Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Tidak Perlu Bersembunyi


__ADS_3

Gaston menunggu dengan tidak sabar, dia sangat ingin tahu apa yang terjadi di dalam sana tapi dia hanya bisa menunggu bosnya kembali. Sesungguhnya dia juga sangat ingin tahu kenapa bosnya tiba-tiba datang ke kerajaan itu setelah mendengar Vanila Elouis hamil. Sepertinya telah terjadi sesuatu saat bosnya hilang ingatan. Dia bisa menebakĀ  jika bosnya dan Vanila sudah terlibat asmara.


Gaston menunggu di mobil, dia tidak mau berdiri di depan gerbang seperti orang bodoh karena dia merasa bosnya akan lama. Dia tahu hubungan Abraham dengan sang puta mahkota tidak baik, dia harap bosnya tidak dilempar keluar oleh Norman Elouis.


Rasa cemas jadi memenuhi hati, dia khawatir bosnya benar-benar akan dilempar keluar namu rasa cemas itu sirna digantikan dengan rasa terkejut dan tidak percaya saat melihat bosnya keluar dari gerbang dan mengampirinya dalam keadaan basah.


Gaston keluar dari mobil, dia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Abraham mengusap wajahnya yang basah, kancing baju juga dibuka lalu baju dilepaskan karena basah.


"Sir, apa yang terjadi denganmu?" tanya Gaston.


Abraham masuk ke dalam mobil dan tidak menjawab, matanya melihat ke arah istana. Dia tidak percaya apa yang Norman katakan tapi bagaimana dengan perkataan ibunya? Apa benar Vanila tidak sedang hamil?


"Kau dengar isu itu dari mana, Gaston?" tanyanya.


"Aku lihat di internet," ucap Gaston.


"Lain kali jangan membicarakan hal yang tidak penting padaku!" ucapnya.


"Sorry, Sir. Aku berkata itu isu tapi kau yang mendadak ingin datang. Apa isu kehamilan Vanila Elouis ada hubungannya denganmu?"


Lagi-Lagi Abraham tidak menjawab, sial. Walau ibu Norman berkata jika Vanila tidak sedang hamil tapi keadaan yang sedang dia alami menjawab semuanya. Dia yakin mereka sedang menyembunyikan hal ini. Mungkin karena permusuhannya dengan Norman membuat mereka menyembunyikannya.

__ADS_1


Saat ini, apa pun yang akan dia katakan tidak akan mereka percayai. Sekalipun dia berkata bahkan Vanila yang menculik lalu membuatnya hilang ingatan, dia yakin mereka tidak akan percaya terutama Norman. Satu-Satunya cara yaitu bertemu dengan Vanila lalu mencari tahu akan kebenarannya. Tapi ketika dia sudah mendapatkan jawabannya dan ternyata Vanila memang benar-benar hamil, dia akan membawa Vanila pulang. Lalu?


Abraham mengusap wajah, dia tidak memikirkan hal ini. Dia hanya berpikir akan membawa Vanila saja tapi apa dia akan menikahi Vanila ataukah dia hanya menginginkan anaknya saja?


"Sial!" umpatannya terdengar, Abraham bahkan memukul kedua pahanya untuk melampiaskan kemarahan di hati.


Gaston tidak berani bersuara, seharusnya dia mencari tahu kebenaran akan isu itu terlebih dahulu sebelum mengatakan pada bosnya tapi siapa yang menduga jika bosnya akan datang tanpa pikir panjang?


"Gaston, aku ingin kau menyelidiki sesuatu," pinta Abraham.


"Katakan, Sir. Aku akan melakukannya," ucap Gaston.


"Akan aku laksanakan," ucap Gaston.


"Ingat, jangan sampai ada yang tahu apa yang kau lakukan dan segera temukan pria bernama Jasson!" Kali ini dia akan meluruskan kesalahpahaman di antara dirinya dan Norman dan mengungkap rahasia yang disembunyikan Renata. Sekalipun hubungannya dengan Norman tidak bisa seperti dulu lagi tapi dia akan tetap membuktikan jika dia memang tidak terlibat dengan kematian Emely.


"Aku juga ingin kau mencari tahu akan kebenaran isu kehamilan Vanila Elouis. Aku curiga mereka sengaja menyembunyikan hal itu dariku," perintahnya lagi.


