Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Aksi DiJalanan


__ADS_3

Selama perjalanan kembali menuju mansion, Abraham mengecek pekerjaannya dari sebuah tablet. Ada beberapa email penting yang harus dia balas, sebab itu dia begitu fokus dengan pekerjaannya dan tidak menyadari jika ada dua mobil yang mengikutinya dari belakang.


Sonny terus mengejar, dia tidak peduli walaupun jalanan yang ramai. Karena padatnya kendaraan itu'lah yang membuat sang supir tidak menyadari ada yang mengikuti mereka. Renata juga berada tidak jauh dibelakang. Dia harus tetap mengikuti karena jika Sonny kalah, dia akan tetap mengikuti Abraham sampai dia tahu di mana pria itu tinggal.


Rasa kesal sudah Sonny rasakan, dia bukanlah orang yang sabar. Dia lebih suka langsung menyerang namun aksi kejar mengejar yang sedang dia lakukan membuatnya kesal. Gas mobil diinjak sampai maksimal apalagi mobil yang dia kejar sudah memasuki kawasan sepi. Beberapa mobil terlihat di belakang, jalan itu pun dua arah. Mobil dari sisi kanan juga terlihat tidak begitu ramai jadi ini kesempatan yang tepat


Brraakkk!! Suara benturan keras terdengar dari belakang mobil. Abraham terkejut, tubuhnya pun maju ke depan. Gaston dan sang supir yang berada di depan juga terkejut akibat benturan tersebut.


Mereka masih belum mengetahui situasi yang ada dan belum menyadari apa yang terjadi namun lagi-lagi mobil mereka kembali dibentur dengan keras. Umpatan Abraham terdengar, siapa yang sungguh berani menabrak mobilnya?


Sonny tertawa keras dibelakang, mobil Abraham kembali ditabrak dengan keras. Sang supir terkejut, setir mobil dibanting ke kanan sehingga mobil berputar dan hampir saja menabrak truk besar yang ada di sisi kanan. Supir truk berusaha menghindari mobil Abraham namun naas, truk itu justru menabrak mobil lainnya sehingga kecelakaan beruntun pun tidak bisa terhindarkan.


"Sial, siapa yang begitu berani!" teriak Abraham marah.


Sonny semakin menggila, kini dia akan menabrak mobil Abraham dari depan. Sang supir yang menyadari ada dua mobil yang hendak menabrak mereka langsung memutar setir mobil dan kembali menjalani mobil itu.


"Sepertinya ada yang mengincarmu, Sir!" ucap sang supir.


"Bersiaplah, Gaston! Sepertinya ada yang tidak sayang nyawa!" perintahnya dengan kemarahan tertahan. Mencari perkara denganya sama saja mati.

__ADS_1


Gaston menekan sebuah tombol, pada saat itu sesuatu yang seperti kotak keluar dari bawah kursi. Tentunya di dalam kotak itu berisi senjata api. Mobil itu memang sudah didesain sedemikian rupa untuk menyimpan senjata api secara tersembunyi.


"Siapa pun yang ada di belakang sana, aku menginginkannya dalam keadaan hidup karena bisa saja orang itu adalah sekutu Renata!" ucap Abraham. Dua senjata api sudah berada di tangan. Siapa pun yang telah bersekutu dengan Renata, dia sudah mencari lawan yang salah.


Gaston memerintahkan sang supir untuk membawa mobil ke jalanan yang sepi, jangan sampai tabrakan beruntun kembali terulang sehingga korban yang tidak bersalah bertambah.


Renata mengumpat, sebaiknya dia mengambil jalan yang lain karena dia akan ketahuan. Sonny masih mengejar, dia berusaha kembali menabrakkan mobil Abraham lagi namun gagal. Dua anak buah yang ada di mobil lain diperintahkan untuk menembak, mereka sudah berdiri, sudah siap menembak dari atap mobil yang terbuka.


Target sudah terkunci, mobil Abraham adalah sasaran empuk bagi timah panas dari senjata api laras panjang mereka.


"Tembak, sekarang!" perintah Sonny. Dia ingin mobil Abraham terguling di aspal jalan akibat timah panas yang akan menghujani mobilnya tiada henti lalu dia ingin mobil itu meledak.


Mobil yang dia bawa lurus saja ke depan, itu posisi yang mematikan karena peluru yang di tembakan akan langsung tepat mengenai badan mobil. Anak buah Sonny sudah begitu senang, mereka pikir kemenangan pasti milik mereka.


