Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 65


__ADS_3

"Loh buk Yuni? Ada apa buk?" Ujar mama penasaran.


"Ini saji dari keluarga duka buk."


"Ohh, Monggo masuk masuk, taruh aja di meja, pak Ilham nya belom pulang." Ujar mama memimpin jalan menuju ruang makan.


Sudah kebiasaan setiap warga desa mengantar saji ke rumah Citra tiap ada acara, seperti selamatan dan jika ada orang yang meninggal seperti ini.


Saji itu akan di do'akan oleh Papa, berharap keberkahan bagi keluarga pihak tuan rumah, dan ketenangan bagi mereka pula.


"Ohh iya Buk, Kami permisi dulu ya buk?" Ujar Bibi Yuni yang telah menaruh saji itu.


"Ohh iya iya, silahkan." Ucap Mama seraya mengantar mereka ke depan pintu.


*******


Citra menaruh ponselnya ke dalam tasnya lagi, Dia kembali menyantap cemilannya. Namun datang lagi Seseorang yang membuat citra menghentikan acara ngemilnya itu.


"Hallo, Boleh bicara sebentar?"


Citra menatap orang itu sesaat sebelum bicara. Setelah memutuskan Citra langsung melontarkan jawabannya. "....... Ok, silahkan."


"Terimakasih...."


"Ehem, Ada apa?" Ujar Citra to the point.

__ADS_1


"Aku ingin bertanya tentang materi pelajaran tadi. Ini dia, Ada beberapa yang kurang aku pahami. Tadi aku melihat mu sangat lancar dalam menjawab setiap pertanyaan dari guru." Ujarnya panjang lebar seraya menyerahkan bukunya pada Citra.


"Ohh materi ilmiah?... Ayo duduk lah." Ujar Citra menyingkirkan cemilannya ke kirinya, dimana hanya ada sedikit ruang.


"Yang aku tau, di kelas ku tidak ada kamu deh." Ujar Citra lagi seraya melihat buku yang gadis itu serahkan.


"Iya, kita beda kelas." Jawab Gadis itu tersenyum.


"Ok, Tentang ini... Cairan A Dan Cairan A2 ini di ukur minimal 10°, dan tidak boleh lebih 2ml, nanti Cairan ini.... Bla Bla Bla Bla"


Citra mulai menjelaskan bagian yang tidak dimengerti oleh gadis itu. Gadis itu menyimak dan meresapi setiap penjelasan dari Citra dengan tenang.


"Ohh, Jika aku mencampur nya sebelum benar benar padat pasti gagal dong." Ujarnya manyun.


"Tidak hanya gagal, tapi itu akan meledak! Dan itu berbahaya bagi semuanya."


"Jika kamu Fokus, dan menghitung dengan akurat. Aku rasa kamu tidak akan gagal."


"Ehemn, Jadi untuk molekul ini. Aku bisa menyatukannya dengan ini... Begini... Dan akan selesai kan?"


"Selesai sih iya, tapi hasilnya akan Cacat dan kamu tidak akan Lolos."


"Cacat?!"


"Emn, coba kamu pikir, dalam pelarutan lebih cepat serbuk atau bongkahan?"

__ADS_1


"Serbuk Dong."


"Nah, itu tau... Kamu harus membuat ini jadi sehalus mungkin. Jadi saat pelarutan kamu akan mendapatkan hasil yang cepat dan tepat seperti yang diinginkan."


A View moments later...........


"Wahhh kamu hebat dalam menjelaskan, terimakasih ya... Aku sudah paham."


"Sama sama."


"Emn kenalan?" Tawar gadis itu mengulurkan tangan pada Citra.


Citra tersenyum, "Citra. Kamu?" Jawab Citra tersenyum seraya meraih tangan gadis itu.


Jabatan tangan yang begitu ramah dari Citra membuat gadis itu merasa senang. Dia bergumam bahwa mungkin di universitas itu, Hanya Citra orang yang pernah dia temui yang begitu tulus pada nya.


"Panggil saja, Marina-San."


"Wahh, Jepang ya? Tadi aku masih ragu bahwa kamu orang Jepang."


"Hehe iya, soalnya ayah dan ibuku beda negara. Ayah asli Amerika, dan ibu asli Jepang."


"Owhh begitu. Cemilan?" Ucap Citra Ang kemudian menawarkan Cemilan pada gadis itu.


"Iya, haha tidak udah usah... aku harus pulang sekarang, sampai jumpa." Ujar gadis itu Seraya beranjak pergi.

__ADS_1


"Ok, Sampai jumpa..."


BERSAMBUNG...................


__ADS_2