Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)

Kidnap A Cruel Billionaire (Menculik Billionaire Kejam)
Couvade Syndrome


__ADS_3

Keadaannya benar-benar menyiksa. Abraham tidak mau beranjak dari tempat tidur, dia lebih suka menghabiskan waktunya di atas ranjang. Pekerjaannya sudah tidak dia sentuh, semua Gaston yang membereskannya tapi karena keadaannya itu membuat Renata uring-uringan karena Abraham tidak mau bertemu dengannya.


Abraham juga lebih suka menghabiskan waktu di rumah kedua orangtuanya karena dia ingin berdekatan dengan ibunya. Kondisi itu membuat ayahnya tidak tahan apalagi hampir setiap malam Abraham tidur dengan mereka oleh sebab itu, hari ini ayahnya memanggil dokter pribadi untuk datang memeriksa keadaan putranya tentunya tanpa sepengetahuan Abraham.


Ibunya juga sudah tidak tahan karena dia harus ditempeli oleh putranya yang sudah besar bahkan pagi itu, Abraham meminta ibunya membuatkan makanan Gravlax atau yang disebut dengan Lravad Lax dan itu adalah makanan khas Swedia yang terbuat dari ikan Salmom mentah. Jangan tanya kenapa, dia tidak tahu bahkan ibunya terkejut mendengar permintaan putranya yang tidak biasa.


Dari mana dia bisa mendapatkan makanan itu? Dia sendiri tidak pernah mencicipinya jadi dia tidak tahu bagaimana bentuknya dan cara membuatnya. Tingkah Abraham benar-benar membuat kedua orangtuanya sakit kepala.


"Apa-Apaan permintaanmu itu, Abraham? Beberapa hari lalu kau meminta roti cinnamon tapi sekarang kau meminta makanan yang tidak pernah aku makan sama sekali. Kau benar-benar tidak jauh berbeda dengan wanita yang sedang mengidam. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" ucap ibunya kesal.


"Entahlah," Abraham menghela napas dan kembali berkata, "Aku tidak tahu."


"Baiklah, Daddy sudah memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu. Jangan membantah karena keadaanmu sudah seperti ini beberapa hari belakangan dan kami sudah tidak tahan!" ucap ibunya.


Abraham diam, sesungguhnya selama ini dia merasa sangat merindukan seseorang. Dia tidak akan pernah mengakui apa yang dia rasakan dan dia tidak akan mengatakannya pada siapa pun.


"Apa kau tahu Couvade Syndrome, Abraham?" tanya ibunya karena dia merasa keadaan putranya tidak jauh berbeda dengan gejala itu.


"Apa maksud Mommy?" tanya Abraham tidak mengerti.


"Aku hanya bertanya, jika tidak tahu ya sudah. Kita akan tahu keadaanmu nanti setelah dokter datang memeriksa keadaanmu," ucap sang ibu.


"Kenapa Mommy tidak menjelaskannya sekarang saja?" pinta Abraham.


"Renata tidak sedang hamil, untuk apa aku menjelaskannya," ucap ibunya.


Abraham mengernyitkan dahi, apa hubungannya kehamilan dengan keadaan yang sedang dia alami saat ini? Sepertinya dia harus mencari tahu apa itu Couvade Syndrome seperti yang ibunya sebutkan tadi. Abraham duduk di atas ranjang dan mengambil ponselnya, dia meminta Gaston untuk datang dan membawakan makanan yang dia mau, dia juga mencari tahu apa itu Couvade Syndrome dari internet.


Akhir-Akhir ini dia memang merasa aneh. Dia sering mual, pusing dan makanan asam menjadi makanan favoritenya. Dia memang seperti mengidam tapi Renata tidak hamil karena mereka sudah lama tidak berhubungan badan tapi bagaimana jika dengan wanita lain yang pernah melakukan se**x dengannya?


Abraham membaca apa itu Couvade Syndrome dengan teliti. Tidak, tidak mungkin. Dia tidak mungkin terkena gejala itu. Lagi pula Vanila Elouis dikabarkan akan menikah jadi Vanila tidak mungkin hamil anaknya karena dia akan menikah dengan pria lain.


Sebaiknya dia menunggu dokter yang dipanggil ayahnya datang untuk memeriksa keadaannya karena dia tidak percaya dengan apa yang terjadi dengannya. Couvade Syndrome? Dia tidak mungkin sedang mengidam seperti yang dituliskan di internet.

__ADS_1


Abraham kembali berbaring, menunggu dokter datang. Tidak lama menunggu, dokter pribadinya sudah datang dan memeriksa keadaannya, tentunya setelah mendengar keluha-keluhan yang dia rasakan selama beberapa hari belakangan. Gaston juga sudah datang namun dia menunggu sampai bosnya selesai.


"Tuan muda tidak mengidap penyakit apa pun," ucap sang dokter yang sedang berbicara dengan ayah Abraham di luar sana.


"Lalu kenapa keadaannya seperti itu?" tanya ayahnya tidak mengerti.


"Tidak perlu khawatir, Tuan. Hal itu memang jarang terjadi tapi tidak jarang pula sang calon ayah mengalami Couvade Syndrome," ucap sang dokter.


"Tunggu, apa yang kau maksud? Syndrome apa?" Daniel Aldway tampak tidak mengerti.


