Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 45


__ADS_3

"Kalian semuanya orang berpunya.. sedangkan gue... Untuk makan aja susah." Jelasnya canggung.


"Ya ampun.... Denger ya, kita ini gak semuanya orang kaya, Risa sama Fiza tuh yg orang berpunya. Orang tua mereka sukses. Satu anak pengusaha, Satu anaknya kepala sekolah. Apa lagi audrin." Ujar Fara.


"Iya, Gue sama yg lain cuma anak petani, yg hanya bisa membuka usaha kecil kecil-an seperti warung. Dan cuma bisa kerja sebagai asisten rumah tangga." Sambung Mira.


"Betul, tapi liat kita, kita akrab, kita bersatu walaupun beda derajat. Jadi jangan pesimis, kita gak Mandang harta kok dalam berteman." Ujar Fara menimpali.


Semuanya mengangguk membenarkan perkataan dari Fara.


"Tapi audrin kayaknya gak suka sama gue. Dia kaya raya dan cantik. Mungkin ilfil sama gue, kalian cantik cantik jadi bisa menyamai dia." Ujarnya canggung.


"Haha pasti Lo Ambil kesimpulan dari tatapan gunung es tadi kan?" Ujar Risa menunjuk nita.


Nita tak menjawab, dia hanya mengangguk tampa menatap yang lain. Dia takut, gugup, dan canggung.


"Dia tuh emang gitu. Tatapan nya tajam, bicaranya juga sangat menusuk. Sebelum Lo masuk ke kelas kita, kita itu udah sering banget di lontarin kata kata menusuk sama si audrin." Ujar indah.


"Iya, apalagi gue yg sebagai sahabat nya, audrin bahkan bisa mengatakan "Lo bisa mati" dengan begitu santai pada kita. Terus dia juga pinter, Cantik, Artis lagi. Nyebelin kan?" Ujar Risa menimpali.


"Terus, kenapa kalian masih...." Ujar Nita heran.


"Karna kita suka sama dia." Ujar semuanya serempak seraya tersenyum.


Nita membuka matanya lebar, Dia terkejut dengan pernyataan teman temannya. Nita heran mengapa teman teman Citra suka berteman dengan citra yg selalu bicara menusuk pada diri mereka?


"Lo bingung pasti. Audrin itu walaupun Dingin, jutek, bermulut tajam. Tapi...." Celetuk Risa.


"Dia baik." Ujar Fara menimpali perkataan Risa.


"Betul!, Dia baik, perhatian, dan peduli sama kita. Walau semua hal itu dia tutupi dengan sifat dinginnya." Ujar Risa.


"Jadi .. Lo gak usah minder, Ok?" Ujar Fara.


Mira, Firly, indah, Aliya, Fiza dan Wulan hanya mengangguk anggukkan kepalanya membenarkan semau perkataan Risa dan Fara.


Nita tersenyum, dalam hatinya telah memantapkan sesuatu. Dia akan mencoba, mencoba untuk berteman dengan mereka, orang orang yg langka bagi dirinya.


____________


________


_______


Di sisi lain citra sudah sampai ke rumahnya, dia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah, saat sampai di dalam rumah, Citra langsung mempertanyakan kepada mama mengapa dia diperintahkan untuk cepat-cepat pulang? dan akhirnya citra dikejutkan oleh keberadaan seseorang yang sudah lumayan lama tidak dia lihat.


"Mama, ada apa? kenapa citra disuruh cepet-cepet pulang?"


"Itu tuh." Celetuk Mama menunjuk seseorang.


"Rendi?!" Kejut Citra.

__ADS_1


"Hello, Sister Citra." Ujarnya tersenyum.


"Rendi ... When you back?" Ujar Citra memeluk Rendi.


"Just now. Sis." Jawab Rendi Santai.


Citra pun melepaskan pelukannya dan menatap Rendi.


"Oh my God! Do you have dinner?" Tanya Citra.


"No. We are waiting for you." Jawab Rendi seraya melirik Mamanya.


"Emm, what do you wish for dinner?" Tanya Citra lagi.


"There's no. Sis." Jawab Rendi tersenyum.


"Ok, come on, we go to dinning room." Ajak Citra seraya merangkul Rendi untuk membawanya ke ruang makan.


"Adu anak anak... Mama gak ngerti kalian ngomong apaan. Udah ngomong biasa aja." Celetuk mama Seolah olah kesal dan tak mengerti, Padahal mama itu sebenarnya bisa bahasa Inggris.


"Haha kan Citra cuma ngetes Rendi ma, dia dapat apa di sekolahnya. Kalo ini aja gak bisa berarti sekolah bahasa Inggris Rendi gak bagus. Atau dia main main gak serius belajarnya." Jelas Citra sesekali melirik Rendi


Mama hanya menggeleng gelengkan kepalanya pasrah seraya tersenyum. Para pelayan pun ikut tersenyum. Citra, Mama dan Rendi pergi ke ruang makan bersama, setelah semuanya sudah di sajikan di meja makan, Papa datang bersama Sandy dan Arsha.


