Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Jangan Menyebut Namanya!


__ADS_3

Abraham berada di kantornya, termenung. Tiba-Tiba dia seperti orang linglung, dia seperti kehilangan dirinya sendiri. Selama ini apa yang dia lakukan? Kenapa dia jadi seperti kehilangan arah? Dia bahkan enggan melakukan apa pun.


Sudah dua kali Gaston mengatakan jika apa yang dia inginkan sudah siap. Dia tinggal melamar Renata tapi dia tidak berminat sama sekali untuk melakukannya. Selama ini dia juga malas bertemu dengan Renata. Entah apa yang terjadi dengannya, dia malas untuk mencari tahu.


Napas berat dihembuskan, sebuah tablet yang ada di atas meja pun diambil. Abraham hendak melihat pasar saham namun  tanpa sadar yang dia lihat justru hal lain. Wajah seorang gadis sudah terpampang jelas di layar tabletnya, Abraham memperhatikannya begitu lama namun ketika Gaston masuk ke dalam ruangan, tablet buru-buru dimasukkan ke dalam laci . Dia melakukan hal itu seolah-olah takut ada yang tahu apa yang dia lihat.


"Sir, aku sudah mendapatkan apa yang kau inginkan," ucap Gaston.


"Katakan!" Abraham merapikan dasinya, kenapa dia jadi melihat wajah gadis yang dia benci?


"Aku sudah mendapatkan ke mana Nona Renata mengirim uang. Nona Renata mengirim uang dua kali ke akun yang bernama Jasson dan satu kali ke akun milik Blair. Beberapa hari lalu dia juga mengambil uang lima ribu dolar dan kembali dikirimkan ke akun Blair," jelas Gaston.


"Jasson dan Blair, apa kedua orang ini memiliki hubungan dengan Renata?"


"Tidak!" jawab Gaston.


Abraham memainkan jari di dagu, aneh. Kedua pria itu tidak memiliki hubungan dengan Renata tapi kenapa Renata mengirimkan uang untuk mereka? Sepertinya ada yang Renata sembunyikan darinya, dia harus tahu karena dia tidak suka ada rahasia di antara mereka.


"Cari tahu kenapa Renata mengirimkan uang untuk mereka, Gaston. Apa yang sudah kau siapkan, aku tidak jadi melamar Renata. Entah kenapa aku jadi merasa bimbang," ucap Abraham.


"Apa kau jadi ragu karena Vanila Elouis, Sir?" tanya Gaston tanpa maksud apa-apa.


"Jangan asal bicara, Gaston. Semua yang aku alami tidak ada hubungannya dengan Vanila Elouis. Jangan menyebut namanya dan membicarakan dirinya, aku benci!"


"Maaf jika aku salah, tapi aku mendengar jika dia sudah kembali ke kerajaan dan akan segera menikah."


Abraham terkejut, namun dia berusaha menyembunyikan keterkejutannya. Vanila akan menikah? Bagus, itu hal yang bagus dan bukan urusannya tapi kenapa sebuah perasaan yang sulit dia artikan muncul di hati?


"Sudah aku katakan, jangan membicarakan dirinya. Aku tidak peduli apa pun yang terjadi dengannya jadi jangan katakan apa pun lagi tentangnya!"


"Sorry, Sir. Aku tidak bermaksud membuatmu marah," ucap Gaston.

__ADS_1


"Pergi, aku ingin sendiri. Jangan ganggu aku!" perintah Abraham.


Gaston mengangguk dan keluar dari ruangan. Dia tidak akan masuk lagi jika tidak dipanggil. Gaston melangkah menuju ruangannya saat seorang karyawan berlari ke arahnya dengan sesuatu di tangan.


'"Sir, ada kiriman untuk presdir," ucapnya.


"Kiriman?" Gaston mengambil sebuah paket yang memang dikirimkan untuk Abraham.


"Akan aku berikan nanti, suasana hati bos sedang tidak baik jadi sebaiknya tidak mengganggunya!" ucap Gaston. Akan dia berikan pada bosnya saat pulang nanti.


Gaston meletakkan paket di atas meja, seharusnya dia tidak menyebut nama yang sangat tabu diucapan di hadapan si bos. Lagi pula bosnya pasti tidak akan peduli dengan apa yang terjadi pada gadis yang sudah membuatnya hilang ingatan. Gaston beranggapan demikian karena dia tidak tahu apa saja yang telah dilewati oleh Abraham dengan Vanila dan kenangan itu mulai menghantui Abraham.


Tablet yang tadinya dia simpan di laci kembali diambil. Jadi Vanila akan menikah? Seharusnya itu bukan urusannya tapi kenapa dia jadi memikirkan hal itu? Kenangan yang dia lewati bersama dengan Vanila teringat, dia ingat saat mereka pergi camping berdua. Saat mereka piknik di bawah pohon, menikmati waktu di cabin dan melewatkan malam indah berdua.


Abraham mengusap wajah, sial. Jangan sampai semua kenangan dan kebersamaannya dengan Vanila Elouis menjadi hantu yang akan selalu menggentayanginya sepanjang hari. Lagi pula mereka tidak ditakdirkan bersama mengingat hubungan buruknya dengan Norman.


