Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Rekaman


__ADS_3

Sebuah paket yang dikirimkan oleh entah siapa dari Australia sudah berada di tangan Abraham. Tidak ada nama si pengirim tertera di paket itu karena Bilt tidak mencantumkan namanya. Abraham tidak boleh tahu, dia cukup tahu isi paket itu saja.


Abraham tampak enggan membuka paket itu karena tidak ada nama si pengirimin apalagi dia tidak memiliki kerabat dari Australia. Paket itu tidak mungkin dari Vanila karena dia tahu, gadis itu sudah kembali ke Swedia. Sebab itu dia merasa paket yang ditujukan untuknya tidaklah penting.


Abraham bahkan hendak membuang paket itu tapi perasaan berat dia rasakan. Entah kenapa dia merasa paket itu sangat penting walau sesungguhnya dia tidak yakin. Abraham memutuskan untuk membawa paket itu pulang, dia akan melihatnya setelah dia selesai mandi nanti.


Sebelum membuka paket itu, Abraham makan bersama dengan kedua orangtuanya terlebih dahulu. Sebungkus makanan asam yang dia beli saat pulang sudah tersedia, ibu dan ayahnya benar-benar heran dengan sikap aneh putra mereka beberapa hari belakangan.


"Abraham, apa yang sebenarnya terjadi denganmu? Kenapa kau memakan makanan seperti itu?" tanya ibunya.


"Entahlah, aku menginginkannya akhir-akhir ini," jawab Abraham.


"Baiklah, kedua orangtua Renata?" ucapan ibunya terhenti karena Abraham menyelanya.


"Mom, aku tidak mau membahasnya!"


"Kenapa? Apa telah terjadi sesuatu?"


"Pokoknya aku sedang tidak ingin membahasnya!" Abraham beranjak karena makanannya sudah habis. Ibu dan ayahnya saling pandang lalu mereka melihat ke arah Abraham yang melangkah menuju kulkas untuk mengambil es cream. Entah sejak kapan, tiba-tiba kulkas dipenuhi dengan es cream dan Abraham akan memakannya setiap hari padahal dia bukanlah tipe penyuka makanan manis dan juga dingin.

__ADS_1


Sambil menikmati es creamnya, Abraham masuk ke dalam kamarnya. Paket yang ada di atas meja pun diambil dan dilihat dengan teliti. Mungkin saja ada nama pengirim yang dia lewatkan tapi memang tidak ada nama si pengirim.


Rasa penasaran jadi memenuhi hati, isi paket itu ringan dan bisa dia rasakan jika paket itu kecil. Seperti sebuah alat, dia menebak isinya flashdisk atau semacamnya. Kakinya melangkah menuju balkon kamar, amplop coklat yang membungkus isi paket pun dirobek. Abraham mengeluarkan isinya dan mengernyitkan dahi karena yang dia pegang saat ini adalah sebuah alat perekam.


Penasaran sudah pasti, alat perekam diputar saat dia berdiri di depan balkon. Yang terdengar pertama kali adalah suara keras musik yang seperti diambil di sebuah bar atau club malam. Abraham hendak mematikan rekaman itu karena dia pikir itu pekerjaan orang iseng yang ingin mengerjainya tapi belum juga niatnya terlaksana, terdengar suara Renata yang saat itu berbicara dengan kakaknya.


"Tidak, aku tidak mau meminta hal itu pada Abraham," itu perkataan pertama yang berhasil Bilt rekam. Abraham mengernyitkan dahinya kembali, rasa ingin tahu bergejolak di dalam hati. Kini dia memasang telinga untuk mendengar rekaman itu baik-baik.


"Aku memanfaatkan kekasihku bukan untukmu, Luke. Tapi untukku agar aku bisa hidup dengan nyaman seperti sosialita lainnya. Lagi pula aku tidak mendapatkan apa pun dari perusahaan Daddy jadi jangan mengganggu hubunganku dengan Abraham karena hanya dia yang bisa memberikan kemewahan untukku, bukan kau atau Daddy!"


Abraham mencengkeram alat perekam itu dengan erat, jadi dia adalah mesin uang untuk Renata? Sungguh luar biasa. Walau dia tidak tahu siapa yang merekam pembicaraan itu dan apa yang Renata bahas dengan kakaknya tapi sekarang dia tahu, kenapa Renata menjalin hubungan dengannya. Pantas saja Renata tidak mau menghabiskan waktu bersama dengannya di alam, ternyata yang dicintai oleh Renata adalah uangnya bukan dirinya.