"Sekarang!" teriak Sonny karena posisi mobil yang sudah tepat sasaran.


Supir Abraham melihat ke belakang, dia menunggu waktu yang tepat. Suara tembakan terdengar, timah panas pun mengarah tepat ke mobil yang dia bawa. Rentetan timah panas yang mengarah mobil tidak berhenti dan pada saat itu pula setir mobil diputar ke kanan lalu kembali diputar ke kiri sehingga mobil meliuk di jalan dengan kecepatan tinggi untuk menghindari timah panas.


Gaston pun sudah siap dengan senjata apinya, menunggu momen tepat. Mobil terus menghindari timah panas namun pada saatnya tiba, mobil berputar arah lalu melaju ke arah mobil musuh dengan kecepatan tinggi. Peluru yang mulai di tembakan menghantam bagian depan badan mobil. Laju mobil tidak juga berkurang. Kedua mobil itu sudah akan saling bertabrakan karena jaraknya yang sudah dekat.

__ADS_1


"Mati kau!" teriak Sonny. Anak buahnya masih menghujani mobil Abraham dengan timah panas. Dia yakin jika dialah pemenangnya karena bisa dia lihat Abraham sedang melarikan diri. Setelah membunuh pria itu dia akan menangkap Vanila Elouis untuk membunuh Norman.


Mobil yang dibawa masih sejajar, mobil itu semakin dekat sudah akan saling membentur dan semakin dekat namun setelah jaraknya tinggal sedikit lagi, setir mobil diputar ke kiri sehingga mobil berbelok ke kiri dan pada saat itu juga, Gaston menembak mobil musuh. Cukup dua tembakan, tidak banyak.


Suara benturan di badan mobil terdengar, anak buah Sonny yang berdiri dengan senjata api saling pandang. Sonny memutar mobilnya hingga berbalik arah, mereka belum menyadari jika senjata api yang di tembakan oleh Gaston dalah senjata peledak yang sudah menempel pada badan mobil bahkan pemicunya sudah berada di tangan Abraham. Mobilnya bahkan sudah berbalik sehingga mobilnya dan mobil Sonny saling berhadapan.


Renata melihat dari kejauhan menggunakan teropong, belum ada yang kalah. Dia berharap Abraham cepat dibunuh oleh Sonny. Dia bahkan sudah tidak sabar melihat kematiannya.


Sonny sangat marah, sedari tadi tidak juga kena bahkan mereka seperti berputar-putar saja di jalanan yang sepi itu. Dia kembali memerintahkan anak buahnya untuk jalan, kali ini dia meminta anak buahnya untuk menembak mobil Abraham menggunakan bazoka. Sekarang hanya bisa menggunakan senjata itu untuk menghancurkan mobil Abrahham dan membunuhnya.


Senjata peledak itu sudah siap, mereka pun kembali jalan. Sonny mengira Abraham akan lari lagi namun dia tidak menduga Abraham justru keluar dari mobilnya bersama dengan Gaston.


Abrham berdiri di depan mobilnya, Gaston berada di sisinya. Mereka melihat dua mobil yang mendekati mereka dengan santai, mereka berdua tidak takut sama sekali apalagi sebuah bazoka sudah terbidik ke arah mereka


Mobil yang dibawa Sonny berjalan di belakang mobil anak buahnya, dia curiga. Bazoka sudah siap di tembakan, tiga.. Dua... Satu dan tiba-tiba saja, ledakan dahsyat terjadi. Sonny terkejut, mata terbelalak karena yang meledak justru mobil anak buahnya yang berjalan didepannya. Itu karena Abrahamm sudah menekan pemicu sehingga bom yang menempel pada badan mobil meledak.


Sonny masiihh terkejut tapii dia buru-buru menghindar. Mobil anak buahnya melambung tinggi akibat ledakan. Mobil itu pun terbakar. Sonny mengumpat sambil berusaha menghindari mobil anak buahnya yang akan terhempas. Mobil yang dia bawa berputar ke arah lain dan pada saat itu juga, mobil anak buahnya yang terakar jatuh menghantam aspal jalan dan meledak.


Sonny mengumpat, dia tidak menduga. Renata memaki. Sudah dia tahu tidak akan mudah. Abraham dan Gaston melangkah mendekati mobil Sonny dengan dua senjata api di tangan. Sonny melihat ke belakang dan menelan ludah karena kedua pria itu terlihat dari balik kobaran api yang membakar mobil anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2