
Citra pun segera pergi meninggalkan kelas dan juga teman-teman nya. Saat Citra sudah keluar dari gerbang, citra berpapasan dengan Mery yang kebetulan ingin masuk ke dalam sekolah.
"Audrin?!" Panggil Mery.
"Eh? Tante Mery? Kok Tante di sini, Risa kan di dalam." Tanya citra agak bingung.
"Iya, Risa bilang mau es jeruk alami ini, ya Tante pergi belikan dulu." Jawab Mery.
"Ha? Kan Risa bisa beli sendiri tan."
"Iya dia bilang mau ketemu kamu, jadi Tante yg beli, sekalian beli bakso ini, katanya enak sih." Balas Mery menunjukkan belanjaannya.
Mery sangat menyukai bakso, jadi dimana pun ada bakso, Mery pasti akan sangat bersemangat. Meri bisa mencoba semua bakso yang ada di desa ini jika Mery sudah menginginkannya.
Mery akan membandingkan semua bakso yang dia coba, siapa yang baksonya paling enak, maka pasti akan menjadi bakso langganan Mery.
"Hahaha Tante ini... Tadi audrin udah ketemu Risa, sekarang audrin mau pulang duluan Tan."
"Ohh iya iya. Hati hati drin." Ucap Mery mengusap kepala citra.
"Iya Tante, assalamualaikum." Salam Citra seraya mencium tangan Mery dan bergegas pergi.
"Waalaikumsalam." Balas Mery melihat kepergian citra.
*****
• Rumah Citra.
"Bik Ina? Bik Ina?" Tukas citra nyaring memanggil bik Ina saat sampai ke rumah.
"Iya non? Ada apa?" Saut bik Ina menghampiri citra.
"Tolong taruh ini ke lemari kaca itu, gabungin sama piala yg lain." Kata citra menyerahkan piala ke tangan bik Ina.
Citra memang memiliki lemari kaca khusus di rumah nya. Itu berisi semua piala yang berhasil Citra raih sebelumnya. Pada rak pertama, itu adalah piala piala citra hasil Menang dari berbagai macam lomba yang perna citra ikuti.
"Wah! Dapat lagi non?" Tanya bik Ina takjub.
"Hehe iya bik, Alhamdulillah." Jawab Citra tersenyum.
"Hebat loh non Audrin mah, di Jakarta aja udah hebat, apa lagi disini haha" Celetuk bik Ina memuji citra.
"Bik Ina bisa aja, oh iya, besok kalau pergi ke pasar belikan audrin Bingkai Foto ya bik."
"Yang ukuran berapa non?"
"Ukuran 5 R bik."
"Ohh baik baik non."
"Iya, oh iya bik, Bilang sama bik Maryam, buatin susu mangga ya bik, nanti anterin ke kamar langsung."
Citra memiliki kebiasaan, setiap pulang dari luar pasti akan meminta buatkan susu mangga, Citra bilang selain menyegarkan rasanya juga enak, dan kebetulan pas banget buat tubuh Citra yang lemah.
"Ohh baik baik non."
__ADS_1
"Iya, audrin naik dulu ya bik." Pamit citra sembari beranjak pergi.
"Iya non." Balas bik Ina singkat dan langsung bergegas mencari bik Maryam.
🌬️🌬️🌬️🌬️
"Huft lelah banget deh! Kenapa sih tubuh gue lemah? Jadinya kan bosen! Gue gak bisa ngapa-ngapain." Tukas Citra melemparkan tubuhnya ke ranjang sembari menggerutu kepada dirinya sendiri.
"Tapi ngomong-ngomong, kak Bara udah beberapa hari ini gak hubungi gue? Kenapa ya?" sambung Citra penuh tanda tanya.
~saat memandang senyum mu yg seindah ladang bunga aku...~ nada dering ponsel citra berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
"Siapa sih!! Ohh si cerewet? Ngapain dia telepon gue?" Tanya Citra agak malas.
"Kenapa Ris? Gue lelah banget, nanti aja deh."
"Gak bisa, ini penting." Cetus Risa di sebrang sana.
"Ada apa?" Tanya Citra singkat.
"Besok masuk sekolah." Jawab Risa
"Ohh gak libur?"
"Ngak, katanya takut ada pemberitahuan lebih lanjut dari pak Arif."
"Oh, tentang ada ngak nya liburan?"
"Iyap, bener banget."
