Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Dialah Pelakunya


__ADS_3

Jasson tersadar di tempat asing, dia tidak tahu apa yang terjadi dengannya setelah dia dihadang oleh puluhan orang yang tidak dikenal. Dia mengira jika orang-orang yang menghadang dirinya adalah polisi yang sedang menyamar tapi sepertinya dugaannya sudah salah besar karena dia tidak sedang berada di ruang tahanan atau semacamnya.


Tatapan matanya melihat sana sini, firasat buruk. Jangan katakan Renata yang melakukan hal itu agar dia tidak memerasnya lagi. Hal itu bisa saja terjadi, dia tahu sepicik apa Renata. Dia juga tahu sebusuk apa hati wanita itu tapi jika sampai Renata berani membunuhnya, maka dia akan membunuh wanita itu terlebih dahulu.


Pada saat itu, Gaston pergi menjemput bosnya yang berada di rumah kedua orangtuanya. Waktunya lebih banyak dia habiskan di sana semenjak kedua orangtuannya telah kembali. Walau terkadang kesal dengan kelakuan putranya tapi ayah dan ibunya tidak bisa melakukan apa pun.


Semangkuk sup tomyam sudah terhidang, ibunya duduk di hadapan putranya yang sedang menikmati sup tomyam itu. Abraham melihat ibunya dengan tatapan heran, apa ada yang aneh sehingga ibunya melihatnya seperti itu?


"Apa yang Mommy lihat?" tanyanya.


"Aku hanya melihatmu, apa ada yang aneh?" ibunya balik bertanya.


"Tidak biasanya Mommy melihat aku seperti itu jadi katakan, tidak perlu dipendam."


"Baiklah, sekarang katakan padaku, siapa wanita yang sedang hamil anakmu?" sungguh dia sangat ingin tahu akan hal ini. Tidak saja dirinya, suaminya juga ingin tahu.


"Entahlah," Abraham kembali menikmati aup tomyamnya.


"Apa maksudmu entahlah?" tanya ibunya.


"Aku tidak tahu, Mom. Aku sudah pergi mencarinya tapi keluarganya berkata dia tidak sedang hamil."


"Jadi kau percaya begitu saja?" tanya ibunya lagi.


"Aku tidak ingin mempercayainya, tapi ibunya juga membenarkan. Tapi keadaan yang aku alami ini, membuktikan semua kecurigaanku!"


"Jika begitu, jangan percaya. Pergi temui wanita itu dan bicarakan hal itu baik-baik pada dirinya. Keluarganya pasti menipumu dengan sebuah alasan. Kau pasti tidak mau bertanggung jawab awalnya sebab itu mereka menipumu," tebak ibunya.


"Bukan begitu, Mom. Semua gara-gara hubungan kami yang tidak baik."


"Maksudmu?" tanya ibunya tidak mengerti.


"Gadis itu, dia adik kandung Norman Elouis."


"Apa?" ibunya terkejut dan hampir saja memekik. Tentu dia mengenal Norman karena dulu Abraham selalu bersama dengan pria itu tapi akibat sebuah insiden, hubungan baik mereka jadi hancur berantakan. Dia bahkan menyayangkan kejadian itu tapi kenapa Abraham bisa menjalin hubungan dengan adik Norman?


"Tidak perlu terkejut seperti itu," ucap Abraham.

__ADS_1


"Bagaimana Mommy tidak terkejut? Bukankah hubunganmu dan Norman tidak baik? Bagaiman bisa kau meniduri adiknya?" tanya ibunya tidak percaya.


"Sebuah insiden membuat kami seperti itu, Mom. Sekarang aku sedang ingin meluruskan permasalahan di antara kami agar aku bisa bertemu dengan adiknya."


"Bagus, kau memang harus melakukannya. Kau sudah membuat adiknya hamil jadi kau harus melakukan apa pun untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu!"


Abraham diam saja, kembali makan. Dia pasti akan melakukannya tapi dia tahu tidak akan mudah apalagi dia sudah melakukan perbuatan tidak menyenangkan pada Vanila. Dia justru merasa Vanila sudah membencinya saat ini karena dia juga sudah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan pada kedua sahabatnya.


"Sir, Tuan Gaston mencarimu di luar," ucap pelayan yang menghampirinya.


"Aku pergi dulu, Mom. Aku akan membawanya pulang walau dia tidak mau, akan aku paksa sampai dia mau!"


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Renata?"


"Aku dan dia, kami sudah berakhir!" ucap Abraham seraya beranjak.


"Berakhir bagaimana? Bukankah kau belum bertemu dengannya lagi?"