Abraham mengira rekaman itu sudah selesai karena terdengar suara dentuman musik keras tapi lagi-lagi suara Renata kembali terdengar dan kali ini dia berbicara dengan Jasson.


Ekspresi wajah Abraham berubah, Jasson? Bukankah nama pria itu sama dengan nama yang Gaston ucapkan semalam di mana Renata mengirimkan uang untuknya sebanyak dua kali? Sungguh, dia semakin yakin ada yang Renata sembunyikan dan dia sangat ingin tahu siapa Jasson.


"Aku sudah mengirimkan uang tutup mulut waku itu dan sekarang kau meminta aku mengirimkan uang lagi untukmu?!" terdengar nada bicara Renata yang marah namun Abraham tetap mendengar walau rekaman sempat hening sejenak karena giliran Jasson yang berbicara dengan Renata dan tentunya tidak mungkin terekam.


"Apa? Jangan mengancam aku! Jika kau berani mengatakan pada salah satu dari mereka apa yang telah aku lakukan, maka aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku ini! Aku tidak akan ragu melakukannya seperti apa yang kau lihat dulu sehingga aku tidak memiliki saksi lagi jadi jangan memeras aku lebih dari pada ini!" suara Renata terhenti tapi tidak lama karena dia kembali berkata, "Oke, baiklah, Aku akan  mengirimkan uang itu tapi awas jika kau berani mengatakan rahasia yang sudah aku tutup rapat pada mereka!" nada bicaranya seperti mengancam yang menandakan jika dia benar-benar takut rahasianya terbongkar.

__ADS_1


Rekaman dimatikan, apa maksud ucapan Renata? Siapa sebenarnya yang dimaksud oleh Renata dalam percakapan itu? Abraham berpikir dengan keras tapi dia tidak bisa mendapatkan jawaban apa pun hanya dari pembicaraan yang kurang jelas itu karena orang-orang yang dimaksud oleh Renata bisa siapa saja.


Rekaman itu sudah cukup, walau dia tidak tahu siapa yang mengambil remakan itu dan mengapa dikirimkan untuknya tapi dia akan mencari tahu siapa orang yang bernama Jasson dan dia juga akan mencari tahu, rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Renata.


Entah kenapa dia jadi bersyukur tidak jadi melamar Renata. Apa dia juga harus bersyukur dengan aksi nekad Vanila Elouis yang telah membuatnya hilang ingatan? Tidak, gadis itu tidak ada hubungannya sama sekali. Abraham masuk ke dalam kamar, dia harus memerintahkan Gaston untuk mencari tahu pria yang bernama Jasson itu.


Ponsel pun sudah berada di tangan, Abraham menghubungi Gaston untuk memberinya perintah.


"Ada apa, Sir?" tanya Gaston.


"Aku ingin kau mencari tahu siapa pria yang bernama Jasson," ucapnya.


"Jasson, orang yang dikirimi uang oleh Nona Renata?" tanya Gaston memastikan.


"Ya, tangkap pria itu setelah kau mengetahuinya dan kirimkan orang untuk mengikuti Renata. Awasi gerak geriknya dan laporkan apa yang dia lakukan padaku serta blokir semua kartu yang aku berikan padanya!"


"Baik, Sir. Akan aku kerjakan besok," ucap Gaston.


"Bagus, aku harap kau memberikan hasil yang memuaskan!"

__ADS_1


Pembicaraan berakhir, Abraham melihat rekaman yang ada di tangan. Jika sampai Renata menyembunyikan sesuatu hal yang serius maka tidak akan dia maafkan. Rekaman itu akan dia jadikan kejutan nanti setelah dia tahu semuanya dan dia tidak akan ragu untuk menendang Renata dari kehidupannya serta memutuskan tali pertunangan di antara mereka.


Kenapa tiba-tiba dia merasa senang hubungan mereka berakhir? Tidak benar, jangan katakan rasa cinta untuk Renata sudah tidak ada lagi dan jangan katakan perasaan itu sudah berpindah ke tempat lain. Abraham berusaha menyangkal, dia tidak mungkin menyukai gadis lain. Perasaan yang dia rasakan pada Renata pudar karena Renata menyimpan rahasia darinya, yeah.... pasti karena hal itu.


__ADS_2