"Sudah aku duga," ucap ibu Abraham. Tapi jika bukan Renata lalu siapa yang hamil? Apa Abraham memiliki wanita lain atau bagaimana? Mereka harus mencari tahu akan hal ini.


"Apa ada yang bisa menjelaskan? Apa maksudnya Abraham mengalami Syndrome seorang ayah?" Daniel masih tidak mengerti.


"Aku tidak tahu, sebaiknya kita mencari tahu hal ini!" sang istri menarik tangan suaminya, menuju kamar. Sang dokter pun pamit pergi.


Abraham memandangi kedua orangtuanya dengan tatapan heran saat kedua orangtuanya masuk ke dalam kamar. Dia sedang berbicara dengan Gaston mengenai pekerjaan yang dia tinggalkan.


"Penyakit mematikan apanya? Sekarang katakan pada kami, selain Renata, siapa lagi wanita yang menjalin hubungan denganmu?" tanya ibunya.


"Apa maksud pertanyaan Mommy? Apa aku terlihat sedang berselingkuh darinya?"


"Tidak perlu membual, Abraham! Dokter berkata jika kau tidak sakit tapi kau sedang mengalami Couvade Syndrome. Jadi katakan pada kami, wanita mana yang sudah tidur denganmu dan mengandung anakmu!" teriak ayahnya lantang.


"Jangan sembarangan bicara. Aku sudah memiliki tunangan, untuk apa aku menjalin hubungan dengan wanita lain? Doker itu hanya asal bicara karena aku tidak sedang sakit!' ucap Abraham tapi rasa curiga jika Vanila'lah yang sedang hamil memenuhi hati.


"Benarkah?" tanya ibunya tidak percaya.


"Kalian lebih mempercayai putra sendiri atau dokter itu?"


Kedua orangtuanya diam, Gaston tidak berani bersuara sedari tadi. Sesungguhnya dia sudah mendapat kabar kegagalan pernikahan Vanila Elouis dan juga isu penyebab kegagalan pernikahan itu. Dia rasa dia harus menyampaikan hal itu nanti pada bosnya.


"Baiklah, sepertinya kami yang terlalu banyak berpikir. Beristirahatlah, Mommy akan membuatkan makanan yang kau inginkan," ucap ibunya.

__ADS_1


"Tidak perlu, Gaston sudah membawakannya!"


"Baiklah, beristrahatlah," ayah dan ibunya keluar dari kamar putranya. Walau mereka sangat yakin dengan apa yang sedang dialami oleh Abraham tapi mereka tidak bisa melakukan apa pun karena Abraham menyangkalnya.


"Bagaimana, Gaston. Apa kau sudah menemukan pria bernama Jasson itu?" tanya Abraham.


"Hampir, Sir. Orang ini pintar, sepertinya dia menggunakan beberapa identitas untuk menyembunyikan diri," jawab Gaston.


"Terus pantau dan selidiki. Jangan lupakan Renata. Apa yang dia lakukan saat aku tidak menemuinya?"


"Tidak ada yang spesial, dia menghabiskan waktunya dengan kakaknya melihat kapal yacht."


Abraham diam saja, sepertinya sebentar lagi Renata akan mendatanginya untuk meminta hal itu. Dia menebak demikian karena dia sudah tahu kenapa Renata menjalin hubungan dengannya. Tinggal menangkap Jasson maka semua akan terungkap lalu dia akan menendang Renata dari hidupnya.


"Sir, aku rasa kau harus mendengar ini," ucap Gaston memecah keheningan di antara mereka.


"Ada apa?"


"Vanila Elouis tidak jadi menikah," ucap Gaston tanpa ragu.


"Lalu, apa hubungannya denganku?" Abraham melotot ke arah sang asisten karena dia tidak suka Gaston mengatakan hal itu padanya.


"Maaf jika aku lancang tapi aku rasa kau harus tahu. Aku mendengar isu gagalnya pernikahan Vanila dengan putra mahkota Dean di sebabkan beberapa hal. Ada yang mengatakan jika sang putri mengidap penyakit mematikan, ada pula yang bilang dia tidak normal tapi yang paling mengejutkan dan membuat heboh adalah," Gaston menghentikan ucapannya untuk mengambil napas, "Sang putri sedang hamil," ucapnya lagi.


"Apa?" Abraham terkejut mendengarnya. Vanila hamil? Apa benar dia sedang mengalami gejala Couvade Syndrome? Apa semua ini ada hubungannya dengan Vanila?


Abraham diam, berpikir. Selama mereka melakukan hubungan badan, dia memang tidak pernah menggunakan pengaman. Apakah mungkin? Sial, sekarang terjawab sudah apa penyebab yang membuatnya seperti itu.


"Siapkan pesawat, Gaston. Aku akan pergi ke Swedia!" ucap Abraham.


"Yes, Sir!" Gaston keluar dari kamar sedangkan Abraham mengambil barang-barangnya.


Tidak peduli dia harus bertemu dengan si musuh lama tapi dia akan tetap pergi ke Swedia untuk mencari Vanila dan mencari tahu apakah isu kehamilannya benar atau tidak. Sekalipun harus adu pukul dengan Norman akan dia lakukan asal dia bisa bertemu dengan Vanila.

__ADS_1


__ADS_2