"Aku akan mengakhirinya setelah kami bertemu!"


Ibunya hanya menggeleng, sejujurnya dia tidak setuju putranya berselingkuh tapi apa boleh buat? Semua sudah terjadi. Semoga saja Renata bisa menerima keputusan putranya apa pun alasannya tapi sebentar lagi kebusukan yang disembunyikan oleh Renata akan terkuak.


"Kenapa kau membawa aku ke sini?" teriak Jasson.


"Jika kau bersikap baik dan jika kau menjawab semua pertanyaanku dengan baik maka aku tidak akan membunuhmu!" ucap Abraham.


"Apa yang ingin kau ketahui?" tanya Jasson.


"Apa hubunganmu dengan Renata?"


"Renata, aku tidak mengenalnya!" jawab Jasson pura-pura tidak tahu.


"Gaston, kau tahu apa yang harus kau lakukan, bukan?"


"Yes, Sir!" Gaston mengambil sesuatu dan mendekati Jasson.


"Hei, apa-apaan ini? Jangan pakai kekerasan!" teriak Jasson.

__ADS_1


"Aku tidak suka basa basi jadi jawab pertanyaanku baik-baik, apa hubunganmu dengan Renata?" teriak Abraham kesal.


"Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan Renata, aku bersumpah!" teriak Jasson ketakutan karena Gaston sedang menggulung tapi cambuk.


"Jika begitu kenapa kau bisa meminta uang pada Renata? Jangan kira kau bisa menipu aku akan hal ini, aku tahu semuanya!"


Jasson mengumpat dalam hati, sial. Sudah ketahuan, sekarang terjawab sudah kenapa dia berada di tempat itu. Dia juga tahu Abraham tidak bercanda apalagi Gaston sudah siap dengan tali cambuknya.


"Aku meminta uang padanya untuk bisnis, tidak ada hal yang lain!" teriaknya.


"Apa alasanmu meminta uang darinya? Kalian tidak memiliki hubungan apa pun, bukan?"


Jasson tidak menjawab, dia sedang berpikir. Jika dia mengatakannya maka ladang uangnya hilang karena Renata tidak akan memberinya uang lagi tapi jika dia tidak menjawab?


Gaston memecut tali cambuknya ke lantai, Jasson terkejut setengan mati. Matanya menatap Gaston yang sudah berdiri di sisinya, peduli dengan apa pun. Nyawanya lebih penting dari pada uang.


"Aku memerasnya karena aku tahu apa yang dia lakukan belasan tahun yang lalu," ucap Jasson.


"Apa maksud ucapanmu?"


"Kalian berdua benar-benar bodoh, kematian Emely disebabkan oleh  Renata!" teriak Jasson.


Abraham terkejut mendengarnya, apa pria itu tidak sedang asal bicara?


"Coba katakan sekali lagi, apa maksud perkataanmu itu?"


"Dialah pelakunya. Aku melihat Renata melakukannya sebab itu aku memerasnya. Jika aku tidak melihat dan tahu rahasianya, mana mungkin aku bisa memerasnya?"


Ekspresi wajah Abraham terlihat menakutkan, kedua tangan mencengkeram erat. Jadi Renata yang telah melakukannya? Dia sungguh tidak menyangka dialah pelaku yang telah membunuh Emely dan bodohnya, dia justru menjalin hubungan dengan pelaku yang telah melakukan hal itu. Tidak bisa, Norman harus tahu akan hal ini dan pria itu akan menjelaskan semua penyebab kematian Emely.


"Bawa dia Gaston. Aku rasa lebih baik seseorang mendengar semua yang terjadi secara langsung agar dia percaya jika aku benar-benar tidak terlibat. Jika aku yang berbicara dia tidak akan percaya tapi jika dari mulut pria itu, aku yakin dia akan percaya!" perintahnya.


"Yes, Sir!"


"Aku sudah mengatakan apa yang aku tahu, jadi lepaskan aku!" teriak Jasson.


"Sudah aku katakan, jika kau menjawab pertanyaanku dengan benar maka kau akan tetap hidup tapi jika kau berani berbohong, aku rasa seseorang akan memperlakukanmu dengan lebih kejam lagi!"

__ADS_1


"Kalian ingin membawa aku ke mana?" teriak Jasson saat dua orang membawanya ke luar dari ruangan itu.


Abraham masih belum beranjak, kedua tangan juga masih mengepal erat. Renata, setelah ini akan dia cari sampai ketemu dan tidak akan dia ampuni wanita itu.


__ADS_2