Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Tertangkapnya Jasson


__ADS_3

Mississippi adalah negara bagian Amerika dan di sanalah Jasson berada. Setelah mendapatkan uang beberapa kali dari Renata, Jasson menjalankan bisnis ilegalnya bahkan dia juga kembali memeras Renata tapi tiba-tiba saja ponsel Renata sudah tidak aktif lagi.


Dia tidak peduli, Renata mau jadi apa dia tidak peduli karena wanita itu adalah sumber uangnya. Sekalipun Renata menonaktifkan ponselnya, dia pasti akan mencarinya dan memerasnya lagi karena dia tahu Renata takut rahasia yang dia ketahui terbongkar namun Jasson tidak tahu jika dia sedang diincar oleh banyak orang malam itu.


Sesuai dengan perintah, Gaston datang ke Mississippi untuk menangkap Jasson. Pria itu sedang menjalankan bisnis ilegalnya dengan seorang pengusaha. Gaston tidak melakukan apa pun, dia dan anak buahnya memantau sampai Jasson selesai.


Abraham tidak datang, cukup Gaston saja untuk menangkap satu orang. Lagi pula Jasson tidak akan tahu dan memang itulah yang terjadi. Jasson menjalankan bisnis seperti biasa, narkoba adalah barang haram yang menguntungkan banyak uang tapi dia perlu modal besar untuk mendapatkan barang haram tersebut.


"Apa kau sudah mendapatkannya?" tanya Abraham. Dia sedang menyendiri ke villa miliknya untuk menenangkan diri dan pikiran yang kacau.


"Kami masih mengintai, Sir. Dia sedang menjalankan bisnisnya saat ini," jawab Gaston.


"Jangan sampai lepas, aku menginginkannya segera!" ucap Abraham.


"Tentu, aku pasti akan mendapatkannya dan membawanya padamu!"


"Bagus, jangan lengah!"


Setelah berbicara dengan Gaston, Abraham memandangi danau tenang yang ada di belakang Villa miliknya. Sekarang dia lebih suka melakukan hal itu, dia lebih suka berada di tempat tenang. Ponsel kembali dinyalakan, dia ingin tahu ke mana Renata pergi karena saat dia sudah tahu rahasia apa yang disembunyikan oleh Renata dia akan menghukum wanita itu.


Abraham menghubungi tunangannya yang hilang entah ke mana selama beberapa waktu belakang, namun ponselnya sudah tidak aktif. Sesungguhnya dia sudah mencari Renata tapi dia benar-benar entah pergi ke mana bahkan dia sudah mencari di rumah kedua orangtuanya, mereka pun tidak tahu.


Tidak jadi soal Renata mau pergi ke mana tapi kepergiannya yang tiba-tiba dan tanpa kabar membuatnya curiga jika memang ada rahasia besar yang disembunyikan oleh Renata. Mungkin dengan tertangkapnya Jasson dia bisa mendapatkan jawabannya.

__ADS_1


Ternyata tidak saja Gaston yang ingin menangkap Jasson, orang-orang suruhan Norman yang mulai curiga dengan pergerakan pria bernama Jasson itu. Bukan tanpa alasan orang-orang itu mengincar Jasson, sesungguhnya tanpa sepengetahuan Abraham. Dia diawasi oleh anak buah Norman, beberapa alat komunikasi di sadap sehingga Norman tahu jika Abraham juga sedang mencari penyebab kematian Emely.


Dia tidak peduli akan hal itu, Abraham mau mencari tahu atau tidak dia tidak peduli. Ternyata tidak Abraham saja yang diikuti, Renata pun tak luput. Abraham dan Renata tidak menyadari karena orang-orang ahli dari istana melakukan perkerjaan dengan bersih.


Pembicaraan Renata dengan Jasson mengenai rahasia pun didapatkan oleh anak buah Norman. Sebab itu mereka mengincar Jasson karena kecurigaan Norman akan pembicaraan itu.


"Sesungguhnya apa yang kau rahasiakan dariku, Renata? Kenapa kau seperti melarikan diri dariku? Apa kau sedang merencanakan sesuatu?" pertanyaan itu muncul di hati. Dia memiliki firasat buruk dengan menghilangnya Renata.


Sekarang dia hanya bisa menunggu Gaston menangkap Jasson tapi entah siapa yang akan berhasil nanti, karena dua kubu menginginkan Jasson.