Gaston mengangguk, tugas begitu banyak tapi dia bisa menyelesaikannya satu persatu. Mungkin akan memakan waktu yang cukup lama tapi dia pasti bisa menyelesaikannya.


Abraham memerintahkan Gaston untuk membawa mobilnya pergi, dia akan kembali ke Inggris karena dia tahu dia tidak akan mendapatkan apa pun jika dia memaksa. Lebih baik dia mencari tahu kebenaranya sendiri karena dia tahu, dia tidak akan mendapatkan apa pun karena permusuhannya dengan Norman. Kali ini dia akan meluruskan kesalahpahaman mereka berdua terlepas Norman mau percaya atau tidak.

__ADS_1


Ternyata tidak Abraham saja yang berniat meluruskan permasalahan yang telah terjadi di antara mereka selama belasan tahun, Norman juga memerintahkan orang terbaiknya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia melakukan hal itu untuk dirinya sendiri karena rasa ingin tahu akan kematian Emely memenuhi hatinya.


Norman sedang berbicara dengan orang terbaiknya di dalam sebuah ruangan. dia akan memberi hukuman pada Vanila setelah dia selesai. Tentunya dia akan mendukung ayahnya membuang Vanila ke pengasingan. Itu tempat terbaik untuk Vanila.


Norman berada di dalam ruangan itu cukup lama dan setelah selesai, Norman keluar dari ruangan. Sekarang saatnya menghukum adiknya yang sudah berani menjalin hubungan dengan Abraham. Walau banyak yang ingin dia bicarakan dengan musuh lama karena kecurigaannya terhadap Abraham yang telah menodai adiknya untuk balas dendam tapi dia harus menahan semua itu karena dia tidak mau Abraham benar-benar tahu mengenai keadaan adiknya.


Kamar Vanila menjadi tujuan, dia yakin adiknya sedang beristirahat di dalam sana. Pintu dibuka tanpa diketuk tapi Vanila tidak ada di dalam kamar itu. Norman melangkah keluar, sekarang taman belakang menjadi tujuan karena dia pikir Vanila dan ibunya masih menikmati teh dan cemilan.


Norman sudah berada di taman belakang tapi tidak ada siapa pun. Ibunya tidak terlihat begitu juga dengan adiknya. Aneh, ke mana mereka? Apa Vanila sudah berada di kamar bersama dengan ibunya? Firasat buruk, jangan katakan Vanila sudah pergi dan tidak ada di istana lagi.


"Vanila!" Norman berlari masuk ke dalam untuk mencari keberadaan adiknya.


"Vanila, jangan coba-coba bersembunyi dariku karena kedatangan baj*ngan itu untuk menemuimu. Jangan senang karena aku akan menghukummu!" teriaknya lagi. Amarah yang sempat redup kini kembali berkobar.


Tidak akan dia biarkan adiknya bebas karena perbuatan yang telah dia lakukan. Entah bagaimana Vanila bisa bersama dengan Abraham dan entah bagaimana mereka bisa terlibat asmara tapi hari ini dia akan mendapatkan jawabannya karena dia akan menginterogasi Vanila sebelum adiknya dibawa ke pengasingan untuk selamanya.


"Vanila, tidak perlu bersembunyi dariku!" teriaknya lagi. Norman kembali ke dalam kamar adiknya, mencari keberadaan adiknya tapi tidak dia temukan.


Norman melihat sana sini, rasa curiga memenuhi hati. Norman melangkah menuju lemari, memeriksa barang-barang milik Vanila namun semua masih ada di tempatnya. Pemuda itu tampak berpikir, tidak... waktu Vanila melarikan diri dia juga tidak membawa apa pun. Dia kembali berpikir, rasa curiga jika ibunya terlibat memenuhi hati. Apa jangan-jangan?


Norman berlari keluar, mencari ibunya. Sial, lagi-lagi kejadian itu terulang tapi sekarang, ibunya justru campur tangan. Semua gara-gara Abraham, pria itu benar-benar pembawa masalah tapi dia akan menghalangi Abraham untuk bertemu dengan Vanila saat dia tahu, di mana adiknya berada. Selain ibunya, tidak ada lagi yang bisa melakukan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2