Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Aku Akan Kembali Lagi


__ADS_3

Norman tidak beranjak walau Abraham sudah pergi dari tempat itu. Jasson masih ketakutan, sekarang dia sudah berpindah tangan dan dia tahu apa saja bisa terjadi di tangan Norman Elouis.


Norman seperti tidak percaya apa yang baru saja dia dengar. Selama ini dia menganggap Abraham yang telah membuat Emely bunuh diri tapi nyatanya, semua itu ulah Renata, wanita yang muncul kemudian. Sekarang, dia harus mendapatkan Renata dan mencari tahu kenapa dia membunuh Emely dan dia juga akan memberi balasan yang setimpal untuk Renata.


"Norman, aku sudah mengatakan semua yang aku tahu jadi lepaskan aku!" pinta Jasson.


"Melepaskanmu?" Norman beranjak dan menghampiri Jasson. Norman berdiri di hadapannya, menatap pria itu dengan tatapan tajam.


"Aku tidak akan melepaskan dirimu sampai aku mendapatkan Renata," ucapnya lagi.


"Apa? Jangan lakukan, aku punya bisnis yang harus aku jalankan!" teriak Jasson.


"Bawa, dan masukkan dia ke dalam penjara!" perintah Norman.


"Jangan perlakukan aku seperti ini!" teriak Jasson saat dua anak buah Norman menariknya pergi.


Norman tidak peduli, dia justru melangkah mendekati anak buahnya yang baru datang.


"Mana dia?" tanyanya.


"Dia sudah pergi tapi tidak kembali ke London karena dia pergi menuju sebuah hotel," jawab sang anak buah.


"Baiklah, awasi saja!" Norman melangkah pergi setelah berkata demikian. Jika begitu dia tidak perlu pergi mencarinya, dia tahu Abraham akan kembali untuk mencari Vanila dan saat dia kembali nanti, dia harap Abraham akan mengatakan di mana Renata berada.

__ADS_1


Abraham memang akan kembali lagi untuk mencari Vanila. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal itu karena mereka sama-sama terkejut atas apa yang terjadi.


"Gaston," Abraham memanggil sang asisten sambil menatap jalanan yang mereka lalui.


"Yes, Sir."


"Aku ingin kau mencari keberadaan Renata, cari sampai ketemu dan bawa dia padaku. Aku akan membuat perhitungan dengannya nanti!" perintahnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian berdua, Sir. Maaf jika aku lancang," ucap Gaston. Sungguh dia penasaran.


Abraham menghela napas, dia malas mengungkit masalah itu tapi tidak ada salahnya dia membicarakannya. Mungkin dengan begitu perasaannya akan lebih baik.


"Dengar baik-baik, Gaston. Selain dirimu, aku tidak akan mengatakan pada siapa pun lagi!"


"Dulu sewaktu aku masih kuliah, aku dan Norman adalah sahabat baik. Kami bahkan sudah seperti saudara karena kami melakukan apa pun bersama. Tidak saja kami berdua, seorang wanita bernama Emely berada di tengah-tengah kami. Norman yang memperkenalkan gadis itu padaku karena dia yang mengenal Emely terlebih dahulu. Lambat laun, aku merasa tingkah Emely mulai sedikit berbeda padaku. Aku merasa Norman menyukainya sebab itu aku mulai menjauhi Emely karena aku tidak mau menghancurkan persahabatan kami hanya karena seorang wanita tapi apa yang terjadi? Persahabatan kami benar-benar hancur karena seorang wanita," Abraham menghela napas. Dia tahu, sekalipun kesalahanpahaman yang terjadi pada mereka sudah selesai, mereka tidak akan pernah menjadi sahabat baik seperti dulu lagi.


"Apa yang terjadi, sir?" tanya Gaston.


