
"Uhh jangan sedih dong. Yang penting Lo juara 1 di semua lomba. Gak papa gak juara di kuis Fikih." Ucap indah mensuport.
"Bener tuh Kata indah." Timpal Fara.
"Kayak Lo pada udah tau aja hasilnya." Balas Citra dingin.
"Iya dong." Ucap semuanya serempak.
Mereka berhasil menghibur Citra yang kecewa dengan candaan aneh mereka. Tingkah konyol dan juga kehangatan yang mereka berikan pada Citra.
"Guys, kira-kira tugas seni budaya itu apa ya? Kalo kuis nya mah gak masalah, soalnya pelajaran seni mudah di hafal." Tanya Mira.
"Emm gak tau sih? Mungkin seni merangkai bunga, atau mungkin juga melukis, secara kita kan anak SMA kemungkinan besar ya melukis. Masa mau di kasih yang susah susah. Dan lagian waktu gak cukup kalo di berikan soal yang susah, misalkan membuat guci dari tanah liat itu." Jawab Risa panjang lebar.
"Kalian siap gak?" Tanya Mira pada Semuanya.
Semuanya menjawab tapi Citra hanya Diam seolah memikirkan sesuatu.
"Insyallah." Jawab semuanya serempak.
"Drin, Lo mikirin apa?" Tanya Mira yang penasaran.
"Kemungkinan tugas seni yang akan kita dapatkan." Jawab Citra santai.
"Apa tuh kemungkinan nya?" Tanya semuanya serempak.
"Melukis." Ucap Citra singkat dan santai.
"Wihh gak sulit kalo gitu." Tukas Risa tersenyum miring.
"Terus Lo gimana? Siap Drin?" Tanya Mira lagi.
"Yah Lo Mira.... Mira ..." Ucap Risa pasrah.
"Loh, emang gue Kenapa?" Tanya Mira bingung.
"Kalo masalah seni si gunung es ini jangan di tanyain kali..." Jawab Risa menepuk jidatnya seraya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Oh iya lupa... Hehe." Balas Mira tersenyum cengengesan.
__ADS_1
Semuanya hanya menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat Mira yang tersenyum cengengesan. Setelah semuanya selesai. Mereka pun memutuskan untuk pulang.
Sebelum acara di bubarkan, juri mengumumkan bahwa kuis dan tugas seni di pisah. Besok adalah kuis, dan esok harinya adalah pelaksanaan tugas lomba seni, dan juri juga mengumumkan tentang bahwa tugas Seni mereka adalah melukis, tepat seperti perkiraan Citra.
• KEESOKAN HARINYA.
Kuis di lalui dengan lancar oleh semua siswa IPA dan IPS, yang memang pelajaran ini sangat gampang di hafal dan di ingat. Juga mudah dalam memahaminya. Keesokan harinya lagi mereka melakukan tugas seni nya, para peserta lomba di tempatkan di aula dan di hadapan kan saling berlawanan agar tidak ada yang mencontek karya peserta lain. Dan lomba ini pun di lalui dengan sangat baik.
KITA SKIP BIAR CEPET YA GUYSS ✌️😁
• BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
• Hari Terakhir Les.
"Guys... 3 hari lagi Ujian. Semangat ya." Ujar Fara senang sekaligus khawatir.
"Iya. Semangat! Kita pasti Bisa." Ujar Aliya.
Yang lain hanya tersenyum. Mereka begitu menantikan kelulusan mereka. Kelulusan yang mereka nantikan itu adalah awal bagi mereka untuk meraih cita-cita masing-masing, Banyak mimpi besar yang bersembunyi dibalik sifat mereka yang tak habis pikir jika di pikirkan 😅🥵
"Hey, kalo udah lulus, jangan saling ngelupain ya" Ujar Firly manyun.
"Kita adakan reunian tiap tahun buat ngumpul ngumpul lagi. Gimana?" Ujar Fara mengusulkan.
"Ide bagus tuh, gue setuju." Celetuk Risa bersemangat.
"Kita juga..." Ujar yang lain serempak.
Citra hanya menatap salah satu temannya yang baru bergabung dengan mereka. Citra heran, di wajahnya selalu terpampang raut wajah sungkan. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Begitu juga dengan Wulan, walaupun dia tersenyum bahagia menantikan kelulusan mereka, namun sesekali dia tersenyum miris.
"Hey! Nita." Tukas Citra dingin.
"Ah!! Iya, iya ada apa?" Tanya Nita gelagapan.
"Lo kenapa sih diam di sana?" Tanya Citra balik.
"Gak apa-apa." Jawab Nita Canggung.
"Ini lagi ngumpul, Lo kenapa diem sendirian? Gue aja yang mereka sebut gunung es masih ikut ngumpul kok!." Ujar Citra bicara cepat dengan nada dingin.
__ADS_1
"Iya nih! Lo gak suka ama kita ya?" Tanya Risa.
"Bu-bukan... Gue suka kok."
"Terus?!" Ketus Citra.
"Gue cuma ngerasa..." Ucap nya canggung dan gugup.
"Ngerasa apa?" Tanya Citra dingin.
*Aduuu gue gugup banget berhadapan sama Ratu es ini... Dingin banget ya tuhan....* Batin Nita takut-takut.
Citra yang awalnya ingin menginspirasi Nita, menjadi tak bisa bertanya lebih lanjut gara gara sebuah pesan masuk di ponselnya.
"Guys, gue pulang duluan ya." Ujar Citra memperlihatkan layar ponselnya yang berisi pesan dari mamanya yang memerintahkan untuk segera pulang.
"Ohhh Ok. Hari hati ya Drin." Ujar Risa mewakilkan semuanya.
"Iya." Balas Citra singkat.
Sebelum pergi berjalan ke arah mobilnya, Citra sempat menatap Nita. Tatapan mendominasi milik Citra mendarat pada diri Nita, Nita yang melihat itu pun gugup dan bahkan sedikit gemetar. Usai itu Citra langsung masuk kedalam mobil nya dan berlalu pergi.
Setelah mobil Citra menghilang dari pandangan semuanya. Fara, Risa dan yang lain kembali bicara pada Nita. Mereka meminta Nita untuk meneruskan kata katanya tadi yang sempat tergantung.
"Hey Nita, Ayo terusin kata kata Lo, Lo ngerasa apa sampai sampai selalu menyendiri kayak gitu." Tukas indah tak sabar.
"Gue... Gue..." Ucapnya gugup.
"Nita, jawab yang santai, nada bicara indah emang gitu... Dia tuh si mulut beracun, sama kayak audrin. Dingin dan bermulut tajam." Ujar Fara menenangkan.
"Iya santai aja. Ayo jawab." Timpal Firly.
"Sebelumnya maaf, gue cuma ngerasa gue gak pantes buat gabung sama kalian." Ujarnya sedih.
"Kenapa?" Tanya semuanya serempak.
HAYO..... KIRA KIRA INI KENAPA SI NITA MERASA GAK PANTAS GABUNG SAMA CITRA DAN YANG LAIN???
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1