Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Wedding Day


__ADS_3

Pernikahan megah sudah akan digelar, pintu istana pun dibuka agar masyarakat bisa merasakan pesta tersebut namun pengawasan tinggi diberlakukan agar tidak ada penyusup yang masuk ke dalam istana.


Bilt disambut dengan baik sebagai tamu kehormatan, pria itu sibuk menikmati makanan yang ada sambil melihat-lihat para tamu wanita yang datang melalui kaca jendela karena saat itu dia berada di ruangan yang dipenuhi oleh makanan. Ternyata memiliki sahabat seorang putri ada untungnya, dia bisa makan sepuasnya tanpa ada yang melarang. Setelah ini dia mau keluar, mungkin saja ada yang terpikat dengannya. Dia bisa menebak jika para tamu yang datang pasti konglomerat, para pengusaha dan juga para bangsawan.


Ini kesempatan untuknya melebarkan sayap, uang lima miliar harus berkembang menjadi sepuluh miliar. Bilt melihat sana sini, dalam hati berkata jika hari ini wanita cantik harus datang padanya. Dia juga mencari keberadaan Vanila tapi Vanila tentunya belum hadir karena dia sedang didandani.


Dia adalah bintangnya apalagi dia adalah putri. Gaun pengantin yang dia tolak untuk dikenakan waktu itu, pada akhirnya dia kenakan hari ini. Sebuah mahkota yang bertabur berlian sudah berada di atas kepala, gaun indah bertabur batu permata mempercantik penampilannya.


Tidak saja penampilan yangg cantik, penampilan putrinya juga sudah terlihat cantik dengan gaun kecil yang membuat putrinya terlihat lucu dan menggemaskan. Norman bahkan mengundang sahabat yang dia jodohkan pada Vanila waktu itu, tentunya sang sahabat bersedia datang meski pernah dikecewakan.


"Apa penampilanku sudah cukup?" tanya Vanila pada pelayan yang sedang membantunya berdandan.


"Tentu saja, Putri sudah cantik tanpa perlu diberi banyak make up."


"Thanks," Vanila melihat penampilannya di depan cermin dan terlihat puas.


Ibunya masuk ke dalam kamar dan tersenyum melihat penampilan putrinya yang luar biasa. Waktu itu Vanila menolak pernikahannya tapi kini dia terlihat bahagia. Semua yang terjadi membuat putrinya mendapatkan kebahagian yang dia inginkan. Setelah putrinya, dia harap putranya menyusul tapi dia rasa harus seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh berbeda dengan putrinya untuk membuat Norman yang memiliki hati sekeras batu itu jatuh cinta.


"Apa kau belum selesai?" tanya ibunya.

__ADS_1


"Tentu saja sudah, bagaimana penampilanku, Mom?" Vanila ingin memastikan penampilannya. Dia harus berpenampilan sempurna mengingat banyaknya tamu yang akan datang. Kali ini dia tidak boleh mempermalukan keluarganya untuk kedua kalinya.


"Kau terlihat luar biasa, Sayang," ibunya berjalan menghampiri dan merapikan sedikit rambutnya, "Akhirnya hari ini aku melihatmu menikah dan dibawa pergi dari istana. Aku harap kau benar-benar bahagia dengan pilihanmu. Kau juga harus ingat, dalam rumah tangga pasti ada pertengkaran. Sebagai seorang istri kau tidak boleh terlalu egois, aku harap kalian bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di antara kalian dengan kepala dingin. Aku juga berharap kau tidak lari dari masalah karena kau harus memikirkan anak-anakmu. Kau boleh pulang tapi tidak bisa lama karena rumahmu adalah di mana suamimu berada."


"Terima kasih atas nasehat Mommy," Vanila memeluk ibunya, rasanya jadi sedih berpisah dari mereka padahal dia memang sudah lama tidak tinggal di istana.


"Walau kau sudah lama tidak tinggal di istana tapi Mommy tetap merasa berat berpisah denganmu," ucap ibunya.


"Aku juga, aku akan sangat merindukan kalian," tiba-tiba saja air mata mengalir, pelukannya bahkan semakin erat.


"Jangan menangis, riasannya nanti luntur," ucap ibunya.