Tablet kembali disimpan, kini pikirannyya berkelana mengingat apa yang mereka lakukan sewaktu di cabin. Dasi kembali dilonggarkan, sesuatu bergejolak di dalam dirinya. Sebaiknya dia berhenti memikirkan kebersamaan mereka yang singkat namun dia akui jika apa yang mereka lewati lebih berkesan dibandingkan kebersamaannya dengan Renata selama ini.


Apa dia harus mengajak Renata melakukan apa yang pernah dia lakukan dengan Vanila? Sepertinya bukan ide buruk, mungkin dengan kenangan yang mereka buat nanti, dia bisa melupakan kenangan yang pernah dia lalui bersama dengan Vanila.


Renata sangat senang saat Abraham memintanya untuk datang. Senyum mengembang di wajahnya yang cantik ketika menghampiri Abraham yang sudah menunggu kedatangannya sedari tadi.


"Apa kau sudah lama menunggu aku?" tanyanya basa basi.


"Tidak!" Abraham menutup hidung, entah kenapa sampai sekarang dia tidak suka dengan bau parfum yang digunakan oleh Renata.


"Kenapa kau menutup hidung? Aku sudah mengganti parfum yang baru jadi jangan katakan jika kau tidak suka!" ucap Renata.


"Aku memang tidak suka, bau parfum yang kau gunakan selalu membuat aku mual!" ucap Abraham.


"Oke, baiklah. Apa kau meminta aku datang untuk ini? Ketahuilah Abraham, aku sudah menunggumu melamar aku!" ucap Renata kesal karena Abraham tidak juga melamarnya.

__ADS_1


"Sebelum itu bagaimana jika kita pergi piknik dan camping? Aku akan mencari kabin dengan pemandangan bagus," Abraham berharap mendapat jawaban yang bagus namun apa yang dia dapatkan, hanya penolakan yang dia dapatkan.


"Piknik? Camping? Apa kau sudah gila, Abraham?" Renata tampak tidak senang, begitu juga dengan ekspresi wajah Abraham yang sudah berubah.


"Aku tidak suka alam, aku tidak suka melakukan hal itu semua. Bagaimana jika kuku yang selalu aku rawat rusak? Bagaimana jika baju mahalku jadi kotor? Yang paling aku benci adalah, banyak serangga di alam terbuka jadi jangan mengajak aku melakukan hal seperti itu. Lebih baik kau malamar aku atau ajak aku pergi ke pulau indah untuk melamar aku!" ucap Renata.


"Jika begitu keluar!" ucap Abraham sinis.


"Apa? Kenapa kau mengusir aku!!" tanya Renata namun dia terkejut saat melihat ekspresi wajah Abraham yang menakutkan.


"Keluar, Renata! Aku tidak akan segan memerintahkan Gaston untuk menarikmu keluar!"


"Aku tunanganmu, Abraham. Kenapa kau memperlakukan aku seperti ini?" teriak Renata tidak terima.


"Kau memang tunanganku, saat ini. Tapi aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku jadi ketika aku tahu apa yang sedang kau sembunyikan maka pada saat itu, statusmu dipertaruhkan, Renata!"


Renata terkejut mendengar ucapan Abraham. Apa maksudnya, apa Abraham mengetahui rahasia yang dia simpan rapat selama ini? Tidak, hal itu tidak mungkin terjadi.


"Keluarlah, aku sibuk!"


"Apa, jangan mengusir aku seperti ini. Kau yang meminta aku datang, bagaimana jika kita pergi makan siang," ajak Renata.


"Aku sedang malas makan, sekarang pergilah. Jangan cari aku jika aku tidak mencarimu!"


"Abraham, sebenarnya aku ini apa mu?!" teriak Renata marah.


"Lalu aku apa mu, Renata? Apa kau mengganggap aku mesin uang? Aku ingin menghabiskan waktu denganmu di alam terbuka tapi kau tidak mau dan lebih mementingkan baju dan kuku yang kau rawat jadi keluar, jangan membuat aku semakin kesal!"


"Ma-Maaf, aku benar-benar tidak suka alam!"


"Jika begitu pergi!" usir Abraham.

__ADS_1


Renata mengumpat dalam hati, mau tidak  mau dia pun keluar. Kecurigaan jika Abraham pernah menghabiskan waktu dengan wanita lain sewaktu di Australia semakin kuat. Abraham tidak pernah mengajaknya menghabiskan waktu di alam selama ini, sungguh aneh.


Renata pergi dari sana, dia akan menemui seseorang yang sudah dia tugaskan untuk mencari tahu akan hal itu, sedangkan Abraham melemparkan dokumen ke pintu karena dia marah. Sungguh tunangan yang menyebalkan, apa sebenarnya yang dia lihat dari Renata? Sepertinya matanya sudah buta waktu itu sehingga dia bisa menyukai wanita yang hanya peduli dengan penampilannya itu.


__ADS_2