Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 49


__ADS_3

• 1 Minggu Kemudian.•


"Kak, Katanya Fara Sama indah mau ikutan, boleh gak?"


"Gak apa-apa, biar kamu ada temennya."


"Uhh emang yang paling baik deh!"


Hari ini Bara akan mengajak Citra ke perkemahan, sekalian untuk piknik bersama Risa, Namun kemudian Fara yang tau bahwa Risa dan Citra ingin piknik ingin ikut juga. Fara pun mengajak Indah untuk ikut bersama citra dan risa. Berhubung indah orang yang suka berjalan-jalan, indah pun sangat bersemangat ketika diajak untuk piknik.


___________


_______


"Ris, Fara sama indah udah sama Lo?" Ujar Citra santai menelepon Risa.


"Iya, Sekarang lagi di rumah Gue." Ujar Risa santai.


"Oh Pas banget, perkemahan kak Bara Di Jalan itu. Lo tunggu aja, gue sama kak Bara Lagi di jalan, bentar lagi nyampek." Ujar Citra panjang lebar.


"Ok, jangan lama lama. Awas pacaran muluk." Celetuk Risa menggoda Citra.


"Apaan sih Lo. Ya udah bye." Ujar Citra seraya mematikan panggilan teleponnya.


Citra dan Bara terus melaju menuju rumah Risa. Sampainya di sana, Citra dan yang lainnya berpamitan dulu pada Tante Mery. Dan citra juga sekalian berkunjung pada kakaknya. Setelah itu mereka pun pergi menuju perkemahan Bara dan teman temannya.


Mereka menelusuri jalanan desa kecil sampai ke jalan perbukitan yang indah. Tempat itu tak jauh dari desa. Hanya jalan menanjak sedikit dari desa dan sampailah mereka di perkemahan.


Mobil Citra dan sepeda motor Risa dan yang lain di titipkan di rumah pak RT desa itu. Lalu mereka berjalan kaki ke bukit tempat perkemahan Bara.


"Wow, indah banget! Gak nyesel gue ikut." Celetuk Fara kagum.


"Bener! Ada sungai tanah lapang yg hijau dan berbagai bunga yang menghiasi."


"Ah? Bunga? Mana?!" Celetuk Citra bersemangat.


"Ehh udah udah! Bentar lagi nyampek. Jalan terus." Ujar Bara seraya menutup mata Citra dan terus membawanya berjalan maju.


"Ah, pelit banget! Aku kan cuma mau liat bunga yang mereka bilang!" Celetuk Citra manyun.


"Sayang.. kalo kamu masih liat bunga, bisa bisa kita setengah jam lagi baru nyampek." Ujar Bara .


"Uhh dasar pelit!" Celetuk Citra cemberut.


"Uh jangan cemberut dong, di tempat aku mendirikan kemah, banyak bunga bunga yang lebih cantik dari yang ada disini."


"Serius?"


"Iya serius, aku gak bisa bohong sama kamu." Ujar bara seraya mengangkat tangannya.

__ADS_1


Risa, Fara dan indah hanya bisa menjadi penonton canda Hura pasangan itu. Mereka tersenyum cengengesan dan juga senang melihat Sifat Citra yang berubah menjadi begitu hangat dan manja. Entah itu hanya untuk kekasihnya atau memang telah berubah? Yang pasti mereka senang melihat sikap citra saat ini.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai, Bara memperkenalkan Citra dan yang lainnya pada teman temannya.


"Nah.. itu temen temen aku, mereka lagi masak tuh!" Celetuk Bara menunjuk teman temannya.


"Semua alat udah siap ternyata."


"Hahaha iya, Cuma yang namanya kemah... Gitu lah buat api sendiri."


"Kreatif itu namanya." Celetuk Risa.


____________


________


"Hey guys, Kenalin. Ini temen temen gue di sini." Ujar Bara menunjuk Risa dan yang lain.


"Terus Dia?" Ujarnya menatap Citra.