Norman juga tidak turun tangan, dia sibuk di istana. Semenjak kegagalan pernikahan Dean dan Vanila, isu tidak menyenangkan tentang gagalnya pernikahan mereka merebak tanpa bisa ditahan oleh sebab itu, dia harus meredam isu itu dan memberi beberapa klarifikasi agar rakyat tenang.


Setelah sekian lama memantau, Jasson terlihat menyepakati sesuatu yang pasti tawarannya di terima. Barang yang dipesan sungguh banyak, dia harus kembali mencari Renata untuk mendapatkan modal jika tidak hilang kesempatannya untuk untung banyak.


Mereka tidak jadi bergerak, ternyata ada yang menginginkan pria itu selain mereka. Pemimpin mereka menghubungi Norman, mereka harus melaporkan hal itu pada putra mahkota.


"Ada apa?" tanya Norman. Dia yakin anak buahnya tidak akan gagal.


"Selain kita, ada yang mengikuti pria itu," jawab sang anak buah.


Norman mengernyitkan dahi, apakah yang menginginkan pria itu adalah Abraham? Dia tahu Abraham juga mencari tahu akan permasalahan yang terjadi, jadi kemungkinan besar yang mengincar pria itu adalah Abraham. Sebaiknya dia biarkan saja, dia ingin tahu apa yang hendak Abraham lakukan.


"Sir, apa yang harus aku lakukan? Apa aku tetap harus menjalankan misi dan menyingkirkan mereka ataukah aku harus membiarkan mereka?"

__ADS_1


"Cukup awasi saja dan ikuti mereka pergi setelah mereka mendapatkan pria itu. Ingat, jangan sampai ada yang tahu keberadaan kalian!" perintah Norman.


"Yes, Sir!" sesuai dengan perintah, mereka mengikuti Gaston yang masih mengikuti Jasson.


Jasson tampak kesal, itu karena Renata tidak menjawab panggilan darinya. Sepertinya Renata benar-benar menghindarinya. Jika begitu, dia tidak akan ragu untuk membocorkan sedikit rahasia Renata sebagai gertakan agar wanita itu tidak mengira dia sedang bercanda akan hal ini


"Sialan kau, Renata. Jangan kau pikir kau bisa lari dariku!" ucapnya kesal.


Jasson masih berjalan menuju mobil, ponsel disimpan tapi kini ini dia merasa ada yang mengikutinya. Pria itu berpaling, melihat sana sini namun di belakang tidak ada siapa pun. Langkahnya semakin cepat, jangan katakan ada yang hendak mencuri barang-barang miliknya karena di tempat itu apa saja bisa terjadi.


Gaston memerintahkan anak buahnya untuk berpencar, mereka bergerak tanpa terlihat. Walau Jasson curiga namun dia tidak melihat apa pun. Kunci mobil pun sudah berada di tangan, pria itu hendak masuk ke dalam mobil tapi tiba-tiba saja sepucuk senjata api berada di kepala dan dia di kelilingi oleh puluhan orang yang membawa senjata api.


"Letakkan kedua tanganmu di kepala," ucap Gaston.


"Ja-Jangan tangkap aku, Sir," ucap Jasson seraya melakukan apa yang diperintahkan oleh Gaston.


"Jika kau tidak melawan maka aku tidak akan membunuhmu!"


"Aku tidak melakukan apa pun jadi jangan bunuh aku!"


Gaston memerintahkan anak buahnya untuk memborgol tangan Jasson, semua dilakukan dengan cepat. Mereka harus membawa pria itu tanpa ada yang melihat. Anak buah Norman melaporkan hal itu dari balik persembunyian mereka dan tentunya lagi-lagi mereka hanya diperintahkan untuk mengawasi dan mengikuti.


Tanpa banyak perlawanan, Jasson dibawa pergi tentunya pria itu dibuat pingsan terlebih dahulu. Ponsel yang dia gunakan untuk menghubungi Renata pun diambil karena benda itu berguna dan setelah itu, Jasson dibawa ke London dan akan diinterogasi.

__ADS_1


Sebentar lagi, rahasia yang disembunyikan oleh Renata akan segera terbongkar dan kejadian belasan tahu lalu yang telah membuat dua sahabat baik menjadi musuh juga akan segera terbongkar. Semua akan terjawab saat Jasson sudah berada di London karena dia tidak akan bisa mengelak di hadapan Abraham.


__ADS_2