Di sebrang sana Risa sedang teriak kesal karna panggilannya di tutup langsung oleh citra Tampa basa basi apapun.
"Dasar Audrina si gunung es!! Gue belum selesai ngomong udah main matiin aja! Sebel sebel sebel!" Kata Risa marah marah tidak jelas.
Citra yang ada di kamarnya tersenyum dan menebak apa yang Risa lakukan setelah Citra memutus panggilan dari Risa.
Citra senyum senyum sendiri dengan lamunannya, hingga seseorang mengetuk pintu kamar citra dan membuyarkan lamunan citra tentang Risa yg marah marah.
Tok tok tok..... ~seseorang mengetuk pintu kamar citra.
"Iya bentar." Kata citra beranjak pergi ke arah pintu.
"Bik Maryam? Nganterin susu mangga ya bik?" Tanya cinta setelah membuka pintu.
"Iya non, ini susu mangga nya non." Jawab bik Maryam menyerahkan susu mangga kepada citra.
"Ok, makasih ya bik." Kata citra menerima susu mangga nya.
"Sama sama non, kalo begitu bik Maryam pergi dulu ya non."
"Iya iya bik."
Saat bik Maryam sedang melangkah pergi, citra teringat satu hal dan menghentikan langkah bik Maryam.
"Bik maryam tunggu!"
__ADS_1
"Iya non? Ada apa?" Tanya bik Maryam berpaling menghadap citra.
"Itu bik, cucian aku di dalem." Jawab Citra dingin.
"Ohh ya udah bik Maryam ambil dulu ya non."
"Eh gak usah, bik Maryam tunggu di sini, aku ambil sendiri, bentar ya bik." Cegah Citra.
"Oh baiklah non." Ucap bik Maryam santai Karna bik Maryam paham akan maksud citra.
Bik Maryam tau betul bahwa Citra tidak suka ada yang masuk kamarnya atau pun menyentuh barang barang di dalam kamarnya.
"Ini bik." Kata citra menyerahkan cucian di Dalam keranjang cucian.
"Baik, bik Maryam pergi dulu non."
"Iya." Balas Citra singkat sembari menutup pintu kamar nya.
Citra langsung pergi ke balkon dan duduk di kursi kesayangannya, citra menyantap susu mangga nya dengan tenang Sembari menatap bunga-bunga yang ada di balkon nya.
Saat merasa bosan ada di balkon citra kembali masuk ke kamarnya dan menyalakan televisi, citra pun menonton tayangan kesukaannya.
Saat Citra sedang santainya menonton televisi, tiba tiba hpnya berdering yg menandakan ada panggilan masuk, lalu citra segera melihat nama dipanggilan itu.
"Kak Eza?" Tanya citra dengan wajah penuh tanda tanya.
"Ya kak Eza? Ada apa?"
"Adu audrin.... Kamu ini ya, gak pernah hubungi manager kamu ini, kamu udah gak mau aku lagi?" Kata Eza dengan nada kesal yang di buat buat.
"Ya maaf kak, audrin masih mau kak Eza Kok, kalo kak Eza gak ada, audrin bisa repot hadapi pers nanti.
"Nah, itu tau! Btw Di sana ada yang ngenalin kamu gak?"
"Kek nya Gk ada deh kak."
"Ohh, syukur deh, sebaiknya kamu online deh di sosial media kamu, fens kamu berisik banget! Aku kesel"
"Haha iya iya, nanti aku online dan tenangkan mereka, beberapa hari ini aku sibuk jadi gak bisa online."
"Ok ok ok, cepat ya drin, pusing aku disini."
"Ok, jadi Kak Eza telephone Aku cuma buat bilang ini?" Tanya citra heran.
"Bukan, Ada yang ingin menjadikan kamu tren ambassador gaun pengantin. Kamu mau ngak?"
Saat menang di lomba modeling, Citra banyak menerima tawaran untuk menjadi model iklan di berbagai perusahaan busana.
Selain dari alasan itu, citra juga memiliki wajah cantik yang khas sehingga menarik banyak perhatian para pengusaha ternama dari perusahaan busana.
Dan hal itu memberikan citra sebuah status baru, yaitu sebagai model termuda dalam angkatan model dewasa.
• JANGAN BOSAN BOSAN KEPO-IN KARYA AKU YA... KALO ADA REQUEST BOLEH KOMEN LANGSUNG... INSYALLAH BAKAL AKU USAHAKAN UNTUK WUJUTIN, BYE BYE...
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1