"Ini kesayangan gue tentunya." Ujar Bara mengelus rambut Citra dengan lembut.


"Wah gila Lo..." Celetuk nya tertawa.


"Oh iya, mana Gilang sama Riko?" Tanya bara yang tak melihat ke 2 temannya.


"Ohhh."


"Oh Iya, biar akrab, kenalin.. ini Risa, ini namanya Fara, dan itu Indah."


"Hai gue Bimo." Ujarnya seraya bersalaman dengan Risa, Fara dan Indah.


"Terus kesayangan Lo ini siapa namanya?"


Sebelum bara menjawab pertanyaan temannya yang kerap disebut bimo teman-temannya yang lain pun datang beserta teman ceweknya, darah pun sekalian memperkenalkan citra dan yang lainnya saat mereka telah berhadapan.


"Weh! Jadi ini yang Lo sebut mau jemput seseorang?" Ujar nya kagum.


"Iya gila... Cewek cantik! 4 lagi!" Celetuk nya antusias.


"Iya, kenalin.. itu indah. Ini Fara, dan ini Risa."


"Hai gue Riko."


"Gue Gilang, salam kenal ya."


Riko dan Gilang bersalaman dengan Risa, Fara dan indah. Kemudian Riko mempertanyakan soal Citra. Di sisi lain teman perempuan Bara menatap tajam mereka. Geram dan benci menyelimuti nya.


"Bro! Dia siapa?" Tanya nya heran.

__ADS_1


"Ya yg biasanya gue hubungi tiap hari, Rik"


"Wah gila... jadi ini gadis yang berhasil buat kulkas kita takluk?!" Celetuk Riko bersemangat.


"Namanya?" Timpal Bimo yang sedari tadi penasaran.


Melihat Citra dia mencari jawaban dari Citra. Bara takut kalau citra tidak mengizinkan Bara untuk mengatakan nama Citra. Citra yang melihat bara bingung, segera berbisik pada Bara.


"Kalian gak perlu tau namanya. Tapi Orang Orang memanggil nya Ratu Es."


"Ha? Ratu es?" Celetuk mereka bersamaan.


"Iya." Timpal Risa.


"Ohhh Ok, kalau gitu Salam kenal Ratu es." Ujar Riko seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Citra.


Citra menatap Riko, Dia diam sejenak sebelum berbicara.


"Gue gak suka di sentuh sentuh, jadi gak perlu bersalaman." Ujar Citra dingin.


"Ok... Maaf." Ujarnya Riko canggung.


"Ok, Salam kenal." Ucap Citra singkat dan dingin.


"Kak, Aku mau liat bunga bunga di sana itu ya?" Ujar Citra lembut.


"Ok, Hati hati sayang." Ujar bara tersenyum.


"Iya. Risa, temenin gue." Tukas Citra seraya berjalan pergi.


"Ok, ayok!" Celetuk Risa mengikuti langkah Citra.


"Eh gunung es?! Tungguin Kita! Kita juga ikut!" Tukas Fara melirik indah seraya menyusul Citra.


Setelah citra risa dan lainnya pergi, rico dan lainnya menatap kepergian citra dan yang lain. Setelah mereka cukup jauh, teman Bara pun maju ke hadapan bara dan mulai mengintrogasi Bara.


*Gila... Pantes di panggil Ratu Es, dingin banget!" Gumam nya kaget.


"Hey bro, Lo dapat dari mana cewek dingin kayak dia?!" Celetuk Riko.


"Ada deh! kepo banget Lo." Tukas Bara.


"Ternyata selera lo yang kayak gini ya bar, gue kira selera Lo cewek polos eh ternyata sebaliknya."


"Bara-Bara, Lo kulkas dia ratu es, jadi apa kalian kalau bareng-bareng?" Celetuk Gilang.


"Gunung Sahara!" Ketus Bara seraya pergi meninggalkan teman temannya.


BERSAMBUNG.................

__ADS_1


__ADS_2