
30 menit Bara dan Citra habiskan di perjalanan menuju tempat janjian makan malam bersama Lista dan Lukman. Jalanan sedikit ramai kali ini, dan semoga saja keduanya tak terlambat datang dan membuat Lista dan menunggu lama.
Keduanya sampai di restoran yang elegan dengan Nama Old Ebbitt Girll, Terlihat kedua orang tua Bara telah menunggu mereka di meja VIP, mereka tersenyum ke arah Bara dan Citra ketika melihat kedatangan keduanya.
"Om, Tante. Udah lama nunggunya?" Tanya Citra sungkan.
"Engga kok sayang." Jawab Lista tersenyum hangat.
"Bara persilahkan duduk dong Audrin nya, kamu ini gimana sih!" Celetuk Lukman mengingatkan Bara.
Bara tersadar dan segera menarik kan kursi untuk Citra duduk, Tak lupa senyuman di wajahnya. Citra pun tersenyum manis dan kemudian duduk di kursi yang telah Bara tarikkan untuknya.
"Makasih kak." Ucap Citra tersenyum.
"Sama-sama sayang." Balas Bara tersenyum seraya menyentuh puncak kepala Citra.
Lista dan Lukman hanya bisa tersenyum menyaksikan keharmonisan hubungan kedua muda mudi tersebut.
Keempatnya pun mulai memulai acara makan malam mereka setelah makanan mereka telah tersaji di atas meja. Dan dari semua hidangan itu tidak ada menu gading, karena keluarga Bara tau Citra tidak suka makan daging.
_
_
Kini semuanya sudah selesai makan malam, Lista dan Lukman pulang ke mansion dan Bara mengantar Citra ke apartemennya.
Hanya butuh waktu 20 menit bagi Bara dan Citra untuk sampai di apartemen mereka, karena jalanan juga sangat lancar kali ini, tidak seperti saat keberangkatan.
"Ya udah, sekarang kamu masuk dan langsung istirahat ya. Aku juga akan langsung istirahat." Tutur Bara mengelus rambut Citra dengan sayang.
"Iya." Balas Citra singkat dan tersenyum.
Keduanya pun berpisah dan pergi ke ruangan mereka masing-masing, apartemen yang sama memudahkan Bara untuk melindungi Citra. Beda unit bukan Malasah karena hal terpenting Bara bisa menyebarkan anak buahnya di apartemen tersebut untuk penjagaan.
"Ingat tidur kalian di siang hari, malam ini jangan lengah! Besok kalian akan di gantikan kelompok lain." Ucap Bara tegas di balik telepon.
"Baik tuan muda. Kami mengerti." Saut mereka serempak.
__ADS_1
Tanpa basa-basi lebih lanjut Bara pun memutuskan panggilan telepon tersebut, Ia merasa lega sudah memastikan keamanan Citra malam ini.
*Penjagaan untuk Audrin harus benar-benar ketat kali ini, aku tidak mau hal yang sebelumnya terjadi lagi.* Batin Bara menggenggam erat pagar besi balkon.
πππβ
Tok tok tok
"........"
Tok tok tok
"Ahhh siapa sih yang datang pagi-pagi begini?" Ujar Citra malas. Ia sungguh lelah kali ini.
Citra beranjak dari tempat tidur nya dan keluar dari kamarnya, ia menuju pintu untuk melihat siapa yang datang pagi-pagi sekali itu. Padahal Citra ingin tidur lebih lama kali ini karena tidak ada kegiatan, hari ini Citra juga kuliah siang jadi ada waktu untuk tidur lebih lama.
Ceklekk
"Hem, Kak Bara? Mau apa?" Tanya Citra dengan wajah yang kelihatan sangat mengantuk.
"Engga, aku cuma cape aja." Jawab Citra linglung.
Bara pun menuntun Citra masuk lagi, ia menyarankan Citra untuk kembali tidur dan Bara yang akan memasak untuknya hari ini. Citra mau tidak mau menyetujui hal tersebut, jujur dirinya benar-benar lelah dan tak sanggup untuk bangun awal.
Citra pun kembali tidur dan Bara pergi ke dapur untuk memasak sarapan untuk Citra, emmm ... dan sekalian untuk dirinya sendiri sih. π
30 menit kemudian Bara telah selesai dengan semua pekerjaannya. memasak dan mencuci peralatan yang habis ia gunakan memasak, lalu membersihkan dapur dan menyajikan makanan di meja.