Mereka pun makan malam bersama. Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga dan membahas bagaimana sekolah kisah Rendi di sekolah nya.


Saat tengah berbincang, tiba tiba ponsel citra berbunyi menandakan adanya panggilan masuk. Citra pun menyingkir dari keluarga dan pergi ke teras Rumahnya. Dia duduk di kursi putih di teras rumahnya lalu menjawab panggilan telepon itu.


"Lo pengen tau alasannya si Nita suka menyendiri gak?"


"emang dia kenapa?" Tanya Citra.


"Dia minder gara-gara dia bukan orang kaya, sedang kan kita berkecukupan, apa lagi kalo di hadapin sama Lo." Jawab Risa.


"Ah! Ada ada aja, yang lain biasa aja kok. Dia terlalu huh!" Celetuk Citra dingin.


"Ketus amat bak!... Way.. Lo udah Main apk tik tok kan?"


"Udah, Kenapa?"


"Udah berapa followers nya?"


"Baru 800K, namanya juga baru Main."


"Hahaha, Artis emang beda, Baru main aja udah segitu masih bisa bilang BARU... Bener bener deh!"


"Lebay banget Lo." Tukas Citra.


"Udah ya bye, gue masih harus belajar lagi." Imbuh Citra seraya menutup panggilan telepon dari Risa.


Di sebrang sana Risa sedang ngomel ngomel tidak jelas karena Citra yang suka menutup teleponnya sebelum Risa selesai untuk bicara.

__ADS_1


"Huh!! Dasar gunung es! Ratu jutek! Mulut beracun! Huh! Ngeselin... Belum selesai ngomong udah di matiin aja! Ih! Ngeselin banget!" Ketus Risa kesal.


"Untung Sayang. Kalo ngak, Uh!" Imbuhnya lagi.


Saat selesai marah marah dan berdiam diri, tiba tiba Tante Mery menghampiri Risa.


"Risa, Kamu udah pilih baju kebaya yang akan kamu pakai nanti di acara wisuda?" Tanya Tante Mery


"Belom ma." Jawab Risa singkat.


"Harus cepet di pilih dong ... jangan sampai waktunya hampir tiba kamu malah baru ingin mempersiapkannya." Ujar Tante Mery menasehati.


"Iya ma, Nanti Risa pilih." Ujar Risa tersenyum.


"Ok, jangan nyantai paham?" Ujar Tante Mery mengingatkan seraya bangun dari duduknya dan beranjak pergi.


"Iya mama..." Balas Risa.


🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️


3 hari kemudian, Citra dan yg lain melaksanakan ujian, Lap komputer di SMA ANGKASA udah ada masing masing. Satu khusus Anak jurusan IPA dan satunya lagi untuk anak jurusan IPS.


Walaupun sekolah sama namun gedung berbeda. IPS di sebelah Barat namun di ujung selatan, Dan IPA di sebelah Utara. Di batas kedua bangunan ini ada, Kantor Guru, Kantor kepala sekolah, Lab Bahasa, Ruang OSIS, Di arah timur ada kantin, gudang dan kamar mandi serta toilet, Ruang musik, ruang guru dan Koperasi sekolah. Gerbang Ada di sebelah selatan. Dan aula ada di lantai 3 gedung IPS.


"Hari pertama lancar... Moga aja bisa lancar sampe ujian terakhir." Celetuk Risa.


"Emmm." Remang Citra.


"Iya, tumben otak gue lancar, biasanya mampet muluk!" Celetuk Mira.


"Kalo gak Fungsi, gak ada gunanya Lo punya otak." Cercah Citra santai seraya pergi menuju mobil.


"Bener, buang sekalian otak Lo kalo itu gak guna." Timpal indah.


Semuanya hanya menggeleng gelengkan kepalanya mendengar ucapan Citra dan indah.


"Kalo otak gue di buang, jadi tolol bin goblok dong gue!" Celetuk Mira manyun.


"Bodo!" Celetuk Citra dan indah serempak.


Indah sudah sampai di parkiran dan Citra sudah ada di dalam mobilnya bersiap untuk pulang. Risa dan lainnya masih di dalam halaman sekolah, Karna Perkataan seseorang menghentikan langkah mereka yang ingin pergi.


"Mereka kayak gitu dan kalian suka berteman dengan mereka?" Tukas seseorang bertanya dengan heran.


"Iya, mereka baik kok. Gak percaya?" Ujar Fara.


Dia tak menjawab. Dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Fara. Yang berarti dia tak percaya.


...SAMPAI JUMPA LAGI DI EPISODE SELANJUTNYA🌹 INSYALLAH TIAP HARI UP 2 EPISODE 😉. BYE BYE....👋👋👋...


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2