"Sebelum terjadi kesalahpahaman di antara kami, malam itu tiba-tiba Emely meminta aku datang ke rumahnya. Tanpa menaruh curiga sama sekali aku datang tapi apa yang aku dapatkan saat aku datang? Aku mendapatkan mayat Emely dan sialnya, Norman juga datang ke sana dan mendapati aku sedang memeluk Emely yang sudah tidak bernyawa. Dia telah menuduh aku yang telah membunuh Emely, walau aku sudah menjelaskan tapi dia tidak percaya. Sekalipun pihak berwajib mengatakan aku tidak bersalah dia juga tidak percaya sebab itu hubungan persahabatan kami jadi hancur tapi hari ini mata kami terbuka lebar, ternyata yang melakukan hal itu adalah Renata jadi aku ingin kau mencarinya sampai ketemu.Tidak peduli berapa lama, dapatkan Renata karena dia harus membayar apa yang telah dia lakukan!" perintah Abraham.


"Kenapa kau tidak mengajak Norman bekerja sama untuk mencari keberadaan Nona Renata?" tanya Gaston.


"Aku tahu dia juga akan mencari, hanya menunggu waktu dan siapa yang pertama kali mendapatkannya tapi siapa pun yang terlebih dahulu menemukan keberadaannya, mau aku atau pun Norman, dia tidak akan berakhir baik!" amarah memenuhi hati, dia benar-benar sudah diperdaya dan memelihara seorang iblis. Saat Renata sudah terangkap, dia tidak akan bermurah hati padanya.

__ADS_1


"Jika begitu, bukankah permasalahan di antara kalian sudah selesai? Kenapa kau pergi begitu saja, Sir?" tanya Gaston lagi.


"Kau ingin aku melakukan apa, Gaston? Apa aku harus menari karena kesalahanpahaman kami sudah selesai lalu aku memeluk Norman sambil menangis pilu. Apa kau ingin aku melakukan hal itu?"


"Tidak, bukan begitu," jawab Gaston.


"Aku pasti akan kembali lagi nanti, Gaston karena aku harus bertemu dengan Vanila tapi ini bukanlah waktu yang tepat. Norman tidak akan melepaskan pria bernama Jasson itu jadi biarkan saja dia yang mengurusnya. Sekarang aku ingin kau menghubungi seseorang dan perintahkan untuk membuang semua barang Renata dari rumahku. Tempat tidur yang penah kami gunakan bersama, buang. Jika bisa jual rumah itu agar jejaknya hilang!"


"Yes, Sir!"


"Sekarang antar aku ke hotel, aku akan menemui Norman besok untuk menemui Vanila!" perintahnya lagi.


Gaston mengangguk, Abraham diam setelah itu. Dia bahkan berdiri di depan jendela kamar saat dia sudah berada di hotel. Kejadian yang dia alami benar-benar merubah segalanya. Jika dia tidak diculik dan dibuat hilang ingatan oleh Vanila, apakah dia akan mengetahui semua kebenaran itu?


Tidak, dia rasa tidak. Jika Vanila tidak menculiknya maka dia akan melamar lalu menikahi Renata lalu dia akan hidup dengan wanita yang sudah membunuh Emely. Sungguh luar biasa dan untuk pertama kali dia bersyukur karena Vanila sudah menculiknya tapi perlakukan kasar yang telah dia lakukan pada gadis itu, dia rasa tidak mudah dimaafkan.


Rasa rindu pada gadis itu kembali memenuhi hati. Dia harap bisa bertemu dengan Vanila besok dan dia juga harap Norman tidak mencegah tapi sayangnya Vanila sedang menikmati kehidupan yang sangat dia inginkan dan dia tidak mau diganggu oleh siapa pun apalagi kehadiran bayinya sudah menunggu waktu.


Setelah ini tentunya tidak mudah bagi Abraham karena dia tidak akan menemukan keberadaan Vanila dan dia juga harus mencari keberadaan Renata yang entah pergi ke mana.


Renata sengaja menghilang karena dia sudah tahu, hubungannya dengan Abraham sudah tidak bisa dipertahankan lagi dan dia juga tahu dia tidak bisa lagi mencegah Jasson untuk membocorkan rahasia yang sudah dia pendam selama belasan tahun karena dia tidak memiliki uang yang diminta Jasson.


Dia pergi untuk mempersiapkan diri, tidak akan ada yang bisa menemukan keberadaannya tapi dia akan mencari orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan Abraham. Seperti yang sudah dia lakukan pada Emely, Vanila Elouis pasti akan mati di tangannya agar hidup Abraham dan Norman semakin hancur.

__ADS_1


__ADS_2