaston membelikan makanan pedas.
__ADS_1
Gaston yang penasaran sedari tadi tapi dia tidak berani bersuara karena bosnya sepeti orang yangg sedang mengidam. Apa Renata sedang hamil tanpa mereka berdua sadari? Tidak saja Gaston, ibu Abraham juga sangat heran karena begitu kembali Abraham memeluknya begitu lama. Sang ibu memandangi Gaston, sedangkan Gaston angkat bahu karena dia juga tidak tahu apa yang telah terjadi.