Setelahnya, Bara pun pergi mengetok pintu kamar Citra, namun sama sekali tak ada jawaban. Ia membuka pintu kamar Citra yang ternyata tak di kunci dengan perlahan, terlihat Citra yang masih pulas dengan tidurnya.
"Adu... Dari Queen Ice Audrin bakal berubah jadi Queen sleep Audrin kalo gini." Celetuk Bara geleng-geleng kepala dan menghembuskan napas panjang.
Sungguh kewaspadaan Citra hilang saat ia bersama Bara, bahkan tak mengunci pintu kamar saat tidur. Bara benar-benar tak habis pikir, namun ia juga senang karena dengan begitu membuktikan bahwa Citra percaya sepenuhnya pada Bara.
"Sayang... Ratuku Ayo bangun." Seru Bara lembut berusaha membangunkan Citra dengan mengelus Pipinya.
"Eghemmm." Remang Citra malas.
__ADS_1
"Audrin ayo bangun, makanan udah siap, kamu cepat mandi sana." Tutur Bara lembut.
"Kak.... Aku masih ngantuk..." Rengek Citra beralih memeluk pinggang Bara dan lanjut tidur.
"Udah bangun... Masa mau tidur terus? Udah hampir habis waktu sarapannya." Ujar Bara melepaskan tangan Citra dari pinggangnya.
Citra kekeh dan kembali memeluk pinggang Bara lebih erat. "15 menit lagi." Ucap Citra meminta waktu lagi.
Bara pasrah dan membiarkan Citra kembali tidur. Hanya dalam hitungan detik pelukan Citra melonggar yang membuktikan bahwa ia sudah kembali pulas. Perlahan Bara melepaskan tangan Citra dari pinggangnya dan beranjak pergi kembali ke dapur.
10 menit kemudian Citra bangun, dengan tergopoh-gopoh dan sedikit linglung ia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri. Dan itu hanya membutuhkan waktu 20 menit saja untuk Citra menyelesaikan acara mandinya.
Setelah selesai membersihkan diri, Citra lanjut berias tipis dan kemudian keluar dari kamarnya, ia menuju dapur dan menemukan Bara tengah duduk dan menunggu dirinya di meja makan. Terlihat juga beberapa masakan yang kembali Bara panaskan.
"Kak?" Seru Citra mengalihkan pandangan Bara.
"Audrin, Udah selesai tidurnya?" Tanya Bara berdiri dari duduknya.
Citra lantas mengangguk dan menghambur dalam pelukan Bara. "Maaf udah repotin kamu kak." Ucap Citra tak enak hati.
Mendengar penuturan Citra itu, Bara lantas melepaskan pelukannya dan menatap Citra lembut, Ia usap dengan lembut pipi Citra kemudian mengelus rambut Citra dengan sayang.
"Aku sama sekali tidak merasa direpotkan, Aku bersedia melakukan apapun untuk kamu, Aku akan terus seperti ini sampai kita nikah. Aku bukan orang asing untuk mu, jadi jangan pernah merasa bahwa kamu merepotkan ku." Ujar Bara tersenyum hangat dan tulus.
"Aku pernah bilang akan mengejar mu, dan itu masih berlaku sampai sekarang bahkan seterusnya. Walaupun status kita sudah tunangan, tapi aku tidak akan pernah berhenti mengejar mu, aku akan membuatmu semakin hari semakin mencintaiku jadi.. aku bisa terus memiliki mu." Sambung Bara panjang lebar mengungkapkan ketulusan Cintanya.
Citra menatap Bara tak menyangka, ia tak menyangka bahwa ada orang yang begitu tulus mencintainya setelah keluarganya. Dan Citra semakin tak habis pikir mengingat dulu dirinyalah yang menolak mentah-mentah untuk memiliki hubungan dengan Bara.
Namun sekarang, Dirinya takluk dengan cinta yang Bara curahkan untuknya. Pria yang dulu ia tolak dan jauhi kini menjadi pria yang sangat ia Cintai. Pria itulah yang mencintainya dengan tulus, menjaga dan melindunginya sepenuh hati, jika boleh egois Citra ingin selamanya bersama Bara.
Aku beruntung memiliki kamu dalam hidupku, Yang mengikat cinta dan kasih menjadi simpul abadi. Kamu milikku, begitu juga aku. ~ Citra Audrina Putri Wulandari β¨πΉ
AU AHH.... ROMANTIS MULU ISINYA π₯΅ JADI IRI ππ
BTW SORRY BANGET PARA READERS, AKU LAMA UP NYA, SUMPAH DEMI APA AKU LUPA BANGETπ AKU KIRA MASIH DI AND AWALNYA π€§π
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1