Di luar sana para tamu sudah berdatangan, Bilt juga sudah bergabung dengan mereka. Semua tamu yang datang diperiksa dengan baik, ruangan untuk tamu eksclusive sudah penuh. Rakyat yang ingin melihat putri mereka menikah juga sudah berdatangan sehingga istana itu penuh.


Waktunya sudah tiba, semua bersiap. Abraham sudah menantikan pengantinnya, usaha yang dia lakukan selama ini tidak sia-sia karena usahanya kini berbuah manis walau Norman membantunya memperlancar semuanya sehingga Vanila tidak terlalu lama mengambil keputusan


Kedua orangtuannya juga terlihat bahagia. Dulu mereka mengira Abraham akan menikah dengan Renata karena hubungan mereka yang sudah terjalin begitu lama tapi semua itu bisa terjadi seandainya Vanila tidak melakukan perbuatan gila dengan menculik Abraham namun perbuatan yang Vanila lakukan justru merubah banyak hal dalam hidup mereka.


Abraham sudah menunggu di altar, menunggu kehadiran pengantinnya begitu juga dengan para tamu yang datang. Mereka juga tidak sabar melihat sang putri yang jarang terlihat.

__ADS_1


Musik pernikahan mulai melantun merdu. Vanila sudah berdiri di depan pintu dengan ayahnya yanga akan mengantarnya menuju altar. Gaun yang dia gunakan begitu panjang ke belakang, dia harap dia tidak tersandung dan terjatuh karena dia bukan putri yang lemah lembut. Dia bahkan mantan pembalap liar, beruntungnya kakaknya dan kedua orangtuanya tidak tahu akan hal ini.


Vanila menghela napas, pintu ruangan pun terbuka. Senyuman menghiasi wajahnya, kakinya mulai melangkah memasuki ruangan. Semua mata tertuju padanya, sang putri yang jarang terlihat ternyata cantik luar biasa.


Mata Abraham bahkan tidak berkedip melihat calon istrinya melangkah perlahan menghampirinya. Dia sudah berteman lama dengan Norman tapi tidak pernah satu kali pun Norman menunjukkan rupa adiknya. Mungkin karena kecantikan yang adiknya miliki sehingga membuat Norman menyembunyikannya.


Langkah Vanila semakin mendekat, Vanila melambai saat melewati Bilt yang sedang berdiri di sisi seorang putri bangsawan, sepertinya Bilt sudah mendapatkan incarannya.


Senyum Vanila masih menghiasi wajah, Abraham melangkah mendekati pengantinya dan mengulurkan tangan. Mereka berdua tersenyum dengan penuh kebahagiaan tapi tidak dengan Renata yang menyaksikan pernikahan mereka dari televisi karena pernikahan itu disiarkan secara langsung.


Seharusnya dialah yang berdiri di samping Abraham saat ini, bukan Vanila Elouis. Seharusnya dia yang menjadi istri Abraham tapi sekarang dia harus menjadi jal*ng untuk mendapatkan apa yang dia mau.


Dia tidak terima, tidak. Hubungan mereka baik-baik saja sejak awal tapi kepergian Abraham ke Australia justru merubah segalanya. Renata mematikan televisi, dia tidak mau melihat di mana Abraham dan Vanila sedang mengucapkan janji suci dan bersumpah setia.


Dulu dia sangat ingin memiliki Norman namun Emely menjadi penghalang tapi kini dia ingin memiliki Abraham tapi justru adik Norman yang menghalangi. Dilihat bagaimanapun hubungan Norman dan Abraham sudah kembali seperti semula. Sekarang rencana berubah, cukup lenyapkan Vanila Elouis saja, itu sudah cukup untuknya membalas Abraham yang sudah mencampakkan dirinya.


Acara pernikahan berjalan dengan meriah karena tidak ada yang menganggu. Setelah mengenakan cincin di jari manis Vanila, Abraham mencium bibir Vanila dan mereka dinyatakan sebagai suami istri.


Tepuk tangan para tamu undangan terdengar juga rakyat yang menyaksikan pernikahan mereka. Semua tampak bergembira di acara tersebut, ucapan selamat mereka dapatkan. Dua keluarga kini menyatu dan dua pria yang tadinya berselisih paham kini persahabatan mereka sudah kembali lagi. Semua itu terjadi berkat perbuatan gila yang dilakukan oleh Vanila.

__ADS_1


__ADS_2